Anggota DPR minta pemerintah lindungi industri baja nasional

by -1 views
Target Produksi Baja Nasional 2025 04102019 Fm 1a - SatuPos.com



Target Produksi Baja Nasional 2025 04102019 Fm 1a - SatuPos.com

Pemerintah harus membuat aturan seperti perlindungan, setidaknya bahan impor ini tidak membanjiri pasar kita yang bisa kita produksi sendiri

Jakarta (Satupos) – Pemerintah perlu lebih melindungi dan memperkuat industri baja nasional, termasuk PT Krakatau Steel yang dinilai mampu memenuhi permintaan dan pemenuhan kebutuhan pelat baja terkait produksi industri dalam negeri.

Ketua Komisi VII DPR RI Maman Abdurahman dalam rilisnya di Jakarta, Sabtu, menyatakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) telah mampu memenuhi harapan pemerintah dengan menerapkan teknologi industri 4.0 yang diterapkan pada produksinya.

“PT Krakatau Steel telah berhasil dan mampu menghasilkan salah satu produk steel coil dengan teknologi yang luar biasa, mengadaptasi teknologi yang diharapkan Kementerian Perindustrian yaitu Teknologi 4.0,” ujarnya.

Maman mendorong partisipasi maksimal semua pihak untuk menghidupkan kembali industri baja dalam negeri sebagai salah satu sektor strategis dalam mendukung kebutuhan bahan baku industri lainnya.

Selain itu, kata dia, Komisi VII DPR RI mendorong adanya beberapa regulasi yang mendukung upaya peningkatan produksi industri dalam negeri seperti yang telah dilakukan Krakatau Steel.

Sementara itu, Anggota Komisi VII DPR RI Abdul Kadir Karding mendesak pemerintah membuat semacam regulasi impor terkait bahan baku yang bisa diproduksi di dalam negeri.

“Pemerintah harus membuat regulasi seperti proteksi, setidaknya bahan impor ini tidak membanjiri pasar kita, yang bisa kita produksi sendiri,” kata Karding.

Karding menilai masalah ini terjadi karena masih banyak bahan baku impor yang masuk ke pasar tanpa Standar Nasional Indonesia (SNI). Akibatnya, bahan baku impor memiliki harga yang lebih rendah dibandingkan bahan baku produksi dalam negeri.

Sementara itu, Anggota Komisi VII DPR RI Andi Yuliani Paris juga melihat adanya standar ganda terkait regulasi bahan baku impor yang beredar di pasaran.

BACA JUGA :  Wall Street sedikit lebih kuat di tengah data yang suram
Loading...

“Baja impor masih cukup banyak. Di sisi lain, Indonesia telah menetapkan bahwa baja yang digunakan di dalam negeri harus memiliki standar SNI, namun banyak baja impor yang tidak memenuhi standar SNI,” kata Andi Yuliani.

Andi meyakini hal ini menyebabkan harga bahan baku impor menjadi lebih murah, sehingga penyerapan baja produksi industri Indonesia yang tersedia di pasar menurun.

Sebelumnya, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan pemerintah akan memperketat komitmen Peningkatan Penggunaan Produksi Dalam Negeri bagi industri baja agar bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri.

Menperin menilai impor baja nasional saat ini cukup terkendali dari sisi supply and demand. Kenaikan harga baja konstruksi diketahui karena kenaikan harga baja dunia.

Agus mengatakan, neraca perdagangan baja semester I 2021 mengalami surplus 2,7 miliar dolar AS dengan nilai ekspor 9,4 miliar dolar AS dan impor 6,7 miliar dolar AS.

Baca juga: Kemenperin: Industri Logam Kontributor Terbesar Investasi Manufaktur
Baca juga: Erick Thohir: Pabrik Baru KS Akan Wujudkan Kemandirian Industri Baja
Baca juga: Dorong Penjualan, Krakatau Steel Tandatangani Kerjasama Rp 4,8 Triliun

Pewarta: M Razi Rahman
Editor: Faisal Yunianto
HAK CIPTA © Satupos 2021



Terimakasih sudah membaca artikel Anggota DPR minta pemerintah lindungi industri baja nasional

dari SatuPos.com

0 Reviews

Write a Review

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *