Inspirasi K-Pop untuk membangun eksistensi dalam musik : Berita K-Pop

by -1 views
A2126995 D3BC 4DDA 8BC7 27AB5A1D24BD - SatuPos.com



A2126995 D3BC 4DDA 8BC7 27AB5A1D24BD - SatuPos.com

Jakarta (Satupos) – Budaya K-Pop ibarat tsunami yang gelombangnya melanda seluruh dunia, termasuk Indonesia. Bahkan ada yang percaya bahwa banyak aktor dan artis kelas dunia yang ingin gengsinya tetap tinggi kemudian harus mencari cara untuk berkolaborasi dengan artis K-Pop.

Bahkan sudah banyak yang melakukannya, mulai dari Selena Gomez berkolaborasi dengan Blackpink melalui lagu berjudul “Ice Cream” pada Agustus 2020. Kesuksesan juga dipetik dari kolaborasi yang mewakili perpaduan dua episentrum kreatif Hollywood dan Seoul.

Baca juga: Ingin Jadi Bagian “Girlband”? GIRLS GIRLS membuka audisi anggota baru

Setidaknya rekor baru terpecahkan dimana video musik lagu kolaborasi Selpink (Selena x Blackpink) yang dirilis pada 28 Agustus 2020 lalu, tercatat mampu tembus 200 juta views di YouTube hanya dalam waktu 10 hari.

Tak hanya Selena Gomez, lewat lagu “Written In The Stars”, John Legend berkolaborasi dengan Wendy Red Velvet dan merilisnya pada tahun 2018 lalu. Lagu-lagu dan liriknya yang menyentuh membuat kiprah mereka sukses di tangga lagu dunia.

Tak mau kalah dengan tren yang terus mendunia, artis nyentrik Nicki Minaj juga tercatat pernah berkolaborasi dengan BTS di lagu Idol di album “Love Yourself: Answer”. Lagu ini dibuat dalam dua versi, versi original dan versi bersama Nicki Minaj, lengkap dengan MV yang berbeda.

Bahkan Bangtan Boys, BTS juga diajak bekerja sama dengan Halsey dalam bernyanyi melacak tampil di album “Map of The Soul: Persona berjudul Boy With Luv”. Tidak ada keraguan bahwa lagu ini sangat booming.

Dan siapa sangka jika ternyata Lady Gaga juga akhirnya mengajak Blackpink untuk berkolaborasi dalam lagu “Sour Candy” yang merupakan bagian dari album terbaru Lady Gaga, Chromatica. Lady Gaga dikatakan sangat mengagumi Blackpink.

Popularitas Blackpink memang luar biasa dan tidak berhenti sampai di situ. Dua Lipa juga tertarik untuk berkolaborasi band wanita fenomenal dalam lagu “Kiss and Make Up”.

Fakta ini menjadi bukti bahwa K-Pop sangat kuat dalam mempengaruhi industri musik dunia sekaligus membuktikan pentingnya membangun eksistensi dengan mengikutsertakan mereka jika ingin meraih popularitas yang lebih tinggi.

Baca juga: Menikmati Hiburan Korea Selatan di Korea Utara Bisa Bikin Penjara

K-Popers Indonesia
Gelombang budaya K-Pop pun melanda tanah air bahkan memberikan dampak nyata yang sangat signifikan.

BACA JUGA :  Kominfo Akui Tidak Bisa Kontrol Buzzer di Media Sosial Karena Bukan Wewenangnya

Beberapa artis dengan jujur ​​dan bangga mengaku terinspirasi dari gaya K-Pop, termasuk salah satunya, misalnya penari Ayu Ting Ting.

K-Pop kemudian sangat disukai dan dijadikan sebagai kiblat industri musik tanah air oleh banyak musisi dan orang-orang kreatif. Dan ternyata pasar di Indonesia juga merespon dengan sangat positif.

Boy band dan band wanita Nuansa K-Pop kerap menghiasi layar kaca dan mendapatkan sambutan yang sangat baik dari pecinta musik Tanah Air.

Maka tak heran banyak musisi baru yang mencoba peruntungan dengan inspirasi budaya K-Pop salah satunya ZIRIUS yang akhirnya mampu menembus industri musik tanah air.

Berawal dari sederet perjuangan keras di tengah pandemi, pada 8 Oktober 2021, lima leluhur berbakat asal Bandung resmi diluncurkan. Lajang hits berjudul “Bad Boy” yang sempat tertunda cukup lama.

Ini juga menjadi momentum bagi panggung hiburan di tanah air yang baru saja mendapat izin dari pemerintah untuk diizinkan kembali digelar.

ZIRIUS yang beranggotakan Kenny, Regina, Okta, April, dan Qyoung mulai menggebrak industri musik Indonesia dengan debutnya yang resmi dirilis di channel YouTube MusicPedia dan Proactive Music yang merupakan sebuah label. girlband resmi itu.

Agi Sugiyanto, CEO dan Producer label Proactive Music, mengatakan strategi di tengah pandemi yang harus diakui adalah mengikuti tren pasar dengan tetap mengedepankan terobosan atau inovasi baru.

Loading...

Begitu juga dalam bisnis musik, menurut dia, membaca tren dan mengikuti arus utama adalah sebuah keniscayaan. Meski terkadang perlu keluar dari ‘keramaian’ arus besar yang disebut trend.

Untuk itu, lanjut Agi, dengan mencoba terobosan baru, sebenarnya peluang itu ada. Oleh karena itu, Proactive memberikan ruang bagi ZIRIUS untuk berkarya, yang ia sebut sebagai bagian dari era K-Pop Indonesia.

Menurut Agi, rumusan agar bisa diterima pasar tidak lain adalah berani menawarkan sesuatu yang berbeda, namun tetap kembali pada minat pasar yang notabene kini didominasi oleh para pecinta K-Pop milenial.

Baca juga: Budaya Korea dipromosikan secara online selama pandemi COVID-19

“Gelombang Korea”
Mengutip kajian kritis yang ditulis oleh Mar’a Kamila Ardani Sarajwati dalam catatan yang diterbitkan Perpustakaan Fakultas Geografi UKM pada 30 September 2020, bahwa budaya Korea berkembang pesat dan meluas secara global dalam dua dekade terakhir.

Keberadaannya cenderung diterima oleh masyarakat dari berbagai kalangan, sehingga memunculkan fenomena “Korean Wave” atau disebut juga Hallyu.

BACA JUGA :  Inilah 25 Video Musik K-Pop Yang Paling Disukai Fans Di Bulan Juli

Dan berdasarkan data Won So (2020) dalam Distribusi penayangan K-pop di YouTube Worldwide per Juni 2019, menurut negara, disebutkan bahwa Indonesia yang saat ini menjadi negara dengan jumlah penduduk terbesar keempat di dunia adalah rumah bagi jutaan K-poper atau kekasih. K Pop.

Tercatat pada 2019, Twitter mengumumkan daftar negara dengan jumlah terbanyakmenciak terkait artis Kpop sepanjang 2019 dan Indonesia menduduki peringkat ke-3 setelah Thailand dan Korea Selatan.

Sedangkan untuk melihat video K-pop di YouTube menurut negara, Indonesia bahkan menempati urutan ke-2 dengan persentase 9,9 persen. Sementara itu, Korea Selatan berada di posisi pertama dengan persentase yang tidak jauh berbeda dengan Indonesia, yakni 10,1 persen.

Bahkan, Indonesia dikenal memiliki basis penggemar dalam jumlah besar dan unik kebanyakan dari mereka adalah loyalis di dunia K-pop. Maka wajar jika Indonesia menjadi pasar yang sangat potensial bagi Korea Selatan di segmen Korean Wave mereka.

Di akhir tulisannya Mar’a Kamila Ardani Sarajwati sampai pada kesimpulan bahwa Indonesia memiliki peran penting dalam perkembangan Korean Wave secara global.

Namun di luar itu, sebagaimana dicatat oleh Adhi Bhaskara pada tahun 2019 dalam artikelnya yang berjudul “Hubungan Diplomatik: Mengapa Semakin Banyak Orang Korea Selatan Belajar Bahasa Indonesia” mengatakan bahwa sejak terjalinnya hubungan diplomatik Satupos Indonesia dan Korea Selatan pada tahun 1973, Korea Selatan menjadi satu. dari negara-negara yang memiliki jumlah terbesar orang Korea Selatan. investasi terbesar dan terluas di berbagai proyek di Indonesia.

Bahkan Indonesia dan Korea Selatan juga sepakat untuk meningkatkan perdagangan bilateral mereka menjadi 30 miliar dolar AS pada tahun 2022.

Hal ini membuktikan bahwa K-Pop bagi Indonesia bukan hanya sekedar inspirasi musik atau sekedar pembentukan eksistensi diri tetapi lebih dari itu; kepentingan ekonomi.

Baca juga: Riset: “Korean Wave” Berdampak pada Penjualan Skincare Korea di Indonesia

Baca juga: Penyanyi Ini Ungkap Pengalaman Sulit Menjadi Trainee Idol Korea

Baca juga: Sukses Sebarkan Hallyu, Hyun Bin Raih Penghargaan dari Presiden Korea Selatan

Oleh Hanni Sofia
Redaktur: Ida Nurcahyani
HAK CIPTA © Satupos 2021



Terimakasih sudah membaca artikel Inspirasi K-Pop untuk membangun eksistensi dalam musik

dari SatuPos.com

Nilai Kualitas Konten

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *