Investor Jika Ingin Mendapatkan Insentif Harus Berkolaborasi Dengan Pengusaha Lokal

by -0 views
15783 menteri investasikepala badan koordinasi penanaman modal bkpm bahlil lahadalia - SatuPos.com



15783 menteri investasikepala badan koordinasi penanaman modal bkpm bahlil lahadalia - SatuPos.com

SatuPos.com – Menteri Penanaman Modal/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mengatakan pemerintah telah membuat peraturan yang mewajibkan investor untuk bekerja sama dengan pengusaha lokal.

Menurutnya, hal ini penting agar partisipasi pengusaha daerah juga dirasakan dalam proyek investasi.

Selain itu, kata dia, investor yang bekerjasama dengan pengusaha lokal juga bisa mendapatkan insentif dari pemerintah.

“Syarat utamanya sekarang kalau kita memberikan insentif, harus ada kerjasama dengan pengusaha daerah karena saya tidak ingin masyarakat lokal hanya menjadi obyek kehadiran investasi. Saya ingin daerah menjadi subyek dan obyek dalam pembangunan ekonomi. ,” kata Bahlil dalam Webinar, Rabu (8/8). 9/2021).

Baca juga:
Asal Usul Holywings, dari Warung Nasi Goreng Hingga Nikita Mirzani Jadi Pemegang Saham

Bahlil mengatakan kerjasama tersebut harus mendapat dukungan agar terjadi pemerataan investasi.

Ia juga mengklaim keseimbangan Satupos penanaman modal asing dan dalam negeri, serta Satupos Jawa dan Luar Jawa mulai seimbang.

Keseimbangan ini diharapkan berdampak pada keseimbangan pertumbuhan ekonomi antar daerah.

Namun, kata dia, dalam kerjasama Satupos investor dan pengusaha lokal ini, dia tidak ingin ada praktik persekongkolan.

Loading...

Bahlil tidak ingin nepotisme dalam penunjukan pengusaha lokal dalam suatu proyek karena ia adalah tim sukses seorang Kepala Daerah.

Baca juga:
Sejarah Holywings: Tempat Hangout Viral, Dulunya Warung Nasi Goreng

“Bukan pengusaha proposal yang, karena tim sukses kepala daerah A, kepala daerah B, tanpa memperhatikan kualitas dan kinerja kemudian diangkat,” katanya.

Bahlil juga mendorong transformasi ekonomi yang digaungkan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Ia menjelaskan, transformasi ekonomi yang menjadi indikator utama adalah bagaimana memberikan nilai tambah dengan instrumen industrialisasi.

“Kayu kita (di Papua) luar biasa, tapi tidak ada yang masuk 10 besar dunia untuk furnitur,” katanya.

BACA JUGA :  Ni-Ki ENHYPEN mengikuti lima teman satu grupnya yang dikonfirmasi positif COVID-19 : Berita K-Pop





Terimakasih sudah membaca artikel Investor Jika Ingin Mendapatkan Insentif Harus Berkolaborasi Dengan Pengusaha Lokal

dari SatuPos.com

0 Reviews

Write a Review

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *