Deteksi kanker prostat tidak mungkin hanya dengan sentuhan

by -0 views
testicles 2790218 1280 - SatuPos.com



testicles 2790218 1280 - SatuPos.com

Jakarta (Satupos) – Berbeda dengan kanker payudara, deteksi dini kanker prostat tidak bisa dilakukan hanya dengan menyentuh organ tertentu, kata ahli urologi dari Ikatan Ahli Urologi Indonesia (IAUI) dr. Agus Rizal Ardy Hariandy Hamid, SpU(K), PhD.

“(Prostat) ada di dalam, jadi tidak mungkin seseorang tiba-tiba menyentuh tangan, pipi, atau organ lain Anda dan mengatakan Anda memiliki prostat. Karena itu di dalam, di bawah kandung kemih, tidak mungkin untuk melihat dari luar,” dia berkata. dalam media briefing virtual bertema “Kenali Prostat Anda: Pentingnya Deteksi dini dan pengobatan kanker prostat pada orang dewasa untuk meningkatkan harapan hidup”, Senin.

Baca juga: Selebriti dengan Riwayat Kanker Sepanjang 2019

Agus yang menjabat sebagai Ketua Bulan Peduli Prostat menyarankan agar pria melakukan pemeriksaan prostate-specific antigen (PSA) sebagai salah satu langkah deteksi.

PSA atau tes darah tanpa mempertimbangkan waktu tertentu dapat dilakukan bersamaan dengan pemeriksaan kesehatan (pemeriksaan kesehatan) yang umumnya direkomendasikan setahun sekali.

“Skrining kanker seharusnya dilakukan setahun sekali, tapi kami akan evaluasi. Menurut penelitian, ada beberapa orang yang bisa (screening) setiap 2 tahun, dalam praktiknya lebih baik setahun sekali bersama dengan pemeriksaan kesehatan,” ujar Agus.

Nilai PSA normal di bawah 4 ng/ml. Peluang terjadinya kanker akan meningkat seiring dengan peningkatan PSA. Kadar PSA 3,1-4 ng/ml dikaitkan dengan 26,9 persen risiko kanker prostat. Nilai meningkat bila ada pembesaran prostat jinak, prostatitis, dan kondisi jinak lainnya.

Skrining untuk kanker prostat dapat dimulai untuk pria berusia di atas 45 tahun dengan riwayat keluarga kanker prostat dan pria berusia di atas 50 tahun yang memiliki masalah kencing.

Selain PSA, deteksi dini kanker prostat juga dapat dilakukan melalui Digital Rectal Exam (DRE) atau rektal digital untuk menilai dan melihat ukuran prostat, konsistensi, bentuk, dan ada tidaknya kelainan bentuk dan bentuk prostat. wawancara riwayat kesehatan (anamnesa).

BACA JUGA :  Viral Tutorial Membuat Onde-Onde Dalam Bahasa Jepang, Netizen Terkejut Saat Melihat Fotonya
Loading...

Selanjutnya, diagnosis seorang pria menderita kanker atau tidak melalui biopsi yang dapat dilakukan melalui rektum atau selangkangan dan tes pencitraan seperti TRUS, CT, mpMRI hingga bone scan.

Prostat adalah kelenjar pada pria yang terletak di bawah kandung kemih dan di sekitar saluran kemih. Kelenjar ini berfungsi untuk menghasilkan cairan yang membawa air mani atau air mani dan membantu mengeluarkan air mani saat ejakulasi.

Biasanya, ukuran prostat adalah 15-25 ml atau seukuran buah kastanye. Namun, seiring bertambahnya usia, prostat bisa menjadi lebih besar seiring bertambahnya usia karena perubahan hormonal.

Baca juga: RSUI Sukses Operasi Pembesaran Prostat Tanpa Sayatan

Baca juga: Kapan Sebaiknya Pria Melakukan Skrining untuk Deteksi Dini Kanker Prostat?

Baca juga: Dokter mengatakan kanker prostat adalah penyebab kematian paling umum pada pria

Reporter: Lia Wanadriani Santosa
Redaktur: Ida Nurcahyani
HAK CIPTA © Satupos 2021



Terimakasih sudah membaca artikel Deteksi kanker prostat tidak mungkin hanya dengan sentuhan

dari SatuPos.com

0 Reviews

Write a Review

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *