Menghindari 4 Kebiasaan Jual Beli Unsyar’i

by -3 views
Menghindari 4 Kebiasaan Jual Beli yang Tidak Syari - SatuPos.com


Menghindari 4 Kebiasaan Jual Beli Unsyar'i
Gambar: Pixabay


Menjual produk yang berkualitas kepada konsumen tentu menjadi prioritas. Jika tidak, tentunya konsumen akan merasa rugi, tidak puas, atau bahkan kurang mendapat manfaat dari apa yang kita jual. Meskipun, sifat perdagangan adalah saling tolong menolong dan saling menguntungkan. Jika salah satu pihak kecewa, tentu bukan jenis perdagangan yang seharusnya.

Ada beberapa kesalahan yang terkadang dilakukan oleh beberapa pedagang dalam menjual produknya. Entah itu diketahui atau dimaksudkan untuk menutupi kualitas produk itu sendiri. Berikut beberapa kebiasaan menjual produk agar kita dapat mempelajari dan menghindari praktik penjualan yang tidak syar’i.

1. Jual tidak sesuai dengan kualitas produk

Harga jual harus sesuai dengan kualitas produk. Penjual harus menjelaskan kepada calon pembeli bahwa kualitas produknya kurang baik sehingga ditawarkan dengan harga yang lebih murah. Di sisi lain, harga suatu produk yang mahal juga harus dijelaskan kepada calon pembeli apa yang mendasarinya.

2. Menjual produk ilegal

Menjual produk haram tentu saja tidak diperbolehkan dan bahkan dilarang untuk dilakukan. Bayangkan saja, produknya saja haram, apalagi menjualnya untuk untung besar. Misalnya menjual minuman keras. Untuk mendapatkan keuntungan tambahan, di warung atau supermarket juga disediakan berbagai jenis miras.

Seringkali ketika kita pergi ke daerah-daerah yang menjadi pusat wisata, terutama yang sebagian besar wisatawannya adalah wisatawan asing (Bule). Tentunya banyak kita jumpai toko-toko yang menjual minuman keras gratis dengan dalih menyediakannya bagi wisatawan asing yang ingin membeli. Sayangnya, ternyata pedagang tersebut adalah seorang muslim.

Selain menjual barang yang diharamkan, menjual sesuatu yang merusak akhlak dan akal juga dilarang keras dalam Islam. Misalnya, menjual majalah, CD Pemain, atau novel porno. Dewasa ini banyak pemicu kemerosotan moral bangsa, terlebih lagi melalui media online yang semakin canggih.

3. Menjual barang-barang yang tidak Anda miliki

Cara berjualan seperti ini tidak boleh dilakukan karena tidak ada jaminan bagi penjual untuk mendapatkan barang yang diinginkan oleh pembeli. Nabi tidak pernah melarang cara jual beli ini.

Loading...

Suatu ketika Hakim bin Hizam ra meriwayatkan:

Aku menoleh ke Rasulullah saw., Lalu berkata, “Seseorang telah datang kepadaku untuk membeli barang dariku, sedangkan aku tidak memiliki barang itu. Kemudian, saya pergi ke pasar untuk membeli barang itu dan menyerahkannya kepadanya. Kemudian Nabi bersabda, Jangan menjual sesuatu yang tidak ada pada dirimu. (HR Turmudzi no. 1153)

Lalu, bagaimana dengan jual beli? on line yang saat ini marak di masyarakat? Bukankah banyak pembeli yang tidak bisa melihat langsung barang yang akan dibeli? Dalam jual beli online, penting untuk memperhatikan kualitas produk yang diperdagangkan. Penjual penipu biasanya sering memiliki kebiasaan mencontek dan menampilkan foto produk yang tidak sesuai fakta.

Jika penjualnya adalah orang yang amanah, pasti barangnya akan sampai dan barangnya memang sesuai dengan yang dijelaskannya sebelum membeli, dalam arti kualitasnya bagus. Sistem jual beli seperti ini juga memiliki beberapa kelemahan, selain tidak dapat melihat sample barang secara langsung, terkadang pembeli tidak menerima barang yang dipesan atau mungkin kualitas barang yang kurang baik dan tidak sesuai dengan yang tertulis sebelumnya. pembelian.

Membeli melalui media online apalagi dengan penjual yang tidak kita kenal harus berhati-hati jika tidak ingin tertipu. Kita bisa pelajari dulu, apakah penjualnya memang memegang produk yang dijualnya atau mungkin tidak. Jika tidak, artinya sama dengan kesimpulan hadits di atas bahwa Rasulullah saw. Melarang menjual barang yang tidak tersedia bagi penjual.

4. Menjual produk promosi dengan menutupi harga sebenarnya

Promosi tentu saja merupakan praktik umum bagi para pedagang. Mungkin Anda sudah sering melihat berbagai jenis promosi, seperti diskon, Flash Sale, Hot Deal, Cashback dan masih banyak lagi jenis promosi lainnya yang tujuannya salah satunya yaitu agar orang tertarik agar mau membeli barang tersebut. Produk yang digunakan sebagai promosi untuk menarik pembeli sebenarnya tidak terlalu mahal, namun terkesan diberikan harga yang sangat mahal sehingga pembeli akan merasa mendapatkan keuntungan yang berlipat.

Bahkan, bisa jadi hadiah promo yang ditawarkan menimbulkan kesan lebih mahal dari harga belinya. Tindakan ini sangat dilarang. Mengapa?, karena tindakan ini termasuk dalam menipu pelanggan karena menutupi harga pembelian produk yang sebenarnya. Meskipun dengan berbagai alasan, misalnya produk yang dibeli langsung dari pabrik, penjual tetap harus jujur ​​tentang harga beli kepada pelanggan.

Itu dia Menghindari 4 Kebiasaan Jual/Beli Unsyar’i, Kita sebagai umat Nabi Muhammad tidak boleh melakukan praktek jual beli yang sudah saya jelaskan diatas karena dapat merugikan calon pembeli, ada masukan atau tambahan silahkan berkomentar di kolom komentar.

Jika Anda ingin mengenal kami lebih jauh, Anda dapat menemukan kami di Indonesia dan Facebook.





Terimakasih sudah membaca artikel Menghindari 4 Kebiasaan Jual Beli Unsyar’i

dari SatuPos.com

Nilai Kualitas Konten

BACA JUGA :  BRI raih penghargaan Bank UMKM Terbaik Asiamoney

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *