Latest News
01 July 2017

HUT Bhayangkara Ke-71, Polri Harus Lebih Dekat dengan Umat Islam

SatuPos.Com |  Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-71 Kepolisian Republik Indonesia (Polri) jatuh pada hari ini, Sabtu (1/7/2017). Di hari besar salah satu lembaga penegak hukum di Tanah Air ini, banyak harapan disematkan kepada Polri.

Pengamat Ilmu Politik dan Pemerintahan Universitas Parahyangan Bandung, Asep Warlan, berpesan di HUT Bhayangkara kali ini polisi harus lebih dekat dengan umat Islam. Karena Umat Islam adalah mayoritas dari penduduk negeri ini.

"Jadi kalau dekat dengan umat Islam, tokoh-tokoh Islam, mudah-mudahan akan membantu tugas dan kerja polisi," kata Asep melalui sambungan telepon, Sabtu (1/7/2017).

Selain itu, lanjutnya, dari segi kedudukan, lembaga polri harus dijadikan sebagai alat negara bukan alat kekuasaan apalagi alat politik. Hal tersebut sesuai dengan yang dikatakan Undang-undang, bahwa Polisi adalah alat negara.

"Apalagi, jangan sampai jadi alat bagi para pengusaha. Kalau begitu semakin parah lagi Polisi," ucap Asep.

Kedua, lanjut Asep, Polisi dalam menjelankan tugasnya bukan hanya sebagai alat penegak hukum tapi juga penegak keadilan. Ia menilai meskipun terdapat pasal-pasal yang jelas dalam hukum, namun saat ditegakkan belum tentu pasal itu adil ketika diterapkan.

"Jadilah polisi sebagai penegak keadilan. Bukan hanya semata-mata sebagai penegak hukum," ujarnya.

Selanjutnya, kata Asep, jangan sampai ada kesenjangan yang sangat mencolok antara elite polisi yang mempunyai jabatan lebih tinggi dibanding jabatan yang di bawahnya.

"Mudah-mudahan yang 'jabatan di atas' sadar bahwa citra polisi di masyarakat ada pada polisi yang sehari-hari bertugas di lapangan. Jangan sampai kesenjangan kesejahteraan.

Ia juga berharap, kedepannya semoga cerminana pimpinan polisi yang bersahaja akan terus tercermin sampai ke level yang paling bawah di dalam renungan hari Bhayangkara ke-71 ini.

"Karena dipahami oleh publik elite-elite Polisi di atas hidupnya berbeda, dengan yang dibawah. Di bawah katakanlah lebih pas-pasan. Polisi yang berpangkat lebih tinggi harus mengayomi jabatan yang di bawahnya. Turut berempati," tambahnya.

Sementara itu dari kalangan mahasiswa, berharap kepada polisi agar menjadi seorang pengamanan negara yang profesional menjalankan tugasnya. Terutama pada isu-isu teroris yang mulai marak.

"Jangan hanya dadakan saja ketika terjadi baru bergerak. Tapi langkah preventif harus dilakukan juga. Jangan setelah kejadian baru banyak nangkap," kata Muhammad Iqbal, mahasiswa Administrasi Negara UIN SGD Bandung itu.

Ia juga menyarankan kepada Polri agar selalu menjalankan koordinasi yang baik antar lembaga penegak hukum lain semisal KPK. Beberapa waktu lalu sempat terjadi miss koordinasi antar keduanya. "Egosentris nya harus dikesampingkan," tambah Iqbal.

Mahasiswa lain, Nurzian Muharom mengatakan, saat kondisi Indonesia sedang mengalami gejolak merupakan tantangan besar bagi kepolisian. Karena hal tersebut mengakibatkan berbagai efek yg mengancam keutuhan dan kesatuan bangsa.

"Dan tidak bsa dipungkiri salah satu dampak yang ditimbulkan adalah beredar berbagai isu yg memojokkan instansi kepolisian sehingga tingkat kepercayaan masyarakat terhadap polisi mengalami degradasi," ucap Zian.

Namun disisi lain, ucapnya, kondisi tersebut bisa mnjdi kesempatan besar bagi polisi untuk menunjukkan perannya sebagai pengayom masyarakat. "Dibuktikan dengan kebijakan yang dijalankan mereka senantiasa bertujuan untuk menjaga stabilitas negara dan kemaslahatan masyarakat," tambahnya.

"Harapan di HUT Kepolisian yang ke-71 , Polisi mampu menjadi partner dan abdi masyarakat dengan menunjukkan sikap independensinya dalam menjalankan setiap tugas. Semoga polisi semakin jaya dab maju bersama masyarakat," tambahnya.

Harapan lain datang dari Manajer Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop II Bandung, Joni Martinus. Ia berharap, agar kepolisian semakin profesional  dan berjaya menjadi institusi yang selalu berada di garis depan dalam menegakkan hukum. "Bebas dari pungli dan suap serta memberlakukan hukum tanpa pandang bulu," ujarnya.

Dari kalangan polisi sendiri, Kapolsek Andir Kompol Robi Yanuar Soetjipto berharap, Polisi kedepannya dapat profesional dalam melaksanakan tugas. Selalu mengikuti perkembangan zaman dan teknologi serta dapat dipercaya oleh masyarakat.

Sumber : Gala


  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 komentar:

Post a Comment


Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

Item Reviewed: HUT Bhayangkara Ke-71, Polri Harus Lebih Dekat dengan Umat Islam Rating: 5 Reviewed By: satupos news