Latest News
06 March 2017

Ini yang Dikhawatirkan Mahfud MD Pasca Pengusiran Khalid Basalamah

SatuPos.Com | Tindakan GP Ansor kepada Khalid Basalamah dikhawatirkan akan memicu reaksi yang tidak baik di beberapa daerah. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Mahkamah Konstitusi periode 2008-2011, Mahfud MD pada Ahad malam, (5/3).

Mahfud menjelaskan, tidak menutup kemungkinan akan terjadi aksi serupa di beberapa tempat lain. Aksi pengusiran, kata dia, akan terjadi misalnya, di tempat kelompok pendukung khalid lebih dominan.

"Kalau main kekerasan itu, bahayanya itu, nanti di daerah di mana kelompok pendukung khalid ini kuat, atau di daerah islam yang minoritas, orang akan bisa melakukan tindakan sendiri juga," jelasnya.

Jika hal tersebut dibiarkan, kata dia, akan terjadi hal yang serupa di daerah-daerah Banser Nahdlatul Ulama (Banser NU) tidak menjadi mayoritas.

"Itu bisa dibubarkan juga, misalnya di Papua, di Timor, Sumatra Utara, itu bisa mengundang kelompok lain melakukan tindakan yang sama," katanya.

Untuk itu, Mahfud berpesan agar masyarakat menahan diri dari segala macam bentuk tindakan reaktif yang bisa mengundang kekerasan. "Jangan sampai ada aksi ada reaksi, apalagi ini sesama islam ya," jelasnya.

Mahfud MD menyayangkan adanya laporan pengusiran atau penghentian pengajian Ustaz Khalid Basalamah oleh ormas tertentu di Sidoarjo.

Mahfud mengatakan, seharusnya tindakan-tindakan yang bertentangan dari segi hukum tersebut tidak perlu terjadi.

"Pertama ya dari sudut hukumnya dulu, dari sudut hukum ya menghentikan orang ceramah atau membubarkan sebuah acara itu hanya menjadi wewenang aparat keamanan yaitu polisi," ujarnya.

Ketua Mahkamah Konstusi periode 2008-2011 itu menjelaskan, warga atau ormas tidak memiliki hak untuk bertindak sendiri. "Tindak kekerasan dan pembubaran itu tidak boleh," jelasnya.

Lebih lanjut, Mahfud mengatakan, memang sudah memiliki ketentuan hukum bahwa aparat Kepolisian dan TNI diberikan kewenangan untuk memonopoli tindakan-tindakan keamanan.

"Konstitusi dan hukum memberi monopoli untuk melakukan tindakan-tindakan pengamanan, termasuk menggunakan senjata, polisi itu diberi monopoli, tapi kalau orang sipi nggak boleh," paparnya.

Sementara itu Kapolresta Sidoarjo Kombespol Anwar Nasir menegaskan pihaknya sudah menyarankan agar Khalid Basalamah tak berceramah pada pengajian Sabtu (5/3) pagi di Masjid Shalahudin Sidoarjo. Saran itu disampaikan karena adanya penolakan dari GP Ansor Sidoarjo.

Penolakan tak hanya kali ini terjadi. Pada beberapa pengajian lain di Gresik, Surabaya, dan Mojokerto sekelompok masyarakat juga menolak kehadiran Khalid Basalamah.

Di sisi lain, polisi tidak bisa melarang siapapun yang ingin beribadah atau mengadakan pengajian.

"Pada prinsipnya kami menjamin kebebasan beribadah, namun karena ada penolakan dari GP Ansor maka disarankan penceramah diganti ustaz lain," imbuhnya.

Sebelumnya Khalid Basalamah dijadwalkan mengisi pengajian pagi dan tabligh akbar yang digelar ba'da magrib.

Sumber: ROL


  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 komentar:

Post a Comment


Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

Item Reviewed: Ini yang Dikhawatirkan Mahfud MD Pasca Pengusiran Khalid Basalamah Rating: 5 Reviewed By: satupos news