Latest News
14 May 2017

KH Ma’ruf Amin: Gerakan Radikal Sekuler tidak Memiliki Komitmen Kebangsaan


SatuPos.Com | Rais Aam PBNU KH Ma’ruf Amin menyinggung adanya gelagat munculnya gerakan radikal sekuler. Gerakan radikal sekuler ini perlu dicermati.

Selain itu, ada radikal agama yang tidak memiliki komitmen kebangsaan dan beragamaan. Gerakan ini, kata dia, bisa melakukan tindakan terror.

Demikian pesan itu disampaikan KH Ma’ruf Amin dalam dialog di Rakornas Komisi Dakwah dan Pemberdayaan Masyarakat MUI Pusat, di Jakarta, baru-baru ini.

"Perlu dicermati bahwa saat ini ada pula gerakan radikal sekuler yang mendelegitimasi agama," katanya.

Gerakan ini, imbuh Ma'ruf, agama tidak boleh dekat-dekat dengan politik, ekonomi, sosial dan budaya. Padahal politik, ekonomi, sosial, budaya tanpa agama akan jadi tindakan menyimpang. Ini jadi masalah.

Menurut Kiai Ma'ruf, salah satu tantangan dakwah Islam kedepan adalah adanya gerakan-gerakan penyesatan itu. Salah satunya adalah penyesatan dalam akidah.

Di Indonesia, penyesatan akidah selama ini dilakukan oleh aliran-aliran sesat seperti Ahmadiyah, Lia Eden, Ahmad Mosadeq, Gafatar dan munculnya nabi-nabi palsu lainnya.

Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini berharap agar aliran sesat itu harus diluruskan. Sebab, jika dibiarkan akan menimbulkan penyesatan dalam berpikir. Baik itu pemikiran yang tekstualis dan pemikiran liberalis. (R-007)
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 komentar:

Post a Comment


Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

Item Reviewed: KH Ma’ruf Amin: Gerakan Radikal Sekuler tidak Memiliki Komitmen Kebangsaan Rating: 5 Reviewed By: satupos news