Latest News
07 June 2017

Wali Songo Meninggalkan Tradisi Membentuk Generasi Islami


Perkembangan Islam di tanah air, khususnya di Pulau Jawa tak bisa dilepaskan dengan peran Wali Songo. Para wali ini menyebarkan syiar agama Islam pada abad ke 14 yang dimulai dari pesisir utara Jawa seperti Surabaya, Gresik, Lamongan, Tuban di Jawa Timur (Jatim) dan Demak, Kudus, Muria di Jawa Tengah (Jateng) serta Cirebon di Jawa Barat (Jabar).

‘Songo’ dalam bahasa Jawa berarti sembilan, jadi Wali Songo berarti sembilan wali. Namun  ada pula yang menganggap kata ‘Songo’ berasal dari bahasa Arab yakni ‘Tsana’ yang berarti kemuliaan. Pendapat lain menyebutkan Wali Songo sebenarnya merupakan nama sebuah majelis dakwah yang dibentuk Sunan Gresik pada tahun 808 Hijriah atau 1404 Masehi.

Ada beberapa hal yang belum banyak diketahui masyarakat perihal Wali Songo. Mulai dari asal para sunan (wali), metode syiar maupun tradisi yang dibawanya. Berikut fakta menarik tentang Wali Songo.

Masih Keluarga

Hampir semua Wali Songo sebenarnya masih memiliki hubungan kekerabatan. Wali pertama yakni Sunan Gresik atau Maulana Malik Ibrahim merupakan keturunan ke 22 dari Nabi Muhammad dan disebut-sebut berasal dari jazirah Arab.

Sunan Gresik kemudian memiliki anak yakni Raden Rahmat yang juga mendirikan pesantren di daerah Ampel Denta Surabaya yang kemudian dikenal dengan nama Sunan Ampel. Dari Sunan Ampel lahirlah dua orang anak yang nantinya juga menjadi wali yakni Sunan Drajat dan Sunan Bonang.

Di padepokan Sunan Ampel juga belajar seorang sepupunya yang bernama Joko Samudro. Ulama yang lebih dikenal dengan nama Raden Paku ini kemudian bergelar sebagai Sunan Giri.

Keturunan Raja

Meski tidak semua, namun para wali ternyata masih keturunan raja-raja di tanah Jawa. Sunan Gunung Jati misalnya, merupakan salah satu keturunan raja dari Kerajaan Pajajaran. Sunan Kalijaga juga merupakan anak dari Adipati Tuban, yaitu Arya Wilaktika.

Membentuk Kebudayaan Jawa

Wali Songo masuk ke tanah Jawa saat ajaran Hindu - Budha masih dianut masyarakat. Dalam syiarnya, para wali sengaja tak ingin mengubah kebudayaan yang telah berlaku di kalangan masyarakat, namun justru menjadikannya sebagai media dakwah.

Seperti yang dilakukan Raden Syahid atau Sunan Kalijaga yang melakukan dakwah dengan pendekatan kesenian wayang. Wayang Purwa yang berasal dari ajaran Hindu diisi dengan ajaran Islam seperti adanya Jimat Kalimosodo yang dimiliki oleh Prabu Puntodewo. Jimat atau pusaka tersebut digambarkan sebagai kalimat Syahadat.

Pendekatan lain yang kini menjadi tradisi yakni budaya Nyadran, ziarah kubur saat bulan Ruwah dalam kalender Jawa atau bulan Rajab pada kalender Hijriyah. Dahulu masyarakat sering memberikan sesaji di kuburan leluhur, oleh Sunan Kalijaga kebiasaan itu dijadikan sebagai media dakwah.

Sesaji yang dahulu diberikan dan ditinggal di kuburan diganti dengan tumpeng yang kemudian dimakan warga secara bersama-sama saat Nyadran. Selain itu dalam Nyadran juga diisi dengan membaca ayat-ayat yang bertujuan untuk mendoakan leluhur yang telah meninggal.

Pendiri Pesantren

Wali Songo juga meninggalkan tradisi hebat untuk membentuk generasi Islami, yakni mendirikan pondok pesantren. Awalnya Sunan Gresik menyebarkan Islam dengan mendirikan pondokan untuk mengajar agama di Gersik.

Berawal dari pondok tersebut kemudian Sunan Ampel mengembangkannya menjadi pesantren. Pendirian pondok pesantren ini kemudian juga diikuti beberapa wali serta para santri lainnya hingga saat ini. (Van/kr)


  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 komentar:

Post a Comment


Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

Item Reviewed: Wali Songo Meninggalkan Tradisi Membentuk Generasi Islami Rating: 5 Reviewed By: satupos news