Kemlu bantu penuhi hak dua ABK WNI yang dilempar ke laut

by -1 views
antarafoto perlindungan untuk abk indonesia 270820 mrh 3 - SatuPos.com



antarafoto perlindungan untuk abk indonesia 270820 mrh 3 - SatuPos.com

Jakarta (Satupos) – Kementerian Luar Negeri RI turut membantu pemenuhan hak dua awak kapal yang jenazahnya dibuang ke laut oleh nakhoda kapal penangkap ikan berbendera China Long Xing 629, pada Desember 2019 dan Maret. 2020.

Keluarga kedua awak kapal (ABK) bernama Sepri (24), dan Ari (24), mendapat pemenuhan hak dari pemasok tenaga kerja PT Karunia Bahari Samudera (KBS) berupa gaji, deposito, santunan, dan asuransi.

“Hak-hak tersebut dipenuhi oleh PT KBS dalam dua kali pertemuan, masing-masing pada 13 Mei dan 27 Agustus 2020 di Kementerian Luar Negeri,” kata Kemenlu dalam keterangan tertulis, Sabtu, tanpa menyebut jumlah hak finansial yang diterima ahli waris. .

Semua hak tersebut, menurut kementerian, telah diserahkan kepada ahli waris sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2000 tentang Kelautan.

“Pemenuhan hak ini dilakukan berkat kerja sama Kementerian Luar Negeri dan kementerian/lembaga terkait serta Serikat Pekerja Perikanan Indonesia,” kata Kemlu.

Kasus pelepasan ABK WNI ke laut dari Long Xing 629 mendapat perhatian publik setelah saluran televisi Korea Selatan, MBC, pada 5 Mei 2020 melaporkan dugaan pelanggaran HAM terhadap sejumlah ABK.

MBC melaporkan bahwa banyak ABK Indonesia yang tidak dirawat dengan baik dan tidak mendapatkan perawatan yang memadai ketika mereka sakit.

ABK Sepri menjadi korban pertama yang jasadnya dibuang ke laut pada 22 Desember 2019, sedangkan jasad Ari dihempaskan ke laut dari kapal Tian Yu 8 pada Maret 2020.

Tak hanya Sepri dan Ari, ABK Muhammad Alfatah juga meninggal karena sakit dan jasadnya dibuang ke laut dari kapal nelayan China, Long Xing 802.

Terakhir, ABK Effendi Pasaribu, 21, yang juga bekerja di kapal nelayan China, meninggal dunia di sebuah rumah sakit di Kota Busan, Korea Selatan, pada April 2020.

BACA JUGA :  Inilah 20+ Kali BTS dan Coldplay Membuktikan Mereka Adalah Penggemar Terbesar Satu Sama Lain : Berita K-Pop
Loading...

Pemerintah Indonesia telah memulangkan 14 WNI yang bekerja di kapal Long Xing 629 pada Mei 2020. Beberapa pekan setelah belasan ABK kembali ke tanah air, Polri menetapkan tiga orang sebagai tersangka dalam dugaan tindak pidana perdagangan orang. orang (TPPO) dalam hal ini.

Ketiga tersangka merupakan pegawai dan pejabat tiga perusahaan penyedia tenaga kerja, yakni William Gozaly, pegawai PT Alfira Pratama Jaya di Bekasi; Direktur PT Sinar Muara Gemilang di Pemalang, Joni Kasiyanto; dan karyawan PT Lakemba Perkasa Bahari di Tegal, Kiagus M Firdaus.

Ketiga tersangka diduga melanggar Pasal 4 Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan TPPO.

Sejauh ini, polisi belum memberikan informasi terkait status PT KBS.

Baca juga: 3 Berkas Tersangka Kasus ABK Dilarang Diserahkan ke Kejaksaan Tahap 1

Baca juga: China Sebut Jenazah ABK WNI Dikuburkan Sesuai Aturan ILO, Disetujui Keluarga

Baca Juga: Temui ABK WNI, Kepala BP2MI Janji Negara Hadir Melindungi

Jenazah ABK yang meninggal di Korea Selatan telah dibawa ke Indonesia

Reporter: Genta Tenri Mawangi
Penerbit: Tia Mutiasari
HAK CIPTA © Satupos 2020



Terimakasih sudah membaca artikel Kemlu bantu penuhi hak dua ABK WNI yang dilempar ke laut

dari SatuPos.com

Nilai Kualitas Konten

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *