KCIC siap bekerjasama dan memenuhi rekomendasi terkait dampak lingkungan

by -0 views
20210909 111427 - SatuPos.com



20210909 111427 - SatuPos.com

Komnas HAM juga akan melakukan kunjungan lapangan ke lokasi proyek KCJB yang dikeluhkan warga, khususnya di kawasan RT 11 dan RT 12.

Bandung (Satupos) – PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) menyatakan siap bekerja sama dan mematuhi rekomendasi Komnas HAM serta terbuka bagi pemangku kepentingan untuk mencari solusi atas pengaduan terkait dampak lingkungan proyek KCJB yang disampaikan oleh Himpunan Masyarakat RT 12 RW 09 Kompleks Margawangi Estate Cijawura, Bandung Jawa Barat.

“Pada prinsipnya KCIC terbuka dan kooperatif dengan pemangku kepentingan termasuk Komnas HAM untuk menyelesaikan pengaduan warga sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” kata GM Corporate Secretary PT KCIC, Mirza Soraya dalam siaran persnya, Kamis.

PT KCIC juga telah menyampaikan penjelasan serupa kepada Sekretariat Negara dan Departemen Lingkungan Hidup atas pengaduan tersebut, kata Mirza Soraya.

Dari hasil pertemuan tersebut, Komnas HAM masih membutuhkan data dan dokumen tambahan dari PT KCIC untuk melakukan penelitian lebih lanjut atas pengaduan warga tersebut.

Tak hanya itu, Komnas HAM juga akan melakukan kunjungan lapangan ke lokasi proyek KCJB yang dikeluhkan warga khususnya di kawasan RT 11 dan RT 12.

Kunjungan yang direncanakan berlangsung pada 9 September 2021 ini bertujuan untuk membandingkan kondisi lingkungan Satupos RT 11 dan RT 12 yang sama-sama dekat dengan lokasi proyek KCJB, serta mengkaji mengapa pengaduan hanya datang dari warga RT. 12.

Hasil pendataan dan dokumen dari PT KCIC, serta kunjungan Komnas HAM ke titik proyek akan menjadi dasar untuk mengeluarkan rekomendasi keberlanjutan proyek KCJB di daerah tersebut.

Mirza menegaskan PT KCIC siap melaksanakan rekomendasi tersebut.
Baca juga: PT KCIC Penuhi Seruan Komnas HAM atas Dugaan Perusakan Lingkungan
Baca juga: Presiden berharap akhir tahun 2022 kereta cepat Jakarta-Bandung sudah bisa diujicobakan

Dalam diskusi tersebut, Mirza mengatakan bahwa pengaduan serupa sebelumnya telah disampaikan ke Sekretariat Negara Republik Indonesia dan telah mendapat tanggapan dari PT KCIC.

BACA JUGA :  Kementerian Keuangan menyamakan dokumen tertentu dengan faktur pajak

Tanggapan pengaduan tersebut telah kami sampaikan dalam surat kepada Deputi Bidang Kelembagaan dan Hubungan Masyarakat Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia nomor 0803/DIR/KCIC/07.19 tanggal 3 Juli 2019 perihal Tanggapan Surat Nomor B -2092/Kemensetneg/D-2 /DM.05/06/2019 Tanggal 11 Juni 2019 Tentang Pengaduan Masyarakat Terkait Pembangunan Proyek High Speed ​​Rail Jakarta-Bandung,” ujarnya.

Meski begitu, Mirza menambahkan, PT KCIC siap kembali menggelar diskusi rutin dengan warga sekitar untuk membahas isu lingkungan dari proyek KCJB. Termasuk siap menjalani rekomendasi dari Komnas HAM.

“Tidak hanya kepada stakeholders, pada prinsipnya PT KCIC juga siap kooperatif dan terbuka jika ada pengaduan dari warga. PT KCIC siap melakukan sosialisasi dengan warga sekitar jika diperlukan, meski sosialisasi sudah kami lakukan secara rutin,” ujarnya. dikatakan.

Mirza juga menjelaskan keluhan terkait isu lingkungan dari proyek KCJB. Salah satunya terkait dengan AMDAL.

“Pada dasarnya pelaksanaan proyek selalu mengutamakan keamanan dan keselamatan lingkungan, sesuai dengan kajian AMDAL yang telah dilakukan. PT KCIC juga telah menunjuk beberapa konsultan untuk memastikan kegiatan pembangunan berjalan sesuai regulasi yang ada,” ujarnya.

Terkait pengaduan warga RT 12 yang menyatakan rumah milik warga retak akibat proyek KCJB, Mirza menjelaskan belum bisa diketahui kepastian klaim tersebut.

Loading...

Penyebabnya, PT KCIC dan kontraktor tidak bisa melakukan inventarisasi data sebelum pengerjaan proyek karena penolakan dari warga sekitar.

“Untuk perumahan warga di RW 12, PT KCIC dan kontraktor tidak mendapatkan data dan perbandingan kondisi bangunan sebelum dan sesudah pekerjaan dilakukan karena selama pendataan mereka mendapat penolakan dari warga,” kata Mirza.

Ia menambahkan, hal ini berbeda dengan RT 11 dan sebelum proyek KCJB dimulai, PT KCIC dan kontraktor bisa melakukan inventarisasi data.

Menanggapi keluhan terkait hilangnya fasilitas sosial dan umum di kawasan proyek KCJB, Mirza menegaskan hal tersebut bukan lagi tanggung jawab PT KCIC, melainkan pengembang perumahan.

BACA JUGA :  Cara Menghasilkan Uang dari Aplikasi Halo

Pasalnya, fasilitas sosial dan umum tersebut adalah pengembang perumahan dan PT KCIC telah menggantikan Uang Ganti Rugi (UGR).

“Berdasarkan site plan, itu bukan Dinas Sosial/Fakultas yang dimiliki oleh Pemerintah Daerah tetapi dimiliki oleh pengembang perumahan dan Uang Ganti Rugi (UGR) telah dikembalikan kepada pengembang perumahan. Jadi pihak yang Yang wajib memenuhi permintaan warga adalah pengembang perumahan, bukan PT KCIC,” ujarnya.

Terkait polusi suara, Mirza menjelaskan, PT KCIC telah melakukan pengukuran tingkat kebisingan di dua titik lokasi pada 2 Maret 2021.

Hasil yang didapat adalah tingkat kebisingan pada kedua titik tersebut adalah 58,3 dB dan 53 dB.

Lebih lanjut, Mirza mengatakan kebisingan juga meningkat karena lokasi proyek dekat dengan jalan tol, namun tingkat kebisingan ini berangsur-angsur berkurang seiring dengan selesainya proyek konstruksi.

Mirza memastikan, kehadiran aparat keamanan dari unsur TNI/Polri di lokasi pembangunan bukan upaya untuk mengintimidasi warga.

Melainkan merupakan standar prosedur keamanan dalam pelaksanaan proyek strategis nasional.

Namun, jika banjir yang terjadi di wilayah tersebut, seperti yang dikeluhkan warga, merupakan dampak pengerjaan proyek KCJB.

Untuk itu, Mirza menegaskan jika PT KCIC melalui konsorsium kontraktor akan bertanggung jawab untuk menanganinya, termasuk jika ada ketidaknyamanan akibat proyek KCJB, maka PT KCIC siap bertanggung jawab sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku. .
Baca juga: Direktur PT KCIC dipanggil Komnas HAM atas dugaan perusakan lingkungan
Baca juga: Luhut: Kereta Cepat Jakarta-Bandung Simbol Modernisasi Transportasi

Pewarta: Ajat Sudrajat
Editor: Royke Sinaga
HAK CIPTA © Satupos 2021



Terimakasih sudah membaca artikel KCIC siap bekerjasama dan memenuhi rekomendasi terkait dampak lingkungan

dari SatuPos.com

0 Reviews

Write a Review

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *