Saham BBRI dinilai layak dikoleksi sejalan dengan prospek kepemilikan ultra-mikro

by -0 views
WhatsApp Image 2021 09 05 at 17.59.36 - SatuPos.com



WhatsApp Image 2021 09 05 at 17.59.36 - SatuPos.com

Jakarta (Satupos) – Kepala Riset PT Samuel Sekuritas Indonesia Suria Dharma menilai saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) layak dikoleksi seiring dengan keberadaan dan prospek holding Ultra Mikro BUMN (UMi) yang merupakan diharapkan membuat saham BBRI semakin solid. .

Investor dinilai tertarik dengan kinerja fundamental ketiga perusahaan yang solid, bahkan sebelum holding terbentuk. Setelah holding, cost of fund akan diturunkan ke level yang lebih rendah karena ketiga perusahaan tersebut kini menjadi satu ekosistem. Dengan demikian, lanjutnya, kemungkinan laba bersih konsolidasi BRI sebagai induk meningkat.

“Investor melihat kinerja fundamental yang positif. Sehingga kinerja akan tetap baik. Jadi saya kira dalam jangka panjang, BRI masih cukup optimis karena beberapa keunggulan yang tidak dimiliki bank lain,” kata Suria dalam keterangannya di Jakarta, Minggu. .

Baca juga: Kinerja Bank Himbara Positif, BRI Optimis Perekonomian Nasional Pulih

Senada dengan itu, analis senior CSA Research Institute, Reza Priyambada, menilai investor memiliki keyakinan terhadap prospek bisnis holding BUMN UMi, dimana BRI berperan sebagai induk untuk memperkuat ekosistem bisnis UMi bersama Pegadaian dan Permodalan Nasional Madani (PNM).

Hal ini memberikan kepastian bagi investor tentang prospek bisnis jangka panjang dan menjadikan saham BBRI lebih layak dikoleksi. Bahkan, dia menjamin harga saham BBRI saat ini relatif rendah dibandingkan potensi bisnis yang besar.

“Namun secara historis kinerja dan prospeknya sangat besar dan lebih pasti. Holding Ultra Micro juga akan meningkatkan optimisme investor untuk terus mengapresiasi saham BBRI lebih jauh. Apalagi harga saham Bank BRI saat ini masih dalam kondisi relatif murah. Potensi harga kenaikannya juga sangat tinggi. tinggi,” kata Reza.

BACA JUGA :  6 Tempat Makan dengan Pemandangan Sawah Dekat Jakarta

Pada kesempatan terpisah, Direktur Utama BRI Sunarso memaparkan potensi besar di pasar segmen bisnis UMi nasional. Dari data perusahaan, jumlah bisnis ultra mikro yang membutuhkan tambahan dana mencapai 45 juta nasabah.

Dari jumlah itu, baru 15 juta nasabah yang tersentuh lembaga keuangan formal. Rinciannya, ada sekitar 3 juta nasabah bank, 3 juta nasabah KPR, 6 juta nasabah group lending, 1,5 juta nasabah BPR, dan 1,5 juta nasabah yang dilayani fintech.

Baca juga: BRI Selesaikan Setting e-wallet Bansos Sesuai Instruksi Kemensos

Adapun sekitar 30 juta nasabah yang belum tersentuh jasa keuangan formal, sekitar 5 juta di antaranya menggunakan rentenir. Sekitar 7 juta dipinjam dari kerabat, dan sisanya 18 juta belum terlayani sama sekali.

Loading...

“Kami sudah menentukan pertumbuhan baru. Karena kami kembali ke DNA kami, kami akan terus fokus pada UMKM. Strateginya, pertama, kami meningkatkan pelanggan yang ada. Kedua, kami mencari yang lebih kecil dari mikro, menjadi lebih kecil dengan menargetkan ultra mikro. pinjaman dengan tenor lebih pendek, jadi lebih pendek. Dan karena prosesnya digital, prosesnya lebih cepat, maka biayanya juga akan lebih murah, jadi lebih murah, “kata Sunarso lugas di acara CEO Talk yang diselenggarakan oleh BRI Corporate University.

Sebelumnya, BRI menerbitkan prospektus pada Selasa (31/8). BRI menawarkan sebanyak-banyaknya 28,213 miliar saham Seri B baru atas nama dengan nilai nominal Rp50 per saham atau sebanyak-banyaknya 18,62 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan setelah Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu ( PMHMETD) I.

Harga rights issue BBRI adalah Rp 3.400 per saham. Pemerintah akan melaksanakan seluruh haknya sesuai dengan porsi kepemilikan sahamnya di BRI dengan menyetorkan saham dalam bentuk lain selain uang (Inbreng) sesuai PP No. 73/2021.

BACA JUGA :  Saham Australia naik 0,19 persen didukung emas dan bank

Seluruh saham Seri B milik pemerintah di PT Pegadaian (Persero) dan PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM akan dialihkan ke BRI melalui mekanisme inbreng. Total nilai PMHMETD I yang telah memperhitungkan inbreng dan pelaksanaan hak Pemegang Saham Umum paling banyak Rp. 95,92 triliun.

Dirinci dari total dana tersebut, nilai inbreng sebesar Rp54,77 triliun dan sisanya Rp41,15 triliun jika seluruh pemegang saham publik melaksanakan haknya sesuai porsinya masing-masing. Dana hasil aksi korporasi tersebut Satupos lain akan digunakan BRI untuk pendirian Holding Ultra Mikro BUMN (UMI) bersama Pegadaian dan PNM.

Sunarso mengatakan setidaknya ada empat manfaat besar dari sinergi melalui holding BUMN UMi bagi ketiga entitas tersebut. Pertama, peningkatan pertumbuhan pinjaman, pengurangan biaya dana, pengurangan biaya operasional, dan penurunan biaya kredit.

Manfaatnya bagi masyarakat, holding akan menghadirkan produk jasa keuangan yang lebih komprehensif dengan akses yang lebih luas dan data yang terintegrasi. Selain itu, dapat memberikan akses ekosistem pembayaran mikro dan luar layanan perbankan dari BRI serta memberdayakan dan meningkatkan kapabilitas segmen ultra mikro sehingga dapat “grade up” ke segmen mikro.

Reporter: Citro Atmoko
Redaktur : Budi Suyanto
HAK CIPTA © Satupos 2021



Terimakasih sudah membaca artikel Saham BBRI dinilai layak dikoleksi sejalan dengan prospek kepemilikan ultra-mikro

dari SatuPos.com

0 Reviews

Write a Review

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *