OJK: Sebanyak 72 persen debitur restrukturisasi kredit adalah UMKM

by -0 views
IMG 7344 - SatuPos.com



IMG 7344 - SatuPos.com

Memang, dampak restrukturisasi sangat besar dan kita perlu berhati-hati di masa depan

Jakarta (Satupos) – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebutkan 72 persen debitur yang kreditnya direstrukturisasi adalah Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

“Pada Juli 2021, (luar biasa pinjaman yang direstrukturisasi) turun menjadi sekitar Rp. 779 triliun dengan jumlah debitur mencapai 5 juta dan 72 persen di antaranya adalah debitur UMKM,” kata Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Heru Kristiyana dalam webinar “Tantangan Setelah Relaksasi Restrukturisasi Kredit Berakhir” yang dipantau di Jakarta, Selasa.

Menurutnya, pada akhir 2021 luar biasa Pinjaman yang direstrukturisasi mencapai sekitar Rp. 914 triliun dengan total 7,8 juta debitur yang mayoritas adalah UKM. Meskipun luar biasa kredit yang direstrukturisasi turun menjadi Rp779 triliun pada Juli 2021, jumlah yang sudah sangat besar.

“Ini tetap menjadi perhatian karena memang dampak restrukturisasi sangat besar dan perlu kita perhatikan ke depan,” ujarnya.

Baca juga: OJK Perpanjang Relaksasi Restrukturisasi Kredit Hingga Maret 2023

OJK memutuskan untuk memperpanjang jangka waktu restrukturisasi kredit bagi debitur yang terdampak COVID-19 hingga 31 Maret 2023. Aturan ini diperpanjang dengan pertimbangan debitur membutuhkan waktu lebih lama untuk pulih dari dampak COVID-19.

Pada saat yang sama, OJK juga meminta perbankan menerapkan manajemen risiko dan prinsip kehati-hatian dalam restrukturisasi kredit. Dia meminta perbankan melakukan penilaian independen terhadap debitur yang kreditnya layak untuk direstrukturisasi.

Selain itu, perbankan juga diminta untuk membuat cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN) atas kredit yang diberikan.

Loading...

“Kalau dilihat, ternyata bankir patuh dan kalau melihat sejarahnya, sampai saat ini CKPN terus dibentuk untuk menghadapi kemungkinan dampak restrukturisasi. Prinsip kehati-hatian sudah terlihat dan perlu didukung dan dilanjutkan saat stimulus berakhir,” kata Heru.

BACA JUGA :  Presiden Jokowi Minta Kredit UMKM Ditingkatkan Jadi 30 Persen pada 2024

Baca juga: OJK Catat Restrukturisasi Kredit Jadi Rp 778,91 Triliun

Lebih lanjut, dia juga meminta perbankan yang akan membagikan dividen mempertimbangkan ketahanan modalnya. Pasalnya, sebagian modal tersebut harus digunakan untuk membentuk CKPN.

Terakhir, perbankan diminta menghitung dampak restrukturisasi secara berkala guna mengantisipasi secara dini.

Baca juga: OJK Buka Kemungkinan Perpanjangan Kebijakan Restrukturisasi Kredit

Baca juga: Staf Ahli OJK: Pelaku Usaha Apresiasi Kebijakan Restrukturisasi Kredit

Reporter: Sanya Dinda Susanti
Editor: Subagyo
HAK CIPTA © Satupos 2021



Terimakasih sudah membaca artikel OJK: Sebanyak 72 persen debitur restrukturisasi kredit adalah UMKM

dari SatuPos.com

0 Reviews

Write a Review

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *