Indonesia Sulit Mendapatkan Investor Migas, Kenapa?

by -0 views
4447e43a 30ed 4259 a986 8157afa2fed0 169 - SatuPos.com



4447e43a 30ed 4259 a986 8157afa2fed0 169 - SatuPos.com

Jakarta, SatuPos Indonesia Pemerintah berupaya memberikan insentif di sektor hulu migas untuk menarik investor. Namun sayang, sejumlah insentif yang telah diberikan belum mampu menarik investor. Beberapa blok migas yang dilelang pemerintah tidak sepenuhnya menarik investor.

Praktisi sektor hulu migas Tumbur Parlindungan mengatakan, iklim investasi Indonesia masih harus diperbaiki jika ingin mengundang investor baru. Menurutnya, masalah utamanya adalah kesucian kontrak (kemurnian kontrak).

“Hingga saat ini kesucian kontrak masalah yang dominan hulu migas merupakan investasi jangka panjang,” ujarnya kepada SatuPos Indonesia, Selasa (9/7/2021).

Ia mengatakan, meski berbagai insentif telah diberikan pemerintah, Indonesia juga perlu melihat negara lain. Menurutnya, Indonesia perlu membandingkan daya saingnya dengan negara lain, terutama negara tetangga.

“Negara terdekat seperti Timor Leste, Malaysia, Vietnam sekaligus menawarkan atau melelang bloknya dan secara fiskal lebih menarik dibandingkan Indonesia,” jelasnya.

Lebih lanjut dia mengatakan blok migas yang ditawarkan Indonesia tidak cukup besar untuk menarik investor besar atau pemain besar.

“Secara umum perusahaan minyak dan gas memiliki minimal ukuran dari sumber daya/cadangan mereka akan berinvestasi dan blok yang ditawarkan di bawah minimum ukuran untuk Perusahaan Besar sebagai dasar untuk entri negara,” dia melanjutkan.

Kemudian, dengan banyakinvestor lama‘ yang meninggalkan Indonesia, menurutnya, juga merupakan sinyal buruk dan preseden buruk bagi investor baru untuk masuk ke Indonesia atau menambah investasinya di Indonesia.

“Secara tidak langsung, Indonesia dalam status ‘tunggu dan lihatuntuk perubahan iklim investasi (untuk investasi perubahan iklim),” ujarnya.

Perlu diketahui, pemerintah menawarkan empat blok migas melalui penawaran langsung (penawaran langsung) tahap pertama 2021 pada 17 Juni. Keempat blok migas tersebut Satupos lain blok South CPP, Liman, Sumbagsel dan Rangkas.

BACA JUGA :  Girls' Generation Memicu Tawa Dengan Dukungan Chaotic Untuk Hyoyeon : Berita K-Pop

Namun dari empat blok yang ditawarkan, hanya dua blok yang diminati investor dan pemenangnya adalah Blok South CPP yang dimenangkan oleh PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) dan Blok Liman oleh Husky Energy International Corporation.

Sejak awal pembukaan lelang pada 17 Juni 2021, pemerintah optimis blok migas yang ditawarkan akan laku karena telah memperbaiki regulasi dan syarat dan ketentuan (syarat dan ketentuan/ S&K) kontrak.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Tutuka Ariadji mengatakan, ada perbaikan syarat dan ketentuan (T&C) lelang WK ​​migas tahun ini. Ia menjelaskan, insentif yang diberikan tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Ini tidak lain bertujuan untuk menarik investor.

Loading...

Beberapa insentif yang diberikan Satupos lain peningkatan bagi hasil (membelah) bagi investor atau kontraktor kontrak kerja sama (KKKS).

Untuk minyak, bagi hasil tertinggi untuk pemerintah adalah 80% dan kontraktor 20% atau 80:20 dan yang terendah untuk bagi hasil pemerintah adalah 55% dan untuk kontraktor 45% atau 55:45.

Kemudian untuk produksi gas bagi hasil tertinggi untuk pemerintah adalah 75% dan untuk kontraktor 25% atau 75:25 dan bagi hasil terendah untuk pemerintah adalah 50% dan untuk kontraktor 50% atau 50:50.

“Ada beberapa insentif, kita sudah buktikan kita mendengarkan masyarakat migas Indonesia seperti IPA, kita naikkan berbagi perpecahan,” jelasnya dalam “The 45th IPA Convention and Exhibition 2021” secara virtual, Rabu (9/1/2021).

Kedua, insentif yang diberikan adalah penetapan harga migas untuk penjualan dalam negeri (Kewajiban Pasar Domestik/ DMO) hingga 100% untuk kontrak migas (Kontrak Bagi Hasil/ PSC) Cost Recovery dan juga PSC Gross Split.

BACA JUGA :  Mantan Anggota THE ARK Jane Chun Berbicara Tentang Apa yang Sebenarnya Terjadi Selama Pembubaran Mereka : Berita K-Pop

Ketiga, lanjut Tutuka, insentif berupa pengurangan bagi hasil dari tetesan minyak pertama yang dihasilkan atau minyak bumi tahap pertama (FTP) sebesar 10%. Keempat, bonus tanda tangan (bonus tanda tangan) yang bersifat lelang terbuka atau penawaran terbuka.

Dan terakhir, keleluasaan kontraktor migas dalam memilih bentuk kontrak kerja sama, apakah akan memilih PSC Cost Recovery atau Gross Split PSC.

Namun faktanya, dalam pengumuman pemenang lelang blok migas pada Jumat (9/3/2021), hanya ada dua blok migas yang menjadi pemenang, yakni:

1. PT Energi Mega Persada Tbk untuk Blok South CPP, Riau Barat.
Bonus tanda tangan sebesar US$ 500 ribu atau sekitar Rp. 7,2 miliar (dengan asumsi kurs Rp 14.500 per US$).
2. Husky Energy International Corporation untuk Blok Liman, Jawa Timur.
Bonus tanda tangan US$ 200 ribu atau sekitar Rp 2,9 miliar.

Total komitmen investasi pasti dari kedua wilayah kerja migas tersebut sebesar US$ 20.300.000 (Rp 294 miliar) dan bonus tanda tangan sebesar US$ 700.000 (Rp 10 miliar).

[Gambas:Video CNBC]

(wi)




Terimakasih sudah membaca artikel Indonesia Sulit Mendapatkan Investor Migas, Kenapa?

dari SatuPos.com

0 Reviews

Write a Review

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *