Lihat Prajurit TNI dan Laskar FPI Mesra Bela Negara, Orang yang "Nafsu Banget" Bubarin FPI Pasti Kejang


SatuPos.Com | Satu foto seribu makna. Itulah yang terlihat, saat prajurit TNI dan Laskar FPI tampak "mesra" dengan menggelar PPBN (Pelatihan Pendahuluan Bela Negara) bersama serta tanam 10.000 pohon di Lebak Banten.

Agenda Pelatihan Pendahuluan Bela Negara antara TNI dan FPI ini sekaligus mematahkan opini yang dihembuskan oleh segelintir orang yang selama ini"sangat bernafsu" mau membubarkan FPI. Itu bisa dilihat dari ujaran kebencian terhadap FPI yang begitu masif di Medsos.

"Mereka tertipu dengan propagandanya sendiri. Bahwa FPI itu tidak melulu mengurusi soal agama, tapi juga sangat cinta pada NKRI dan Pancasila. Bukti TNI dan FPI bergandengan tangan melakukan pelatihan Bela Negara adalah bentuk kepedulian FPI pada negara," kata Imam besar FPI banten Buya KH A Qurthubi Jaelani kepada SatuPos.Com, sesaat yang lalu.

 Pelatihan Bela Negara dan aksi Penanaman 10.000 Pohon di Laksanakan di MARKAZ SYARI'AH FPI BANTEN  Jum'at 6-Januari-2017 dan berlangsung dengan Sukses.

Melalui bimbingan dan didikan Korem Banten, Kodim Lebak & Koramil Cipanas-Lebak Banten Program PPBN (Pelatihan Pendahuluan Bela Negara) FPI banten berhasil dengan sukses dilaksakan sebagai pembekalan untuk generasi muda FPI Banten dalam rangka wajib bela agama dan negara.

Imam besar FPI banten Buya KH A Qurthubi Jaelani Mengucapkan terimakasih Kepada Korem Banten, Kodim Lebak & Koramil Cipanas-Lebak Banten Yang Telah Membina Mendidik Santri Alfutuhiyah & Laskar FPI Banten untuk Bela Negara, Karena FPI Memang Wajib Bela Agama & Negara (R)

0 Response to "Lihat Prajurit TNI dan Laskar FPI Mesra Bela Negara, Orang yang "Nafsu Banget" Bubarin FPI Pasti Kejang"

Post a Comment


Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.