Latest News
08 June 2017

Kapolda: Saya Berdosa Kalau Kriminalisasi Ulama


SatuPos.Com | Kapolda Metro Jaya Irjen Pol M Iriawan akhirnya membantah tudingan yang menyebutkan pihaknya telah mengkriminalisasi ulama.

“Perlu saya jelaskan. Nggak ada kriminalisasi. Saksi ahli itu ada 26, saksi ada 50-an, mau kriminalisasi gimana? Pak Din Syamsudin sudah menyampaikan, beliau ini tokoh ya, Pak Wapres sudah menyampaikan, tak ada kriminalisasi,” kata Iriawan kepada awak media saat cek kesiapan jalur mudik, hari ini.

Kapolda menyatakan ini setelah ramai dan berkembang informasi tindakan kriminalisasi ulama oleh kepolisian, salah satunya dengan menetapkan pimpinan FPI Habib Rizieq Shihab sebagai tersangka.

Iriawan mengatakan perkara tersebut hanya kebetulan menjerat Habib Rizieq sebagai tokoh agama.

Dalam pernyataannya hari ini, Iriawan kembali menegaskan tidak pernah melakukan kriminalisasi terhadap ulama.

“Tak ada kriminalisasi Ulama. Saya berdosa kalau kriminalisasi. Terlalu naif loh kalau kriminalisasi. Nggak gampang loh, itu saksinya aja ada 52, saksi ahli 26. Bagaimana mau menyebut kriminalisasi dan membuat pidana,” pungkasnya.

Oleh karena itu, Iriawan mengimbau tidak lagi dilakukan pengerahan massa seperti yang diagendakan Presidium Alumni 212 pada Jumat (9/6/2017).

Terkait rencana aksi itu, Iriawan menyebut belum mendapat surat pemberitahuan rencana aksi tersebut.

“Untuk apa lagi aksi?. Nggak usahlah. Belum ada," katanya.
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 komentar:

Post a Comment


Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

Item Reviewed: Kapolda: Saya Berdosa Kalau Kriminalisasi Ulama Rating: 5 Reviewed By: satupos news