Menhan: Materi Bela Negara FPI Positif, Kalau Nggak Izin Nggak Apa-apa Juga Sich...


SatuPos.Com | Acara HUT ke 44 Tahun PDIP, di JCC, Senayan, Jakarta hari ini menjadi kesempatan bagi para awak media untuk mengkonfirmasi ulang perihal heboh agenda bela negara antara FPI oleh Komandan Distrik Militer (Dandim) Lebakyang mengakibatkan dicopotnya Letkol Czi Ubaidillah.

Wartawan menanyakan langsung perihal program bela negara ini kepada Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu yang hadir hari ini dan jawabannya cukup mengejutkan.

Menurut Ryamizard tidak ada larangan siapa pun bagi warga negara Indonesia untuk mengikuti program Bela Negara, termasuk Front Pembela Islam (FPI).

"Ya boleh saja, masa nggak boleh (FPI) ya. Saya makanya mau verifikasi ya kenapa bisa terjadi (kasus pencopotan)," tegas Ryamizard.

Dia menjelaskan, memang setiap kegiatan TNI yang berhubung  dalam melakukan program bela negara harusnya atas seizin dari Kementerian Pertahanan, Namun ketentuan perizinan itu tidak baku untuk dipenuhi.

"Saya baru selidiki training FPI, harusnya izin saya dulu, tapi kalau nggak izin nggak apa-apa juga sih, cuma kalau ada hal yang luar biasa..," ungkapya.

Malahan Menhan menyatakan selama pemberian materi program bela negara berujung pada sesuatu hasil yang positif maka tidak ada masalah.

"Ya kalau kita mengajarkan baik ya boleh kenapa nggak, semua bangsa ini harus bela negara, FPI juga bela negara," imbuhnya.

Seperti heboh diberitakan sebelumnya, latihan bela negara itu ramai pasca Pangdam III Siliwangi Mayor Jenderal TNI Muhammad Herindra mencopot  Komandan Distrik Militer (Dandim) Lebak, Letkol Czi Ubaidillah.

Pencopotan itu dikarenakan  Letkol Czi Ubaidillah memberi pelatihan bela negara kepada anggota FPI tanpa melalui prosedur. (R-07)

0 Response to "Menhan: Materi Bela Negara FPI Positif, Kalau Nggak Izin Nggak Apa-apa Juga Sich..."

Post a Comment


Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.