Sekilas Perekonomian INDONESIA

by -10 views
JOKOWI ekonomi - SatuPos.com


China biasa disebut ekonomi terbesar kedua dunia. Nama ini sepertinya cocok meski dalam kondisi tidak stabil seperti wabah virus corona. Data Biro Statistik Nasional menunjukkan pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) China lebih cepat dari prediksi ekonom sebesar 6,1% dan mengikuti pertumbuhan 4,9% pada kuartal ketiga. PDB tumbuh 2,3% pada tahun 2020, data ini telah membuat China menjadi satu-satunya ekonomi utama dunia yang telah pulih sejak tahun lalu. Pertumbuhan PDB China dipercepat karena pemulihan di bidang jasa, nilai ekspor yang tinggi dan output industri yang kuat. Banyak negara di dunia telah berjuang untuk menahan pandemi covid-19. Sebaliknya, beberapa negara mengonfirmasi varian baru virus corona. Pada awal tahun 2021, virus corona global menembus 95 juta sementara angka kematian mencapai 2 juta. Pemerintah di banyak negara mendapat tekanan untuk segera mendistribusikan vaksin sementara pada saat yang sama ekonomi masih menderita pandemi.

Pertumbuhan ekonomi China sebagian besar disumbangkan oleh sektor industri, komponen utamanya adalah sumber daya manusia sebagai keunggulan kompetitif. China telah berhasil menciptakan inovasi di bidang teknologi, transportasi, perangkat komunikasi dan banyak lagi. Secara tahunan pada tahun 2020, pertumbuhan ekonomi China diproyeksikan sebesar 2,1% (year on year). China akan menjadi negara pertama yang memiliki pertumbuhan ekonomi positif pada tahun 2020. Pemulihan ekonomi di China didukung oleh aturan dan kebijakan yang ketat untuk menangani wabah virus dan dana khusus untuk sektor bisnis.

Berbeda dengan China, ekonomi AS menyusut pada 2020 tetapi ekonom telah memberikan prediksi untuk pulih pada kuartal keempat. Ekonomi memproyeksikan pertumbuhan akan terlihat tahun ini setelah wabah virus masih tetap menjadi ancaman bagi ekonomi global. Bagaimana dengan Indonesia?

BACA JUGA :  Resep Kue Kering, NASTAR Lembut Anti Gagal

Pada awal tahun, IMF memperkirakan pertumbuhan ekonomi akan tumbuh sekitar 4,8 persen. Secara primer pertumbuhan ekonomi diprediksi 6,1 persen namun ekonom telah merevisi target tersebut. Pemerintah Indonesia jatuh optimis pada 5 persen untuk pertumbuhan ekonomi. Prospek positif pada tahun 2021 didukung oleh rebound yang terjadi pada kuartal kedua tahun 2020. PDB diperkirakan tumbuh 4,8 persen pada tahun 2021 dan 6 persen pada tahun 2020. Prediksi tersebut akan terjadi jika kebijakan yang kuat termasuk distribusi vaksin covid-19 diterapkan. Kebijakan makro pemulihan dan strategi fiskal harus diterapkan untuk meningkatkan pendapatan guna membiayai dampak wabah virus corona. Pemerintah perlu merangkul perubahan ekonomi dan membuat kebijakan yang memungkinkan modal, tenaga kerja, keterampilan dan inovasi untuk membuat lingkungan ekonomi yang lebih kuat. Di Indonesia, baik investasi langsung maupun tidak langsung runtuh pada tahun 2020 dan tetap suram di tahun-tahun mendatang. Pemerintah memiliki tantangan untuk menstabilkan ketersediaan kredit (beberapa negara telah mendukung dana untuk beberapa perusahaan) dan mempertahankan kebijakan ekonomi untuk mencegah krisis keuangan. Ini bukan tugas yang mudah.

Loading...


Tampilan Postingan:
27



Terimakasih sudah membaca artikel Sekilas Perekonomian INDONESIA

dari SatuPos.com

0 Reviews

Write a Review

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *