Diplomasi Publik Berperan Penting dalam Membangun Perdamaian

by -41 views
statik.tempo .co - SatuPos.com


SatuPos.com, JakartaDiplomasi publik telah dipelajari secara komprehensif di Barat tetapi tidak secara ekstensif di Asia. Direktur Eksekutif Singapore International Foundation (SIF) Jean Tan mengatakan, diplomasi publik atau people diplomacy merupakan masa depan hubungan internasional karena saat ini dunia sudah saling terhubung. Semakin banyak individu, akademisi, bisnis, dan masyarakat sipil memulai percakapan dan mengambil tindakan terhadap masalah yang terjadi di dunia di mana perubahan berjalan cepat. Alangkah baiknya juga jika kelompok-kelompok masyarakat berdiskusi tentang isu-isu yang masih luput dari perhatian pemerintah.

Jean menambahkan bahwa pada individu, akademisi dan pelaku bisnis, serta masyarakat terhubung dengan mudah secara online untuk berkolaborasi dalam sejumlah isu lintas batas yang kompleks untuk saling berbagi ide, bertukar pendapat, dan mengembangkan solusi. "Oleh karena itu, negara-negara yang memanfaatkan pengaruh yang semakin besar dari masyarakatnya untuk membangun rasa saling percaya, saling menghormati, dan masa depan bersama dengan orang lain, memiliki keunggulan tersendiri. Bersama dengan inisiatif yang digerakkan oleh pemerintah, diplomasi publik memperkaya hubungan antar negara untuk membangun dunia yang lebih baik,” kata Jean Tan dalam keterangan pers yang diterima Tempo pada 29 Juli 2021.

Director of the University of Southern California’s (USC) Center on Public Diplomacy and Associate Professor di USC Annenberg School of Communication and Journalism Jian (Jay) Wang mengungkapkan Singapore International Foundation telah menghabiskan 30 tahun terakhir untuk membangun hubungan antar-masyarakat dan dampak sosial melalui program- program yang bergerak di bidang kebudayaan, pengembangan, dan diplomasi digital. "Sebagai pelaku diplomasi publik, SIF memiliki pemahaman yang mendalam tentang nuansa budaya komunikasi di Asia, dan USC Center on Public Diplomacy merasa terhormat dapat bermitra dengan SIF dalam misinya untuk menyatukan komunitas dunia,” kata Jian (Jay) Wang.

Dia menambahkan publikasi yang telah disusun SIF memberikan wawasan bermanfaat tentang praktik diplomasi publik yang dilakukan oleh negara-negara di ASEAN saat ini. "Saya berharap hal tersebut dapat membangkitkan komunitas di Asia Tenggara untuk lebih tertarik dan dapat berpartisipasi aktif dalam subjek pembahasan ini,” katanya.

BACA JUGA :  2 Peserta Tes CPNS Kalbar Positif Corona, Masih Mengikuti Ujian di Ruang Terpisah

Sejak tahun 1991, Singapore International Foundation (SIF) telah berupaya untuk terus menyatukan warga Singapura dan komunitas dunia dengan membangun persahabatan yang langgeng dengan bertukar ide, keterampilan, dan pengalaman. SIF yang telah berkolaborasi dengan lebih dari 700 institusi, 4.000 relawan Singapura, dan 45.000 jaringan pertemanan dari seluruh dunia, telah berhasil membawa perubahan positif bagi hampir 16 juta orang di 28 negara.

Dalam rangka merayakan 30 tahun membangun hubungan manusia, SIF mengadakan konferensi Diplomasi Publik di Asia yang akan diadakan pertama kali di Singapura pada 26 – 30 Juli 2021. Konferensi dibuka dengan sambutan oleh Tamu Kehormatan Menteri Singapura. Luar Negeri Dr Vivian Balakrishnan. Acara virtual, yang diselenggarakan dalam kemitraan dengan Pusat Diplomasi Publik Universitas Southern California, akan mempertemukan 40 pakar diplomasi publik (PD) dari 15 negara, yang mewakili sektor swasta, publik dan masyarakat. Diskusi lima hari tersebut akan fokus pada kebijakan dan praktik diplomasi publik di Asia, serta peluncuran Winning Hearts and Minds: Public Diplomacy in ASEAN.

Loading...

Konferensi ini mengkaji bagaimana orang-orang di negara-negara Asia melibatkan publik global untuk memperkuat saling pengertian dan menumbuhkan kepercayaan antara negara dan warganya. Konferensi ini juga membahas kontribusi untuk studi budaya, serta pengembangan dan diplomasi digital. Konferensi ini juga akan menyoroti pertumbuhan peran pemuda, bisnis dan kota dalam hubungan internasional.

Dalam konferensi ini, publik juga menyaksikan peluncuran Winning Hearts and Minds: Public Diplomacy in ASEAN – kompilasi diplomasi publik pertama di Asia Tenggara. Dalam buku tersebut, penulis dari sepuluh negara ASEAN memberikan perspektif mereka tentang pendekatan negara mereka terhadap diplomasi publik, bagaimana perkembangannya selama bertahun-tahun dan aspirasi mereka untuk masa depan.

BACA JUGA :  Pemerintah Tak Ragu Main Indikator Pandemi, Bursa Turun 1%

Direktur, Manajemen Strategis SIF Reuben Kwan yang membawahi publikasi katanya, meskipun diplomasi publik memainkan peran penting dalam membentuk perdamaian, ada keterbatasan literatur dan penelitian tentang bagaimana hal itu dipraktikkan di Asia. Melalui Winning Hearts and Minds: Public Diplomacy in ASEAN, tim berusaha menjelaskan praktik dan kontribusi Asia pada diplomasi publik, yang dipengaruhi oleh konteks budaya dan geopolitik yang unik di kawasan ini. “Lebih penting lagi, kami ingin melihat apa lagi yang bisa kami lakukan untuk memperkuat kepercayaan dan kolaborasi di kawasan ini,” kata Reuben Kwan.

Selain terlibat dalam diskusi yang menarik, para tamu konferensi juga dapat berjejaring dengan sesama peserta dan bertemu dengan sukarelawan SIF – sukarelawan Singapura yang bertindak sebagai Duta Warga Negara – serta teman dan mitra luar negeri.

Jean Tan mengatakan diplomasi publik menjadi fokus kerja SIF. “Kami berusaha menyatukan komunitas yang beragam melalui program kolaboratif dan relasional yang menumbuhkan rasa saling menghormati dan memperkuat ikatan dan kepercayaan untuk kebaikan umat manusia,” katanya. Dalam konferensi yang menyoroti pentingnya membangun hubungan antarmanusia. Jean Tan berharap lebih banyak orang Singapura dan teman-temannya akan mendukung pekerjaan yang dilakukan timnya.





Terimakasih sudah membaca artikel Diplomasi Publik Berperan Penting dalam Membangun Perdamaian

dari SatuPos.com

Nilai Kualitas Konten