Gebrakan Bang Soni Keren! Cabut Intruksi Pemasangan Ornamen Natal Karena "Pake" Duit APBD DKI


SatuPos.Com | Gebrakan Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta, Soni Sumarsono yang mencabut surat edaran terkait instruksi Sekretaris Daerah perihal pemasangan ornamen Natal mendapat sambutan positif para netizen.

Langkah Soni mencabut instruksi tersebut, karena ada point yang mencantumkan bahwa pembiayaannya diambil dari APBD DKI.

"Saya tanya Pak Sekda, apa APBD menganggarkan? 'Tidak ada'. Lho, kok pakai kalimat APBD? Ini namanya kan mengada-ada," ujar Soni seperti dikutip Tempo.Co

Atas alasan tersebut, Soni mencabut Instruksi Sekretaris Daerah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta Nomor 61 Tahun 2016 tentang pemasangan lampu dan ornamen Natal.

Dia tak melarang apabila kantor pemerintahan DKI Jakarta memasang ornamen Natal. Namun ia menegaskan, pembelian ornamen itu tak dibenarkan bila menggunakan anggaran daerah.

“Tidak perlu ada edaran. Tidak perlu ada pemanfaatan APBD. Rayakan saja sebagaimana biasanya saja. Yang jelas kita memperlakukan semua agama itu sama,” tegas Soni.

Saefullah sebelumnya mengeluarkan Instruksi Sekretaris Daerah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta Nomor 61 Tahun 2016 tentang pemasangan lampu dan ornamen Natal.

Instruksi itu ditujukan kepada setiap wali kota di DKI Jakarta, bupati Kepulauan Seribu, Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI, Kepala Biro Umum Sekretariat Daerah DKI, Sekretaris DP Korpri, camat, dan lurah agar memeriahkan suasana Natal dengan memasang lampu dan ornamen.

Dalam poin kelima di surat itu, tertulis bahwa biaya yang diperlukan untuk pelaksanaan kegiatan dibebankan pada APBD dan sumber lain yang sah serta dapat dipertanggungjawabkan.

Editor: Dea Mirela


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Gebrakan Bang Soni Keren! Cabut Intruksi Pemasangan Ornamen Natal Karena "Pake" Duit APBD DKI"

Post a Comment


Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

loading...