HKTI Wonosobo mendorong peternak dombo menjadi pengusaha profesional

by -0 views
dombos - SatuPos.com



dombos - SatuPos.com

Program ini mengawali upaya kami untuk mendorong peternak dombos memiliki manajemen ala perusahaan, berapapun jumlah ternaknya, harus ada pembukuan yang rapi dan perhitungan akuntansi yang jelas.

Wonosobo (Satupos) – Himpunan Petani Indonesia (HKTI) Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, mendorong para peternak (dombos) Wonosobo untuk mulai bertransformasi menjadi bisnis yang lebih profesional sehingga ke depan bisa berdampingan dengan dunia perbankan untuk berbisnis. perkembangan.

Ketua HKTI Kabupaten Wonosobo, Agus Wibowo, dalam siaran persnya di Wonosobo, Minggu, mengatakan keberadaan peternak dombo belum diperhatikan oleh perbankan.

“Dengan demikian, usaha peternakan domba yang memanfaatkan bulunya sebagai bahan baku kain kualitas ekspor, seolah berjalan di tempat,” katanya.

Memahami kondisi tersebut, kata dia, HKTI Kabupaten Wonosobo bekerjasama dengan Fakultas Ekonomi Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang pada tahap awal mengajak peternak dombos untuk mengikuti program “matching fund”.

“Program ini mengawali upaya kami untuk mendorong peternak dombos memiliki manajemen ala perusahaan, berapa pun jumlah ternaknya, harus ada pembukuan yang rapi dan perhitungan akuntansi yang jelas,” kata Agus Wibowo yang juga Kepala Dinas Pariwisata dan Pariwisata Kabupaten Wonosobo. Dinas Kebudayaan.

Menurutnya, peternak dombo di Kabupaten Wonosobo memiliki potensi besar untuk mendukung sektor ekonomi kreatif yang nantinya menjadi salah satu produk unggulan daerah.

“Sebenarnya awal mula ide mengundang peternak dombos adalah karena kebetulan saya berada di Dinas Pariwisata dan Kebudayaan untuk menggali potensi kreatif apa yang nantinya akan diangkat sebagai produk unggulan Wonosobo,” ujarnya.

Dikatakannya, Wonosobo yang saat ini memiliki kerajinan batik yang unik, harus bersaing dengan daerah lain seperti Yogyakarta, Pekalongan, dan Solo yang lebih dulu dikenal pasarnya. Oleh karena itu, pihaknya kemudian berupaya agar produk fashion dari Wonosobo benar-benar unik dan berbeda dari daerah lain.

BACA JUGA :  Suzuki XL7 Raih Penghargaan CECA 2021

“Satu hal yang bisa dimunculkan adalah produk fesyen berbahan dasar kain yang berasal dari bulu domba ini,” ujarnya.

Dikatakannya, dengan adanya pembekalan pengelolaan peternakan ala perusahaan, diharapkan para peternak domba dapat mendongkrak jumlah ternaknya sehingga ketika industri fesyen bergulir dan membutuhkan bahan baku dalam jumlah besar tidak terkendala. oleh kurangnya bulu domba.

Loading...

“Pengembangan usaha tanpa modal tentu sulit, oleh karena itu kami berusaha agar nanti mereka bisa mengakses permodalan melalui perbankan dan siap dengan kebutuhan dasar seperti pembukuan dan pembukuan.” dia berkata.

Wakil Bupati Wonosobo Muhammad Albar mengapresiasi kegiatan tersebut, HKTI berinisiatif meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat melalui pengembangan domba. Hal ini sejalan dengan aspirasi pemerintah untuk mencapai kemandirian daerah.

“Kegiatan ini menarik, banyak peternak milenial yang menjadi peserta pelatihan ini,” ujarnya.

Albar menilai, dibutuhkan sumber daya manusia yang mumpuni, tangguh, dan cerdas guna mencapai efektivitas dalam budidaya sehingga dihasilkan produk peternakan yang efisien dan berdaya saing di tingkat global.

“Oleh karena itu, langkah-langkah regenerasi peternak juga diperlukan agar kaum milenial sebagai pemegang tampuk keberlanjutan usaha peternakan ke depan juga segera turut andil mendukung upaya mulia ini,” ujarnya.

Baca juga: Presiden Sebut Dombos untuk Domba Belanda di Wonosobo

Baca juga: Dubes India Kunjungi Kabupaten Wonosobo

Baca juga: Wonosobo bertekad jadi penyangga kebutuhan bawang putih nasional

Reporter: Heru Suyitno
Editor: Ahmad Buchori
HAK CIPTA © Satupos 2021



Terimakasih sudah membaca artikel HKTI Wonosobo mendorong peternak dombo menjadi pengusaha profesional

dari SatuPos.com

Nilai Kualitas Konten

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *