6 Sentimen Minggu Depan, Dari Neraca Perdagangan ke Evergrande

by -3 views
ilustrasi bursa efek indonesia 6 169 - SatuPos.com



ilustrasi bursa efek indonesia 6 169 - SatuPos.com

Jakarta, SatuPos Indonesia – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pekan lalu naik 4,06% menjadi 6.481,7. Total nilai transaksi mencapai Rp 89,73 triliun dan nilai pembelian bersih (pembelian bersih) asing sebesar Rp. 10 triliun. Pekan depan, ada beberapa agenda dan risiko yang perlu diwaspadai.

Pertama, agenda yang harus dipantau investor adalah angka penjualan ritel nasional per Agustus yang dirilis Senin. awal Juli, penjualan ritel nasional turun 2,9%. Jika penurunan berlanjut, maka risk appetite terhadap risiko (investor nafsu makan) kemungkinan akan terganggu. Saham-saham ritel layak untuk diwaspadai pada hari pertama minggu depan.

Sentimen utama berikutnya kedua akan muncul dari Amerika Serikat (AS) yang akan merilis ekspektasi inflasi untuk bulan September. Menurut konsensus ekonomi perdagangan, Inflasi September akan sebesar 5,3% atau meningkat dibandingkan inflasi Agustus sebesar 5,2%.

Jika dipastikan inflasi masih tinggi, maka proyeksi bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) mengenai inflasi yang “keras kepala” akan terlihat di depan mata kita, dan berpeluang mendorong bank sentral terkuat di dunia itu. mempercepat kebijakan tapering (pengurangan stimulus moneter ke pasar). ).

Sentimen ketiga akan beralih ke China, yang akan merilis neraca perdagangan mereka pada September. Neraca perdagangan China diprediksi mencapai US$ 47 miliar, turun dari posisi bulan sebelumnya US$ 58,3 miliar.

Menurut proyeksi ekonomi perdaganganEkspor dan impor negara tersebut diperkirakan tumbuh pada tingkat yang sama sebesar 21%. Jika realisasinya jauh, pasar akan bereaksi negatif karena China saat ini menjadi motor kedua pertumbuhan ekonomi dunia.

Kamis nanti, China akan merilis inflasi per September yang diprediksi naik 0,8% secara bulanan dan 0,1% secara tahunan. Keduanya sama dengan angka inflasi Agustus. Mungkin tidak akan ada kejutan karena Negeri Tirai Bambu dikenal kuat dalam mengendalikan inflasi.

Loading...
BACA JUGA :  Dari India ke Vietnam, RI Impor Beras Rp 266 Miliar

Pada hari yang sama, AS akan merilis klaim klaim pengangguran mingguan, menjadi sentimen utama keempat yang membutuhkan perhatian. Jumlah klaim untuk tunjangan pengangguran baru diharapkan meningkat menjadi 315.000 jika dibandingkan dengan 326.000 klaim minggu sebelumnya.

Data Badan Informasi Energi AS (EIA) tentang stok minyak mentah dan minyak olahan juga perlu dipantau, untuk melihat apakah stok AS turun drastis, mengindikasikan peningkatan permintaan menjelang musim dingin. Sentimen kelima ini akan memberikan gambaran apakah reli harga minyak dan batu bara akan berlanjut dalam jangka menengah.

Terakhir, sentimen keenam akan muncul pada hari Jumat, dimana Indonesia akan merilis neraca perdagangan September yang diprediksi akan berakhir pada US$ 3,9 miliar, atau melemah dari neraca perdagangan Agustus sebesar US$ 4,7 miliar.

Namun, ada satu agenda korporasi yang patut mendapat perhatian pekan depan, yakni pembayaran obligasi Evergrande senilai US$ 150 juta. Saat ini, belum ada komunikasi atau itikad baik dari Evergrande untuk menyelesaikan masalah utang tersebut. Jika situasinya memburuk, pasar akan tersapu oleh gelombang koreksi jangka pendek.

TIM PENELITIAN SatuPos Indonesia

[Gambas:Video CNBC]

(ags/ags)





Terimakasih sudah membaca artikel 6 Sentimen Minggu Depan, Dari Neraca Perdagangan ke Evergrande

dari SatuPos.com

Nilai Kualitas Konten

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *