Wakaf tunai mempercepat pemulihan ekonomi di tengah pandemi

by -1 views
16 - SatuPos.com



16 - SatuPos.com

Jakarta (Satupos) – Wakaf tunai dan wakaf produktif dinilai mampu mempercepat pemulihan perekonomian nasional di tengah pandemi COVID-19 dan dapat menjadi model pembiayaan produktif bagi perekonomian rakyat.

Ketua Lembaga Wakaf Majelis Ulama Indonesia (LWMUI) Lukmanul Hakim di Jakarta, Sabtu mengatakan, skema wakaf dapat menjadi model pembiayaan produktif bagi sektor ekonomi kerakyatan, UMKM, pertanian dan perikanan, yang selama ini belum tersentuh perbankan atau lembaga keuangan lainnya.

“Banyak sektor ekonomi kerakyatan yang bisa menghidupkan kembali ekonomi masyarakat kelas bawah yang layak bisnis tapi dianggap unbankable, di sini wakaf tunai produktif menjadi solusinya,” ujarnya dalam keterangan tertulis.

Menurutnya, dampak pandemi COVID-19 telah meningkatkan kemiskinan hingga di atas 10 persen dan 83 persen usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) terkena dampak signifikan.

Baca juga: Dirjen: Zakat dan Wakaf adalah Konsep Islam untuk Kesejahteraan Masyarakat

“Seperti yang disampaikan Wakil Presiden Kyai Ma’ruf Amin, banyak misbar (miskin baru) akibat pandemi, ini menjadi perhatian pemerintah,” kata Lukman yang juga Staf Khusus Wakil Presiden Republik itu. Indonesia dalam Webinar Dialog Wakaf bertajuk “Prospek Wakaf Tunai dan Wakaf Produktif Membangun Ekosistem Pasokan Halal. Rantai”.

Ia mengatakan, LWMUI menindaklanjuti gerakan wakaf nasional yang dicanangkan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Kyai Ma’ruf Amin pada Januari 2021 lalu.

Potensi wakaf tunai sangat besar, mencapai Rp. 188 triliun per tahun, lanjutnya, dan lahan wakaf tersebut tersebar di area seluas 420.000 hektar.

Kepala Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah (DEKS Bank Indonesia Muhammad Anwar Bashori menyatakan bahwa wakaf tunai merupakan salah satu instrumen penting dalam ekosistem rantai pasok halal untuk mengakselerasi ekonomi syariah di masyarakat”.

BACA JUGA :  Mentan Syahrul Yasin Limpo Observasi Langsung Panen Cempe di Kaltara

Baca juga: Nilai Literasi Bank Indonesia Terkait Ziswaf Perlu Ditingkatkan

Loading...

“Dalam rantai pasok halal, bisa dikembangkan blending finance yang bersumber dari wakaf dan dana komersial dari lembaga keuangan syariah,” ujarnya.

Wakaf dan zakat adalah keuangan sosial Islam, tambahnya, namun penggunaannya berbeda dimana zakat untuk keperluan konsumtif, sedangkan wakaf untuk tujuan produktif.

Sekretaris Lembaga Wakaf MUI Guntur Subagja Mahardika mengatakan pengelola wakaf (nazhir) harus memiliki kemampuan manajemen aset, manajemen investasi, dan memiliki jiwa wirausaha.

“Dengan kapasitas tersebut, Nazhir dapat mengembangkan wakaf tunai dan aset wakafnya produktif dengan mitigasi manajemen risiko yang baik karena nilai pokok wakaf tidak boleh dikurangi,” jelasnya.

Pengelola wakaf sebagai manajer investasi dapat bekerja sama dengan mitra yang mengelola bisnis sektor riil dan investasi portofolio.

“Untuk mengembangkan bisnis berbasis wakaf harus dikelola oleh tenaga ahli dan pendistribusian portofolio investasi harus dilakukan secara hati-hati dengan manajemen risiko yang baik,” ujarnya.

Hasil pengembangan usaha wakaf tunai dan harta wakaf diperuntukan bagi penerima manfaat (maukuf alaih) fakir miskin, fakir miskin, dan gerakan dakwah.

Reporter: Subagyo
Redaktur : Budi Suyanto
HAK CIPTA © Satupos 2021



Terimakasih sudah membaca artikel Wakaf tunai mempercepat pemulihan ekonomi di tengah pandemi

dari SatuPos.com

0 Reviews

Write a Review

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *