Latest News
27 January 2017

KULIAH UMUM: Benarkah FPI Organisasi Anarkis?


Tulisan ini saya buat setelah beberapa hari ini sy melakukan investigasi langsung ke para senior FPI dan bergaul dengan anak -anak FPI.

Tulisan ini juga sekaligus menjawab ratusan teman yg terheran -heran karena belakangan saya dinilai terlalu banyak membela dan "gaul" dengan HRS dan juga FPI.

Misalnya seorang kawan karib saya yg seorang pengusaha , dia tidak berani bertanya langsung ke saya, tapi melalui kawan lain mengatakan seperti ini .."Kok Mbak Nanik berani ambil resiko bergaul dengan FPI?"

Bekas anak buah saya yg kebetulan bertemu saya di lapangan di mana saya berada di tengah -tengah teman FPI, sampai terbengong -bengong,.. "Mbak Deyang ....Masyallah berani banget ada di tengah -tengah FPI," katanya . Dia sebetulnya tidak tertarik dengan demo siang itu, tapi karena lihat sosok saya dia berhenti untuk memastikan bahwa itu saya yg berada di tengah -tengah kawan FPI.

Seorang kawan pengusaha wanita kirim WA ke saya , "Mbak Nanik , saya ini tiap hari berantem dengan anak -anak perkara FPI dan HRS, saya yg mengagumi HRS terus dicela. Mereka benci bukan main sama FPI. Suami saya menyarankan Mbak Nanik ke rumah nanti saya undang anak-anak saya untuk berdiskusi soal FPI, dan HRS dengan Mbak Nanik".

FPI memang menjadi momok yg sangat dibenci oleh sebagian besar kalangan menengah -atas , bukan hanya non muslim, tapi juga muslim , terutama mereka yg punya pendidikan S1 ke atas.

Stigma organisasi "preman berbaju agama" yg senantiasa bersikap anarkis, dan arogan, demikian erat melekat dalam benak kalangan menengah atas , terutama para kaun intelektual. Tidak ada ruang untuk nilai plus sedikit pun di kalangan menengah atas untuk oraganisai bentuk HRS ini. Meski berulangkali digembar-gemborkan FPI banyak melakukan aksi Kemanusian , namun semua ternafikan dengan stikma bahwa organisasi tak lebih sebagai "Premana Berbaju Agama".

Tak hanya FPI, gaya HRS yg suka meledak -ledak , dan cepat emosional juga dinilai tidak layak menjadi pemimpin organisasi keagamaan. Bahkan saking mangkelnya sama HRS, banyak orang mengatakan bahwa sebutan "Habib" yg disandang Rizieq Syihab adalah Habib Palsu , dan aslinya si HRS ini sebenarnya nggak ngerti arti ayat -ayat dalam Al'Quran, kata mereka.

Berangkat dari rasa penasaran beberapa hari belakangan saya banyak melakukan investigasi dan cross check , seperti apa organisasi FPI dijalankan , bagaimana struktur organisasi , dll . Pokoknya kalau sy tulis semua malah jadi buku beratus -ratus halaman.

Saya hanya ingin memaparkarkan hal yg paling banyak dibenci dan dinilai orang berkait FPI, yaitu soal kelakuan anak-anak FPI yg dinilai suka melakukan sweeping seenaknya dan anarkis . Benarkah demikian ? Saya akan coba menjawabnya !

Bila selama ini kesan FPI demikian BURUK-nya , itu tak lain karena MEDIA yg memotong begitu saja informasi, dan hanya memberitakan atau mengambil gambar pada saat anak-anak FPI turun melakukan sweeping , yg memang kadang -kadang suka bawa pentungan. Media sama sekali tidak pernah memberikan informasi mengapa suatu obyek di sweeping FPI dan bagaimana prosesnya?
Padahal yg sebenarnya ada 4 tahapan yg dilalui oleh organisai FPI sebelum melakukan sweeping yaitu :

1. FPI menerima laporan maksyarakat , berkait dengan aktivitas maksiat, tempat perjudian, penjualan miras , cafe -cafe yg jadi tempat transaksi narkoba dll hingga Warung makan yg buka siang hari di bulan puasa . (FPI tidak akan melakukan tindakan apapun tanpa adanya laporan masyarakat).

2. Setelah menerima laporan masyarakat, FPI kemudian mengecek ke obyek yg dilaporkan masyarakat tersebut , apakah benar seperti yg dilaporkan masyarakat atau tidak .

3. Setelah melakukan pengecekan lapangan, dan benar ternyata seperti yg dilaporkan masyarakat, FPI selanjutnya melakukan pendekatan atau peneguran kepada pemilik tempat tersebut,dan menyampaikan keberatan masyarakat.

4. Bila sudah ditegur FPI , tetapi tetap tidak ada perubahan pada operasional tempat tersebut, maka FPI akan berkoordinasi dengan Polisi setempat untuk melakukan peneguran atau penertiban.

5. Bila sudah melibatkan polisi pun ternyata pemilik masih bandel, misalnya tetap menjual miras, tetap menggelar perjudian, tetap buka di luar ketentuan Pemda setempat pada saat bulan puasa, dll, maka barulah FPI melakukan sweeping atas obyek tersebut.

Nah, media biasanya hanya menyorot pada proses ke 5 atau saat eksekusi sweeping, tapi bagaimana proses sweeping terjadi (dari nomer 1-4 ) tidak pernah ditulis atau diberitakan media. Inilah yg kemudian dilihat masyarakat, FPI adalah organisasi semena -mena layaknya Preman berbaju agama.

Meski melakukan tahapan sebelum mereka bertindak (sweeping), namun belakangan FPI terus menata anggotanya atau laskarnya, karena bagaimana pun diakui oleh para petinggi FPI, beberapa oknum anggotanya ada yg memanfaatkan nama FPI untuk tindakan negatif, sehingga makin memperburuk citra FPI. Untuk itu, FPI terus melakukan pelatihan dan pendidikan pada para laskarnya, agar tidak melakukan tindakan -tindakan di luar garis komando organisasi.

Sweeping tidak akan dilakukan FPI kalau pemilik tempat mematuhi hukum negara atau aturan negara, dan juga aturan agama ( dari MUI, misalnya).

Jadi silahkan nilai sendiri , benarkah mereka anarkis karena arogan, atau sebaliknya karena pemilik tempat membandel, dengan tidak mengindahkan hukum negara , dan aturan agama Islam? Mari berfikir dengan kepala dingin dan menaruh rasa kebencian, dengan mengganti pertanyaan, kalau bukan FPI siapa yg peduli dengan kemaksiatan? Apakah kita mau anak-anak kita kecanduan narkoba atau miras? Apakah kita mau keluarga kita atau anak kita setiap malam bergumul dengan PSK? Apakah kita mau keluarga atau anak-anak kita berada di tempat-tempat perjudian?

Maaf kalau ada yg salah yg saya tulis, tapi itulah investigasi berapa hari ini yg saya dapatkan...Lain waktu mungkin saya akan menulis bagaimana aksi sosial mereka. Oh ya saya mau tanya buat yg membenci FPI, sejak Tsunami Aceh dan bencana-bencana lainnya di Indonesia, dimana FPI tidak bergerak? Siapakan yg mengambil ribuan mayat -mayat di Aceh, manakala LSM lain tidak mau mengambil karena takut terkena penyakit? Padahal anak-anak FPI hanya memakai sarung tangan biasa. FPI berada di Aceh selama satu tahun lebih , dan selama itu pula tidak sepeserpun mereka dibiayai negara, tapi dibiayai umat.
Mari bersikap adil , dengan berfikir adil....

Oleh: Nanik Sudaryati



  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 komentar:

Post a Comment


Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

Item Reviewed: KULIAH UMUM: Benarkah FPI Organisasi Anarkis? Rating: 5 Reviewed By: satupos news