Forum Solidaritas Kemanusiaan membuka donasi untuk pandemi COVID-19

by -1 views
pexels anna shvets 4167559 - SatuPos.com



pexels anna shvets 4167559 - SatuPos.com

Jakarta (Satupos) – Forum Solidaritas Kemanusiaan (FSK) bersama para profesor dan aktivis mengajak masyarakat untuk berdonasi guna membantu memerangi pandemi COVID-19 di Indonesia.

Bertajuk “Bantuan Penanganan COVID-19”, donasi dapat dilakukan melalui platform kitabisa.com.

“Kami membuka peluang bagi masyarakat untuk membantu penanganan COVID-19, seperti penggalangan dana di kitabisa.com,” kata Koordinator Mobilisasi Sumber Daya Forum Solidaritas Kemanusiaan (FSK) Arifin Purwakananta dalam keterangannya, Sabtu.

Arifin mengatakan masyarakat Indonesia justru lebih gemar berdonasi di masa-masa sulit seperti saat pandemi. Bahkan World Giving Index mencatat Indonesia sebagai negara paling dermawan.

“Dalam World Giving Index disebutkan 83 persen orang sudah menjadi pendonor. Makanya kita nomor 1 paling dermawan di Satupos negara maju,” ujarnya.

Baca juga: Mie Merapi, HPL dan dr. Tirta membagikan paket donasi dari lelang sepeda motor

Baca juga: Bantu Brunei Hadapi COVID, Komunitas Indonesia Salurkan Donasi

Sedangkan menurut penelitian Arifin dan timnya, ditemukan pada saat-saat seperti ini, orang justru menggandakan donasi. Mereka juga semakin senang bekerja sama untuk membantu sesama di masa sulit ini.

“Dalam penelitian ini, donasi naik 20 persen di masa pandemi, meski ekonomi sedang lesu,” ujarnya.

Lebih lanjut ia juga mengatakan bahwa donatur Indonesia tidak hanya dari kalangan kaya. Donatur datang dari berbagai kalangan, terutama kaum muda.

“Di Baznas, misalnya, 60 persen pendonor ini adalah anak muda, kepeduliannya tinggi. Mereka adalah pegawai yang digaji UMR hingga mahasiswa yang ingin membantu menangani COVID-19,” ujarnya.

“Ada juga kalangan ojol, mereka berdonasi untuk membantu penanganan bencana. Orang-orang seperti ini menumbuhkan kepedulian mereka,” lanjutnya.

Tempat yang dipilih untuk berdonasi juga beragam. Tidak hanya ke lembaga kemanusiaan resmi, tetapi juga ke tempat lain.

BACA JUGA :  JaKreatif Fest 2021 resmi digelar untuk mendukung Gernas BBI dan BWI

“Selain ke tempat dinas, mereka membantu saudara, tetangga, teman sekolah dan lain-lain. Bukan karena punya banyak uang, tapi ingin membantu gotong royong,” ujarnya.

Walaupun jumlah donasinya sedikit, namun jika terkumpul akan banyak. Hal ini juga sesuai dengan prinsip gotong royong

Loading...

“Sekarang dengan teknologi digital, mereka bisa berdonasi berapapun, sehingga banyak uang yang bisa terkumpul,” ujarnya.

Ia menilai dalam mengatasi COVID-19, Indonesia membutuhkan semangat kebersamaan. “Kita tidak bisa mengandalkan pemerintah dan tenaga medis, kita butuh simbol kekuatan dari masyarakat dan pemangku kepentingan,” dia berkata.

Keberadaan FSK, menurut dia, memiliki strategi gotong royong yang kuat dalam penanganan Covid-19. Ada tokoh masyarakat, akademisi, kegiatan dan lain-lain yang bergandengan tangan.

“Pemerintah sudah berjalan dengan baik dan perlu kita perkuat, negara-negara besar selalu melibatkan aspek untuk melengkapi,” pungkasnya.

Sementara itu, Divisi Jaringan dan Kerjasama FSK, Elvira Rumkabu menjelaskan bahwa dalam situasi pandemi, advokasi bersama menjadi kunci penting. Dia yang tinggal di Papua dengan akses dan ketersediaan fasilitas kesehatan yang terbatas menjelaskan bahwa situasi pandemi saat ini menjadi sangat menakutkan.

“Membangun jaringan di tingkat lokal dan nasional sangat mendesak. Karena itu saya berharap keterlibatan saya di FSK juga dapat berkontribusi pada kerja advokasi COVID di Papua dan di tingkat nasional. Tidak ada agenda politik, tapi agenda kemanusiaan,” katanya.

Dalam situasi krisis seperti sekarang, jelasnya, diperlukan langkah-langkah mendesak dan dukungan sumber daya manusia yang memiliki jaringan luas namun tetap dengan rasa kemanusiaan dan solidaritas sebagai modal utama.

Ia meyakini keberadaan FSK dapat memberikan kontribusi positif bagi upaya penanganan COVID-19. Salah satu kekuatan FSK adalah memperkuat advokasi dengan memanfaatkan jaringan yang ada dan tidak lagi menginisiasi kerja baru, tetapi mensinergikan kerja yang sudah ada sehingga lebih strategis.

BACA JUGA :  Manfaat kulit kentang, menyembuhkan luka hingga mencegah anemia

Baca juga: Edukasi COVID-19 Masih Perlu Diintensifkan

Baca juga: Stigma sosial terkait COVID-19 masih tinggi

Baca juga: Guru Besar UGM dan Sekjen PMI Pimpin Forum Solidaritas Kemanusiaan

Wartawan: Ida Nurcahyani
Redaktur: Alviansyah Pasaribu
HAK CIPTA © Satupos 2021



Terimakasih sudah membaca artikel Forum Solidaritas Kemanusiaan membuka donasi untuk pandemi COVID-19

dari SatuPos.com

0 Reviews

Write a Review

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *