Tanggapi Tuntutan MUI, Rudiantara: Yang Bukan Situs Islam pun Saya Blok


SatuPos.Com | Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) memastikan tidak tebang pilih dalam memblokir berita-berita bohong alias hoax. Hal ini menanggapi pernyataan Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang menyesalkan sikap Kominfo yang melakukan pemblokiran terhadap 11 laman situs Islam.

Menkominfo Rudiantara mengungkapkan, fokus utama pemerintah kepada konten yang bertentangan dengan regulasi, mengandung pernyataan berunsur kebencian (hate speech), pornografi, hingga kekerasan terhadap anak.

"‎Yang kami pikirkan kontennya. Selama kontennya bertentangan dengan regulasi, UU, hate speech, masalah pornografi, child abuse, saya enggak peduli dari kelompok manapun," katanya di Kantor Kemenko bidang Kemaritiman, Jakarta, Senin (9/1/2017).

Mantan Bos Telkom ini menegaskan, pihaknya tidak hanya memblokir situs-situs Islam semata. Pihaknya pun juga telah memblokir laman dari kelompok lain yang mengandung unsur terlarang.

"‎Bukan kepada siapa punya siapa. Jadi kalau itu dikatakan, bahwa itu hanya berkaitan dengan agama tertentu, enggak. Yang bukan agama Islam, juga saya blok. Ada juga yang saya blok. Saya punya buktinya. Intinya bukan masalah agama atau kelompok mana, itu bagi saya nomor sekian," kata Rudiantara seperti dikutip dari Sindonews

Sejatinya, tambah Rudi, pemblokiran adalah cara terakhir pemerintah menangkis penyebaran berita hoax. Pemerintah pada dasarnya hanya tidak menginginkan masyarakat terus disuguhkan dengan pemberitaan yang tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.

"‎Kami ini menyelesaikan permasalahan konten negatif itu selalu dibawa masalah blokir-blokir. Kalau masalah blokir itu terakhir. Itu sebetulnya hilir. Intinya kami harus bekerja sama dengan masyarakat. Semua aktifitas dimulai dari masyarakat. Karena isunya dari masyarakat," tandasnya.




Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Tanggapi Tuntutan MUI, Rudiantara: Yang Bukan Situs Islam pun Saya Blok "

Post a Comment


Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.