Film untuk Ditonton di Eropa Di Layar 2021

by -1 views
d1203c3b4ebeb5552bff7b1dbfb5eb35 - SatuPos.com


Mengulangi mode perayaan tahun lalu, EoS tahun ini kembali diadakan secara online. Festival Film Benua Biru yang biasanya menempati gedung-gedung budaya di Jakarta dan di beberapa kota besar di Indonesia, kini berpeluang menjangkau khalayak yang lebih luas.

Berlangsung pada 15-21 September, film Eos tahun ini lebih banyak dibandingkan tahun lalu. Dari 41 film, berkembang menjadi 54 film, termasuk film pendek yang memenangkan pitching di tahun 2020. Seperti biasa, EoS akan membagi menjadi bagian fiksi dan dokumenter.

Berikut adalah beberapa film yang patut Anda perhatikan dan tambahkan ke daftar tontonan Anda selama festival, yang dapat diakses secara gratis di situs festivalscope.com.

1. Kolektif (Rumania)

Mari kita mulai dengan genre dokumenter terlebih dahulu. Film dokumenter Rumania Collective dinominasikan untuk film dokumenter dan fitur internasional terbaik di Academy Awards 2021.

Film ini mengikuti kisah kebakaran yang terjadi di klub malam Colectiv, yang menyebabkan 27 orang tewas dan 180 luka-luka pada tahun 2015. Tak lama kemudian, semakin banyak korban luka bakar meninggal karena luka yang sebenarnya tidak mengancam jiwa. Film dokumenter ini adalah investigasi korupsi dalam sistem kesehatan Rumania. Anda bisa menonton filmnya mulai 23 September.

2. Rockfield: The Studio on the Farm (Inggris)

Masih dalam genre dokumenter, kali ini datang dari Inggris. Jika Anda penggemar musik, jangan lewatkan Rockfield: The Studio on the Farm.

Film yang disutradarai oleh Hannah Berryman ini akan menampilkan aksi termasuk Coldplay, Stone Roses, Oasis. Rockfield: The Studio on the Farm mengikuti Ward bersaudara yang mengubah warisan pertanian keluarga mereka menjadi studio musik yang menjadi saksi kelahiran musisi legendaris. Anda bisa menonton film ini mulai 21 September.

BACA JUGA :  Ada Ford Mustang Ice White untuk pecinta kulit putih

3. Setiap Hari Sekarang (Finlandia)

Berdasarkan kisah masa kecil sutradara Hamy Ramezan, film Any Day Now menceritakan kisah keluarga pengungsi dari Iran yang hampir dideportasi ketika permohonan suaka mereka ditolak.

Setelah membuat daya tarik terakhir mereka, mereka mencoba menjalani kehidupan sehari-hari mereka dengan cara yang positif, menghargai setiap momen kehidupan.

Any Day Now membuka Europe on Screen 2021. Film ini masuk nominasi dalam program Generation Kplus untuk Film Fitur Terbaik di Festival Film Internasional Berlin 2021.

4. Tanah Merah (Prancis)

Seorang perawat bernama Nour bekerja di pabrik kimia tempat ayahnya bekerja. Dengan bantuan seorang jurnalis muda, ia menemukan banyak rahasia gelap perusahaan. Nour harus memilih Satupos menyelamatkan ayahnya, atau melaporkan rahasia kelam itu kepada pihak berwajib.

Film yang disutradarai oleh Farid Bentoumi ini menjadi official selection Festival Film Cannes 2020. Anda dapat menontonnya mulai 16 September.

5. Stop-Zemlia (Ukraina)

Lonely Masha menghabiskan tahun terakhirnya di sekolah bersama dua sahabatnya, Yana dan Senia. Jatuh cinta dengan pria tampan memaksa Masha keluar dari zona nyamannya. Ini adalah penggambaran yang otentik dan sensitif tentang dunia anak muda di saat-saat gelisah, penyesuaian, dan jatuh cinta.

Film yang disutradarai oleh Kateryna Gornostai ini menjadi Film Fitur Terbaik dalam program Generasi 14plus Berlin International Film Festival 2021. Anda dapat menontonnya mulai 18 September.

Loading...

6. Kami Adalah Seribu

Pada tahun 2015, seorang ahli biologi kelautan yang menyukai rock berhasil mengumpulkan seribu musisi di Italia untuk bermain musik bersama, untuk meyakinkan band Foo Fighters untuk datang. Berawal dari sebuah petisi, akhirnya terciptalah band rock terbesar di dunia.

BACA JUGA :  Hore! 1,6 Juta Buruh Dapat Subsidi Gaji Rp1 Juta BLT : SatuPos Economy

Film yang disutradarai oleh Anita Rivaroli ini akan menjadi film penutup di EoS 2021. Film tersebut memenangkan Audience Award di Hot Docs International Documentary Festival 2021 dan Audience Award di SXSW Film Festival 2021. Anda bisa menontonnya mulai 27 September.

7. Tiga Film Pendek SFPP (Indonesia)

Selain nonton film fiksi dan dokumenter Eropa, di EoS 2021 kamu juga bisa nonton film pendek pemenang EoS 2020 Short Film Pitching Project (SFPP).

Film yang memenangkan SFPP adalah Ghulam (sutradara Nashiru Setiawan), yang menceritakan kisah Ghulam dan Kecap yang bertekad untuk memutar film di layar tetap meskipun kritik dan teror dari masyarakat setempat untuk membatalkan pemutaran film karena dianggap dianggap mengandung unsur pornografi.

Film To My Wife/Marta, I’m Home (Patrick Warmanda), menceritakan kisah Yohan, yang setelah kematian istrinya, dia menyimpan peti mati di kamarnya dan bersikeras untuk ditinggal sendirian. Hal ini juga yang membuat anak bingung dengan perilaku sang ayah.

Film Tour de Serpong (Steven Vicky S), bercerita tentang Anton yang kabur dari rumahnya untuk belajar di Paris. Setelah ditipu oleh agen beasiswa, Anton berakhir di Serpong. Kemudian dia bertemu Komang, seorang pedagang kopi keliling yang membantunya menemukan Paris di Serpong.

Ketiga film pendek tersebut bisa kamu tonton mulai 22 September mendatang. (M-2)






Terimakasih sudah membaca artikel Film untuk Ditonton di Eropa Di Layar 2021

dari SatuPos.com

0 Reviews

Write a Review

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *