Perry Warjiyo menjelaskan lima agenda BI dalam Kepresidenan G-20

by -0 views
BI Turunkan Suku Bunga 220819 aaa 14 - SatuPos.com



BI Turunkan Suku Bunga 220819 aaa 14 - SatuPos.com

untuk mendukung pemulihan ekonomi dan mengurangi atau menghilangkan dampak yang tidak diinginkan pada negara-negara berkembang

Jakarta (Satupos) – Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo memaparkan lima agenda prioritas terkait kerja sama perbankan sentral dalam Kepresidenan G-20 Indonesia.

Perry menyampaikan koordinasi kebijakan moneter dan sektor keuangan untuk mendorong ekonomi bersama diperlukan agar pemulihan ekonomi global dapat lebih seimbang atau tidak merugikan. efek tumpah (dampak propagasi) di negara berkembang.

“Koordinasi perlu direncanakan dengan baik, diperhitungkan dan dikomunikasikan. Sehingga kita bisa bersama-sama pulih untuk mendukung pemulihan ekonomi dan mengurangi atau menghilangkan dampak yang tidak diinginkan pada negara berkembang,” kata Perry Warjiyo saat Konferensi Pers Online G-20, Selasa.

Perry menjelaskan, perekonomian global sudah mulai membaik, bahkan negara-negara maju sudah pulih dan mulai berencana mengubah kebijakan serta mengurangi stimulus sektor fiskal, moneter, dan keuangan. Namun, negara berkembang masih membutuhkan kebijakan fiskal, moneter, dan sektor keuangan. Oleh karena itu, koordinasi kebijakan moneter dan sektor keuangan menjadi agenda prioritas Bank Sentral.

Agenda kedua adalah koordinasi kebijakan moneter dan sektor keuangan untuk mendorong pertumbuhan yang lebih kuat, pulih, dan lebih kuat. Koordinasi ini diperlukan karena untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat, diperlukan dukungan dari transformasi di sektor riil dan sektor keuangan.

Baca juga: Sri Mulyani Ungkap 7 Isu Prioritas yang Dibahas dalam Kepresidenan G20

“Jadi bukan hanya untuk pembiayaan dunia usaha dalam jangka pendek tetapi juga untuk jangka panjang, lebih banyak instrumen dan juga mekanisme pasar yang dapat mendukung produktivitas dan efisiensi ekonomi dari sektor keuangan,” jelas Perry.

Kemudian agenda ketiga adalah kerjasama di bidang sistem pembayaran di era digital. Perry menjelaskan kerja sama bank sentral dalam agenda ini terbagi menjadi dua. Pertama, kerja sama digitalisasi sistem pembayaran antarnegara yang akan didorong melalui pembayaran lintas batas.

BACA JUGA :  Wall Street memulai Oktober dengan reli yang luas, didorong oleh data ekonomi
Loading...

Sehingga sistem pembayaran dapat mengatasi berbagai masalah yang mengakibatkan biaya lebih rendah, mempercepat dan memperluas akses, serta menghadirkan praktik pasar yang lebih baik. Kedua, kerja sama di bank sentral juga mencakup inisiasi bank sentral untuk menerbitkan mata uang digital bank sentral (CBDC).

“Ada tiga hal yang akan dibahas yaitu bagaimana CBDCs menjadi legal tender suatu negara, bagaimana CBDCs terus mendukung tugas bank sentral dalam moneter, keuangan, pembayaran dan melayani perekonomian, dan bagaimana CBDC mendukung inklusi dan ekonomi dan keuangan. ,” jelas Airlangga.

Baca juga: Menko Airlangga Ungkap 5 Strategi RI Pimpin Kepresidenan G20

Selanjutnya, agenda keempat adalah inisiatif moneter dan sistem keuangan untuk mendukung pembiayaan berkelanjutan atau keuangan berkelanjutan yang merumuskan cara-cara agar bank sentral dapat mendukung perekonomian dan sektor riil menjadi lebih hijau dan didukung oleh sektor keuangan. Ini termasuk inisiatif untuk memperluas dan mengeluarkan instrumen yang dapat mendukung ekonomi hijau.

Sedangkan agenda kelima adalah kerja sama di bidang ekonomi dan keuangan inklusif, termasuk pembiayaan UMKM digital. Perry mengatakan, dari sisi bank sentral, dukungan akan diberikan melalui sistem pembayaran digital, yakni QRIS.

“Kedua, kebijakan moneter dan makroprudensial serta sektor keuangan yang mendukung UMKM tentunya dapat mendukung inklusi ekonomi dan keuangan. Ketiga, literasi keuangan sehingga dapat mendukung inklusi keuangan dan ekonomi khususnya UMKM,” kata Perry.

Baca juga: Indonesia Rencanakan Tiga Isu Prioritas Kepresidenan G20 2022

Reporter: Kuntum Khaira Riswan
Editor: Subagyo
HAK CIPTA © Satupos 2021



Terimakasih sudah membaca artikel Perry Warjiyo menjelaskan lima agenda BI dalam Kepresidenan G-20

dari SatuPos.com

Nilai Kualitas Konten

BACA JUGA :  Kemenkop siap membantu memperluas pasar produk rotan Cirebon

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *