Pemerkosaan Cucu di Aceh Dihukum 200 Bulan Penjara

by -0 views
57bd5113 e11c 46b7 948b d8a96adbc8eb 169 - SatuPos.com



57bd5113 e11c 46b7 948b d8a96adbc8eb 169 - SatuPos.com

Jakarta, CNN Indonesia

Majelis Hakim Pengadilan Syar’iyah Jantho Kabupaten Aceh Besar, Aceh memvonis terdakwa berinisial RS dengan hukuman 200 bulan penjara karena terbukti secara sah telah melakukan tindak pidana memperkosa melawan cucunya sendiri.

“Terdakwa di rumah sakit, kakek yang memperkosa cucu kandungnya, terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan perkosaan dengan sengaja,” kata Ketua Mahkamah Syar’iyah Jantho Siti Salwa, di Aceh Besar, mengutip Satupos, Selasa. 7/9).

Siti mengatakan, vonis yang dijatuhkan majelis hakim merupakan hukuman maksimal bagi pemerkosa sebagaimana diatur dalam Pasal 46 Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat.

Dalam pasal tersebut diatur bahwa barang siapa dengan sengaja melakukan perkosaan terhadap orang yang mempunyai hubungan mahram dengannya diancam dengan uqubat ta’zir, cambuk paling banyak 200 kali atau denda paling sedikit 1.500 gram emas.

“Paling banyak 200 gram emas murni, atau penjara paling singkat 150 bulan dan paling lama 200 bulan penjara,” katanya.

Siti mengatakan, terdakwa diberikan hukuman maksimal karena perbuatannya sangat meresahkan masyarakat Aceh yang kental dengan nilai-nilai Islam.

Loading...

Perbuatan terdakwa juga dinilai tidak menghormati dan mendukung penerapan syariat Islam di Aceh. Dia seharusnya melindungi cucu kandungnya, bahkan tidak melakukan tindakan negatif seperti pemerkosaan.

“Semoga putusan yang dijatuhkan majelis hakim dapat menjadi pelajaran bagi masyarakat Aceh Besar pada khususnya dan Aceh pada umumnya, untuk menjaga dan mengendalikan lingkungan bermain anak-anak,” kata Siti Salwa.

(Satupos/bmw)

[Gambas:Video CNN]






Terimakasih sudah membaca artikel Pemerkosaan Cucu di Aceh Dihukum 200 Bulan Penjara

dari SatuPos.com

0 Reviews

Write a Review

BACA JUGA :  Gila tuduh BRI hilang uang, Netizen ini malah ngaku salah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *