Bantu anak beradaptasi, psikolog menyarankan orang tua untuk mensimulasikan PTM

by -0 views
Japan Coronavirus Children School 03032020 - SatuPos.com



Japan Coronavirus Children School 03032020 - SatuPos.com

Jakarta (Satupos) – Psikolog Keluarga dan Anak Samanta Elsener mengatakan orang tua perlu membuat simulasi pembelajaran tatap muka (PTM) untuk membantu anak beradaptasi dengan lingkungan baru.

“Sangat perlu (simulasi), karena tantangannya sekarang adalah anak-anak mengalami apa yang disebut penghargaan sosial. Jadi kalau ketemu teman merasa aneh,” kata Samanta di acara talkshow DI Satupos tertulis Kamis.

Kondisi canggung sosial Hal itu tercipta karena di saat anak-anak harus belajar bersosialisasi dengan teman sebayanya, kesempatan ini sudah hampir dua tahun terlewatkan karena pandemi mengharuskan anak-anak hanya beraktivitas di rumah.

Baca juga: Pentingnya Belajar Sambil Bermain Saat Balita

Oleh karena itu, orang tua harus dituntut untuk aktif mempersiapkan simulasi agar anak dapat kembali aktif dan ceria ketika harus berhadapan dengan lingkungan sosial teman sebayanya.

Samanta mencontohkan selain mensimulasikan kondisi sekolah di rumah sebelum menyambut PTM, orang tua juga bisa mempresentasikan simulasi lingkungan sosial bersama teman sebayanya.

Misalnya, orang tua berpura-pura menjadi teman dalam berbagai skema sosial seperti bermain dengan teman, atau teman mereka tidak mau berbicara, atau orang tua dapat berpura-pura menjadi teman yang sedang sedih.

“Orang tua harus aktif melakukan pendekatan, mencari informasi dari guru dan orang tua lainnya tentang apa yang dipelajari anaknya. Dari situ kita bisa menyesuaikan, kita bisa membuat kondisi anak menjadi seimbang kembali. Itulah kata kuncinya untuk mengoptimalkan anak secara sosial, sehingga dalam hal ini situasi berbeda dia bisa berperilaku berbeda,” kata Samanta.

Hal ini tidak perlu dikhawatirkan ketika anak mengalami hal ini karena dalam dua tahun terakhir ini anak tidak memiliki kesempatan untuk bersosialisasi dengan individu seusianya.

BACA JUGA :  MASSHIRO&Co. Hadir di Plaza Indonesia, Rilis Koleksi Fashion Klasik dan Abadi

Tak heran jika banyak anak yang terlalu betah di rumah dan merasa canggung untuk bersosialisasi saat harus beraktivitas di luar rumah, apalagi saat anggota keluarga atau orang yang mereka kenal di rumah tidak menemani mereka.

Loading...

“Selama dua tahun terakhir, anak-anak tidak memiliki kesempatan ini (bersosialisasi dengan teman sebayanya), mereka belum mengalami apa yang disebut memperebutkan barang, memperebutkan perhatian guru, atau bahkan bersaing untuk mendapatkan nilai ujian. Itu sebabnya dia tidak melakukannya. Tidak bisa karena pandemi,” katanya.

Selain simulasi, orang tua juga dituntut untuk merangsang anaknya dengan cara bercerita atau membaca buku yang berkaitan dengan cara sosialisasi dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.

Orang tua dapat memberikan stimulasi melalui cerita atau buku yang mengandung nilai persahabatan dan kebersamaan.

Dengan stimulasi semacam ini, meskipun anak sudah lama tidak bertemu dengan teman sebayanya, kemampuan visualisasi dari cerita yang mereka miliki membantu anak untuk dapat menumbuhkan rasa ingin tahu dan percaya diri untuk bersosialisasi saat Sekolah Tatap Muka. dimulai.

Baca juga: Psikolog: Jangan Gunakan Kalimat yang Lucu untuk Anak

Baca juga: Psikolog: Belajar via online berpotensi menimbulkan stres pada anak

Baca juga: Orang Tua Perlu Pahami Konsep Belajar di Rumah Bersama Anaknya

Reporter: Livia Kristianti
Redaktur: Alviansyah Pasaribu
HAK CIPTA © Satupos 2021



Terimakasih sudah membaca artikel Bantu anak beradaptasi, psikolog menyarankan orang tua untuk mensimulasikan PTM

dari SatuPos.com

Nilai Kualitas Konten

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *