Berbicara dengan Pemeran ‘Aum!’

by -0 views
IMG 20211005 WA0020 1 - SatuPos.com


Pada 1 Oktober, SatuPos berkesempatan berbincang dengan dua pemeran film ‘Aum!’, yakni Agnes Natasya dan Aksara Dena dalam CineTalk episode ke-87.

Pada tanggal 30 September, Online Cinema secara resmi merilis film aslinya yang berjudul ‘Aum!’. Setelah penayangan perdananya, di hari yang sama, film ini menjadi perbincangan nomor 1 di media sosial Twitter. Ini menunjukkan antusiasme untuk film bergenre tiruan ini.

Untuk itu, SatuPos menggelar perbincangan dengan dua aktor film ‘Aum!’, yakni Agnes Natasya dan Aksara Dena. Selain keduanya, film ini juga diperankan oleh Jefri Nichol dan Chicco Jerikho.

Percakapan dimulai dengan Agnes Natasya yang mengungkapkan perasaannya saat terpilih sebagai salah satu pemeran dalam film ‘Aum!’. Ia mengaku sangat senang dan bersyukur bisa bergabung dengan film ini.

Kesempatan itu menjadi tantangan karena itu adalah debut pertamanya sebagai aktor film. Agnes menjelaskan, tantangan dalam mengambil peran di film ‘Aum!’ Ini karena ceritanya berlatar tahun 1998, tahun ketika dia belum lahir.

Agnes memulai karirnya sebagai model yang sebenarnya sudah lama mengikutinya pengecoran film. Namun, ia belum mendapatkan kesempatan untuk menunjukkan bakat aktingnya. Saat berada di Jakarta, Agnes tiba-tiba mendapat informasi bahwa ada pengecoran film di Yogyakarta.

Saat itu, ia langsung diinformasikan mengenai ciri-ciri karakter yang akan ia perankan. Agnes merasa karakter itu cocok untuknya meski cukup berbeda dengan kesehariannya.

Agnes Natasya memerankan Linda Salim, seorang wanita yang bekerja sebagai produser dari sebuah proyek yang sedang dibuat. Linda memiliki karakter yang supel, idealis, disiplin, ke titik, dan karakter yang paling disukai Agnes dari Linda adalah dia adalah seorang pemikir kritis.

BACA JUGA :  Sinopsis Drama Korea Graceful Family

Dalam arti lebih lanjut, Linda adalah orang yang berani menyuarakan apa yang benar dan apa yang salah. Karakter Linda seperti itu terbentuk dari keluarganya yang memiliki prinsip “harus bisa bersuara”.

Karakter Linda memang memiliki banyak perbedaan dengan Agnes, bahkan butuh waktu sekitar seminggu lebih untuk mendalami karakter tersebut. Tak hanya melihat akting orang lain, Agnes juga membutuhkan beberapa referensi video di tahun 1998 untuk bisa memperdalam perannya.

Beralih ke aksara Dena atau yang akrab disapa Mas Dena. Ia mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Indonesia yang telah mendukung film ini, terutama film ‘Aum!’ Menjadi sedang tren nomor 1 saat ditayangkan.

Mas Dena merasa masih banyak masyarakat Indonesia yang antusias dengan film dengan genre yang jarang diangkat. Film ini mengandung banyak pesan yang mendalam, terutama bagi orang-orang di kehidupan sekarang ini.

Setelah itu, dia menjelaskan karakter yang dia mainkan dan seperti apa. Aksara Dena memerankan Adam dan Bram Sanjaya. Adam memiliki sifat keras, cerdas, panas, garang, dan ganas. Berkat kecerdasannya, dia berprofesi sebagai komandan intelijen.

Sementara itu, Bram adalah aktor yang sangat terkenal saat itu. Ia juga memiliki banyak murid dan memiliki karakter yang menyebalkan.

Memasuki jalan cerita, Agnes beralih menjelaskan tentang sekelompok mahasiswa dan aktivis yang berjuang untuk mengekspresikan hak dan suaranya melalui sebuah karya. Dalam hal ini adalah film. Saat itu, pada tahun 1998, suara rakyat dibungkam oleh para pemimpin.

Diharapkan melalui film tersebut, mereka dapat membantu mewakili suara rakyat. Mas Dena menambahkan, film ini persis dengan situasi masyarakat saat ini. Misalnya, harga kebutuhan pokok yang naik, anak-anak yang masih belum mendapatkan pendidikan yang layak, dan perjuangan yang harus terus dilakukan masyarakat.

BACA JUGA :  'No Time to Die' Menghasilkan Penghasilan Terbesar!

Agnes dan Mas Dena pun membeberkan apa yang membuat film ‘Aum!’ berbeda dengan film lainnya. Meski dijelaskan bahwa film ini bergenre drama petualangan, namun di dalamnya dibumbui dengan aksi cerita menegangkan untuk komedi. Selain itu, dinyatakan bahwa film ini bergenre mokumenter, di mana tidak ada batasan untuk menggambarkan genre film.

Secara garis besar, ‘Aum!’ berbeda dengan film lainnya karena menggunakan genre yang jarang digunakan dan mengangkat isu yang belum pernah ada sebelumnya. Meski tidak menggambarkan peristiwa besar tragedi 1998, film ini mencoba membawa kita ke pinggiran cerita di balik peristiwa tersebut.

Sebagai penutup, Mas Dena mengingatkan kita bahwa kita harus menonton film ‘Aum!’, setidaknya sekali seumur hidup kita sebagai warga negara Indonesia.

Untuk itu bagi Cilers pastikan kalian menonton film ini secara resmi di layanan mengalir Bioskop Online, ya!



Terimakasih sudah membaca artikel Berbicara dengan Pemeran ‘Aum!’

Loading...

dari SatuPos.com

Nilai Kualitas Konten

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *