Dunia Berbalik, Buronan Divonis Bebas, Penyidik ​​KPK Yang Ditangkap Tidak Bertugas

by -0 views
1631479651 statik.tempo .co - SatuPos.com


SatuPos.com, Jakarta – Dunia sedang terbalik, hampir semua sisi kehidupan saat ini sedang mengalami pembalikan, apalagi di era pandemi saat ini. Kabar positifnya, sebenarnya ada perasaan sedih di baliknya. Positif Covid-19, misalnya. Kegiatan yang dulunya mudah dilakukan kini dibatasi bahkan dilarang.

Dunia jungkir balik juga mulai merambah di KPK, lembaga pemberantasan korupsi atau sekarang lebih memilih sebagai lembaga pencegahan korupsi.

Kicauan Giri Suprapdiono, salah satu direktur di KPK, mengungkap nasib dua penyidik ​​KPK yang berhasil menangkap buronan Samin Tan.

“Samin Tan bebas, yang menangkap buronan … sedang tidak bertugas,” tulis Giri di akun Twitter @Girisuprapdiono pada 31 Agustus 2021. Tweet itu disertai dengan unggahan foto yang menunjukkan Samin Tan dipimpin oleh dua penyidik ​​KPK.

Seperti diketahui, Pengadilan Tipikor Jakarta memutuskan bos PT Borneo Lumbung Energi itu bebas. Sebelumnya, Samin Tan dituding memberikan suap kepada mantan Wakil Ketua Komisi Energi DPR itu. Dan hakim menemukan dia tidak bersalah.

“Menyatakan terdakwa Samin Tan tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana,” kata Ketua Majelis Hakim Panji Surono di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Senin, 30 Agustus 2021.

Ironisnya, saat Samin Tan dibebaskan dari vonis tersebut, dua penyidik ​​KPK yang menangkapnya malah diancam akan dibebaskan dari tugas atau dipecat karena tidak lulus Tes Wawasan Nasional disingkat TWK.

Baik Ambarita Damanik maupun Yudi Purnomo, penyidik ​​senior KPK yang menangani sejumlah kasus korupsi, termasuk di Satupos 75 pegawai KPK yang tidak lolos TWK. KPK menilai Damanik dan Yudi tidak bisa lagi dibina.

Meski Ombudsman dan Komnas HAM telah menyatakan TWK bermasalah, namun KPK bertekad memecat 56 pegawai KPK yang tidak lulus TWK per 1 November 2021.

BACA JUGA :  Big Hit Music membuka audisi global untuk merekrut pria berbakat : Berita K-Pop
Loading...

Menanggapi ejekan Giri, Yudi pun membalas dengan menandai unggahan Giri. Bagi Yudi, hal yang paling menakutkan saat menjadi penyidik ​​KPK adalah risiko teror. Namun dia tidak pernah menyangka bahwa terdakwa yang ditangkapnya akan dibebaskan, sementara dia diancam akan dipecat.

“Ketika saya tanya bagaimana perasaan saya, jujur ​​pikiran terliar adalah ketika saya menjadi penyidik ​​KPK paling teror. Belum pernah ada kejadian bersejarah seperti ini ketika mereka yang ditangkap dibebaskan, tetapi mereka yang ditangkap akan diberhentikan dari jabatannya. kerja November,” cuit Yudi Purnomo, Selasa, 31 Agustus 2021.

Tak sedikit pengguna Twitter yang mengungkapkan kekesalannya, @rahmaniarbaftim bahkan menyebut KPK sebagai kepanjangan Komisi Pemberantasan Korupsi, “Alamaaaaaak, hukum macam apa ini!!? Komisi Pemberantasan Korupsi. Selamat,,,,selamat,,, berpestalah wahai para koruptor, negeriku sangat baik datang kepadamu,” tulisnya. “Partai koruptor di negeri ini, ketika hukum bisa dimanipulasi unsur-unsurnya,” tulis @sunyi86338027.

Samin Tan ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK sejak 1 Februari 2019 dan beberapa kali absen saat dipanggil penyidik. Kemudian pada 17 April 2020, KPK menetapkan Samin Tan sebagai buronan dan ditangkap pada 5 April 2021.

Kini Samin Tan telah dinyatakan bebas dan dua penyidik ​​KPK, Damanik dan Yudi, yang berhasil menyeretnya ke tahanan KPK terancam dipecat.

Baru-baru ini, KPK telah mengajukan banding terhadap pembebasan bos batu bara Samin Tan. Jaksa KPK telah mengajukan memori kasasi ke Mahkamah Agung pada Kamis, 9 September 2021.

HENDRIK KHOIRUL MUHID

Baca juga: Bongkar Kasus Korupsi, Penyidik ​​KPK Ini Tidak Lulus Uji Wawasan Nasional





Terimakasih sudah membaca artikel Dunia Berbalik, Buronan Divonis Bebas, Penyidik ​​KPK Yang Ditangkap Tidak Bertugas

dari SatuPos.com

Nilai Kualitas Konten

BACA JUGA :  Harga emas naik 2,3 dolar menjelang rilis data inflasi AS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *