Sikap Jakarta Warkop Institute terhadap munculnya “Warkop”

by -0 views
PhotoGrid 1632128667837 - SatuPos.com



PhotoGrid 1632128667837 - SatuPos.com

Jakarta (Satupos) – Lembaga Warkop DKI memberikan keterangan resmi terkait kemunculan tiga orang yang mirip personel Warkop DKI dan menamakan diri sebagai Warkop.

Baru-baru ini, dunia hiburan dihebohkan dengan kehadiran tiga pemuda yang mirip
Dono (almarhum), Kasino (almarhum), dan Indro yang pernah memerankan karakter Dono, Kasino, Indro.

Warkopi telah beberapa kali membuat film pendek di YouTube, atau Instagram, dan beberapa kali muncul di televisi nasional dengan nama Dono, Kasino, dan Indro.

“Menurut kami, penggunaan nama Warkop bukan tanpa tujuan, di mana nama tersebut dibuat mirip dengan nama Warkop DKI,” kata Hanna Sukmaningsih, Ketua Lembaga Warkop DKI dalam konferensi pers, Senin.

“Lembaga Warkop DKI mengapresiasi dan mengapresiasi setiap kreativitas dan karya anak bangsa, namun sayangnya Warkop dalam menjalankan kegiatannya, belum mendapatkan atau meminta izin kepada Lembaga Warkop DKI, Keluarga Warkop DKI dan Indro Warkop selaku personel yang masih bertahan, ” dia melanjutkan. Hana.

Hanna menjelaskan bahwa Institut Warkop DKI merupakan pemegang hak eksklusif atas merek/nama “Warung Kopi Dono Kasino Indro” atau yang biasa dikenal masyarakat sebagai “Warkop DKI”. Ia menilai, secara etis tidak berlebihan jika Warkop bisa meminta izin terlebih dahulu agar keluarga personel Warkop DKI dan Indro Warkop tidak menyakiti kesan yang ditunjukkan Warkop.

kamiBaca juga: Mengapa “Warkop DKI Reborn” Tidak Melibatkan Komik?

kamiBaca juga: Improvisasi Pemeran Utama “Warkop DKI Reborn” Masih Berdasarkan Naskah

Lembaga Warkop DKI sangat menyayangkan tindakan Warkop beserta jajaran manajemen yang mengawalnya. Selain itu, tindakan Warkop juga mengakibatkan kerugian bagi Lembaga Warkop DKI, terutama dari PT Falcon sebagai pihak yang memiliki perjanjian eksklusif dengan Lembaga Warkop DKI.

BACA JUGA :  Pentingnya lagu bertema kemerdekaan menurut gitaris Mocca

“PT Falcon sudah diberikan hak pakai (termasuk hak komersial) dari Warkop DKI. PT Falcon meminta kepada Warkop DKI Institute agar masalah ini bisa segera diselesaikan mengingat agenda produksi film (layar lebar dan serial) selanjutnya dari Warkop DKI,” kata Hana.

Hanna mengatakan, pada 10 September lalu, Warkop Institute DKI sebenarnya telah menerima email dan surat dari manajemen Warkop untuk bertemu, meminta pandangan dan saran terkait kemunculan figur yang mirip personel Warkop DKI di stasiun TV swasta. Namun, Warkop sudah lebih dulu muncul di televisi sebelum mengirim surat ke Institut Warkop DKI.

Lembaga Warkop DKI telah membalas surat dari Manajemen Warkopi dan meminta informasi mengenai beberapa hal, seperti apakah sudah ada siaran ke publik, termasuk di stasiun TV mana dan harapan konkret manajemen Warkop atas usulan pertemuan itu.

Loading...

Dalam surat tanggapan, Lembaga Warkop DKI juga meminta Warkop menghentikan kegiatannya hingga pembahasan selesai. Sayangnya, tidak ada tanggapan kooperatif dan positif dari manajemen Warkopi.

“Kejadian ini sangat disayangkan dan tidak mencerminkan penghargaan yang setinggi-tingginya terhadap Hak Kekayaan Intelektual dan penghargaan kepada keluarga Insan Warkop DKI,” kata Hanna.

Lembaga Warkop DKI juga menghimbau dan meminta kepada Warkop beserta jajaran manajemen yang membawahinya agar dalam waktu 1 minggu sejak surat resmi ini dikeluarkan, untuk menghentikan segala kegiatan komersial dalam bentuk apapun yang menggunakan nama “Warung Kopi Dono Kasino Indro” termasuk penggunaan nama Dono (Alm..), Kasino (alm), Indro.

Selain itu, Lembaga Warkop DKI juga meminta masyarakat umum, termasuk stasiun televisi, untuk tidak mendistribusikan program serupa atau mengurangi materi yang sudah ditayangkan Warkop. Belum lagi misinformasi terkait dukungan Indro kepada Warkopi.

BACA JUGA :  7 Pesona Putri Rigan, Anak Menghubungkan Bella Shofie Seorang Gamer

“Pada akhirnya, inisiatif dari Lembaga Warkop DKI pada kesempatan ini tidak boleh diartikan sebagai bentuk pembatasan karya anak bangsa. Seperti yang telah disampaikan, Lembaga Warkop DKI sangat mengapresiasi dan mengapresiasi setiap kreativitas dan karya para anak bangsa,” kata Hanna.

“Namun, Warkop Institute DKI sangat keberatan dengan upaya Dono, Kasino, dan Indro selama 48 tahun yang dengan mudah ditiru dan dikomersialkan tanpa sepengetahuan dan persetujuan dari Warkop Institute DKI dan keluarga personel Warkop DKI,” imbuhnya. .

Baca juga: Bukti Trio Komedian Legendaris Lewat Serial Kartun Warkop DKI

Baca juga: Aliando, Randy & Adipati Jadi Pengisi Suara di “Warkop DKI Kartun”

Baca juga: Main Peran Dono, Gigi Palsu Aliando Patah

Reporter: Maria Cicilia
Editor: Maria Rosario Dwi Putri
HAK CIPTA © Satupos 2021



Terimakasih sudah membaca artikel Sikap Jakarta Warkop Institute terhadap munculnya “Warkop”

dari SatuPos.com

Nilai Kualitas Konten

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *