BEI memenangkan The Best Islamic Capital Market tiga kali berturut-turut

by -0 views
20210906 171823 - SatuPos.com



20210906 171823 - SatuPos.com

Merupakan suatu kehormatan bagi kami untuk diakui oleh GIFA sebagai The Best Islamic Capital Market untuk ketiga kalinya. Tahun ini bukan hanya tahun yang penuh tantangan, tapi juga peluang….

Jakarta (Satupos) – Bursa Efek Indonesia (BEI) meraih penghargaan untuk ketiga kalinya secara berturut-turut sebagai The Best Islamic Capital Market dalam ajang penghargaan industri keuangan syariah dunia Online Awards Ceremony (OAC) Global Islamic Finance ke-11. Penghargaan (GIFA). host dan disiarkan langsung dari London, Inggris.

“Suatu kehormatan bagi kami untuk diakui oleh GIFA sebagai The Best Islamic Capital Market untuk ketiga kalinya. Tahun ini bukan hanya tahun yang penuh tantangan, tetapi juga peluang. Penghargaan ini memicu kami untuk terus berinovasi dalam membangun bangsa Indonesia. Industri pasar modal syariah,” kata Direktur Utama BEI Inarno Djajadi dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.

Sebelumnya, BEI telah menerima penghargaan berturut-turut sebagai The Best Islamic Capital Market 2019 dan 2020. Kategori ini merupakan penghargaan tertinggi di industri pasar modal syariah global. Selain itu, BEI juga mendapatkan penghargaan sebagai The Best Supporting Institution for Islamic Finance of the Year 2016, 2017 dan 2018, serta penghargaan sebagai The Best Emerging Islamic Capital Market of The Year 2018.

Baca juga: BEI: Perusahaan Masih Antusias Menghimpun Dana di Pasar Modal

BEI dinilai secara konsisten berhasil mendorong perkembangan pasar modal syariah di Indonesia dalam sepuluh tahun terakhir dengan melakukan berbagai inisiatif dan kegiatan pengembangan bersama para pemangku kepentingan tidak hanya untuk mendongkrak pangsa pasar tetapi juga menjaganya agar tetap sesuai dengan prinsip syariah.

Hal tersebut diwujudkan dalam beberapa pencapaian, di antaranya pasar modal syariah Indonesia yang tetap konsisten tumbuh di tengah tekanan pasar akibat situasi pandemi COVID-19 yang melanda dunia. Hingga Agustus 2021, jumlah saham syariah yang tercatat di BEI yang tergabung dalam Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) masih mendominasi dengan persentase mencapai 57 persen dari total saham yang tercatat di BEI.

BACA JUGA :  Harga Minyak Mentah Dunia Turun Selama Seminggu

Kapitalisasi pasar saham syariah mencapai 46,5 persen dari total kapitalisasi pasar. Sedangkan dari nilai rata-rata transaksi harian, perdagangan saham syariah menyumbang 53,4%, frekuensi transaksi 57,6%, dan volume transaksi 45,8%.

Baca juga: BEI: 44 perusahaan akan melakukan rights issue dengan total nilai Rp116,57 triliun

Selain itu, kinerja pertumbuhan jumlah investor saham syariah di Indonesia sangat signifikan. Berdasarkan data yang dihimpun Anggota Bursa (AB) penyelenggara Sistem Perdagangan Online Syariah (AB-SOTS), sejak SOTS pertama diluncurkan pada 2011, jumlah investor syariah meningkat lebih dari 18.782% menjadi 100.266 investor per Juli 2021.

Loading...

Pasar modal syariah Indonesia juga tercatat sebagai pasar modal dunia dengan transaksi saham end-to-end yang sesuai dengan prinsip syariah. Mulai dari mekanisme transaksi di BEI, mekanisme kliring dan penjaminan di PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), hingga mekanisme penyimpanan dan penyelesaian transaksi di PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI). Semuanya sudah memiliki fatwa dari Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN MUI).

BEI dan Masyarakat Ekonomi Islam (MES) meluncurkan indeks saham syariah baru, yaitu BEI-MES BUMN 17. Indeks tersebut memuat 17 saham syariah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan afiliasinya dengan kapitalisasi pasar yang besar, likuiditas dan fundamental yang baik. . Saat ini terdapat empat indeks saham syariah di BEI, yaitu ISSI, JII, JII70, dan IDX-MES BUMN 17.

Pasar modal syariah Indonesia masih dianggap paling inovatif dan satu-satunya di dunia yang memiliki produk terlengkap, serta mengintegrasikan investasi syariah di pasar modal dengan filantropi syariah. Selain memiliki produk wakaf saham, zakat saham, sedekah saham, dan sukuk wakaf, pasar modal syariah Indonesia juga memiliki sukuk wakaf yang merupakan sukuk wakaf pertama di dunia.

BACA JUGA :  Surplus neraca perdagangan adalah kekuatan pendorong bagi perekonomian

Pasar modal syariah Indonesia juga dinilai sangat mendukung perkembangan investasi hijau. Sejak 2018, pasar modal syariah Indonesia secara konsisten menerbitkan sukuk hijau dan BEI menjadi anggota Sustainable Stock Exchanges Initiative.

Baca juga: Wapres Sebut Masih Ada Keraguan Masyarakat Berinvestasi Syariah

BEI merupakan bursa efek pertama di dunia yang mengembangkan sistem transaksi online yang memenuhi prinsip syariah atau SOTS. Sistem tersebut terintegrasi, mulai dari layanan pembukaan rekening saham syariah melalui AB-SOTS, proses setelmen surat berharga hingga fasilitas Rekening Dana Nasabah (RDN) di Bank Syariah.

Pasar Modal Syariah Indonesia memiliki perusahaan sekuritas yang mengembangkan Perusahaan Efek Windows paling Islami di dunia dengan pertumbuhan tercepat. Dalam kurun waktu sembilan tahun terdapat 16 AB-SOTS, yaitu PT Indopremier Sekuritas, PT Mirae Sekuritas, PT BNI Sekuritas, PT Trimegah Sekuritas, PT Panin Sekuritas, PT Mandiri Sekuritas, PT Phintraco Sekuritas, PT SucorInvest Sekuritas, PT First Asia Capital Sekuritas, PT MNC Sekuritas, PT Henan Putihrai Sekuritas, PT Phillip Sekuritas, PT RHB Sekuritas, PT Samuel Sekuritas, PT Maybank Sekuritas, dan PT BRI Danareksa Sekuritas.

Reporter: Citro Atmoko
Editor: Nusarina Yuliastuti
HAK CIPTA © Satupos 2021



Terimakasih sudah membaca artikel BEI memenangkan The Best Islamic Capital Market tiga kali berturut-turut

dari SatuPos.com

Nilai Kualitas Konten

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *