Latest News
01 November 2016

Panglima FPI: Pelanggaran Hukum Ahok Adalah Menyebut Al Quran Alat Pembodohan

SatuPos.Com | Gubernur DKI Jakarta (non aktif), Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, layak dipidana penjara dalam kasus dugaan penistaan agama yang dilakukannya saat berdialog dengan warga di Kepulauan Seribu pada akhir September lalu.

Demikian disampaikan Panglima Front Pembela Islam (FPI) Munarman, dalam acara diskusi bertajuk "Membedah Kasus Ahok: Apakah Penistaan Agama?" di Hotel Ambara, Jakarta Selatan, Selasa (1/11).

"Ucapan seorang Ahok yang mengatakan 'dibohongi pakai Surat Al Maidah', kalau diperhatikan apa yang diucapkan Ahok itu sudah bisa disebut penistaan agama bisa dipidana penjara," ujarnya.

Dijabarkan Munarman bahwa kata "dibohongi pakai surat Al Maidah" memiliki makna bahwa Al Quran merupakan instrumen pembodohan.

Menurutnya, apa yang diucapkan Ahok itu mengandung makna penodaan agama dan memicu permusuhan antar umat agama di Indonesia.‎

"Dibohongi Al Maidah, kata-kata dibohongi atau pakai Al Maidah substansinya sama, dalam konteks ini penodaan. Al Quran disebut sebagai satu alat yang bisa digunakan untuk membohongi. Ini pelanggaran hukumnya Ahok," sambungnya.

"Siapa pun berhak melaporkan. bahkan tanpa laporan pun aparat hukum wajib melakukan penyidikan dan penyelidikan," tegas Munarman.

sumber: RMOL


  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 komentar:

Post a Comment


Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

Item Reviewed: Panglima FPI: Pelanggaran Hukum Ahok Adalah Menyebut Al Quran Alat Pembodohan Rating: 5 Reviewed By: satupos news