Gangguan tidur pada lansia dapat menyebabkan depresi

by -0 views
Screenshot 2021 09 21 18 47 18 - SatuPos.com



Screenshot 2021 09 21 18 47 18 - SatuPos.com

Jakarta (Satupos) – Spesialis kesehatan jiwa lulusan Universitas Indonesia dr. Anastasia Ratnawati Biromo, Sp.KJ mengatakan bahwa gangguan tidur pada lansia dapat menyebabkan risiko depresi hingga bunuh diri.

Meski gangguan atau perubahan tidur pada lansia merupakan hal yang normal, Anastasia mengingatkan bahwa lansia mengalami keluhan seperti ketidakpuasan terhadap kuantitas/kualitas tidur, sulit mempertahankan tidur, bangun pagi dan sulit tidur kembali, tidak mampu melakukan tugas. siang hari dan terjadi minimal 3 malam. per minggu selama tiga bulan, tidak ada yang perlu dikhawatirkan.

Dampak insomnia pada lansia menyebabkan peningkatan risiko depresi sebesar 23 persen, peningkatan risiko bunuh diri, peningkatan risiko hipertensi, infark miokard, dan pukulan, peningkatan risiko diabetes dan gangguan metabolisme lainnya, peningkatan prevalensi kanker, insomnia kronis menyebabkan peningkatan risiko gangguan kognitif, “kata dr Anastasia dalam webinar “Brain Awareness Week Indonesia 2021” pada Selasa.

Baca juga: Mengenal “coronasomnia”, gangguan tidur saat pandemi

dr. Anastasia juga menjelaskan hubungan Satupos gangguan tidur dan depresi pada lansia. Dia mengatakan kurang tidur dapat menyebabkan peningkatan sitokin inflamasi, yang sama pada individu dengan gangguan depresi.

Selain itu, gangguan regulasi neurotransmiter monoamine, serotonin, norepinefrin, dan dopamin berkontribusi pada kelainan tidur REM (Gbr. 1).Gerakan Mata Cepat) dan juga berperan dalam depresi.

“Gangguan tidur dan faktor lingkungan menyebabkan ekspresi abnormal gen yang mengatur ritme sirkadian yang menyebabkan timbulnya gangguan.” suasana hati atau episode depresif,” ujar dokter yang berpraktik di RS PGI Cikini ini.

Lebih dr. Anastasia menjelaskan bahwa gejala depresi pada orang tua dan orang muda berbeda. Terkadang gejala yang muncul tumpang tindih dengan gejala fisik atau gangguan jiwa.

“Bagi anak muda lebih mudah untuk mengatakan sedih atau tidak bersemangat, sedangkan orang tua lebih sulit mengungkapkan apa yang mereka rasakan, apalagi jika ada demensia,” kata dr. Anastasia.

BACA JUGA :  Mickey Mouse menyatu dengan batik Garut dan Pekalongan

Baca juga: 10 langkah untuk mendapatkan tidur yang sehat dan berkualitas

Loading...

“Ada orang tua yang mengeluh untuk tidak suasana hati yang sedih tapi merasa lelah atau lelah fisik sehingga depresi pada lansia meskipun signifikan sulit dideteksi,” lanjutnya.

Lansia yang mengalami gejala depresi dapat menurunkan minat dan aktivitas fisiknya, sehingga cenderung lebih memilih berbaring yang dapat meningkatkan risiko obesitas, diabetes, dan hipertensi yang sudah dialaminya.

Selain itu, depresi pada lansia juga akan mempengaruhi hormon stres kortisol yang menurunkan jumlah sel imun dan respon imun, meningkatkan gula darah dan kerusakan oksidatif yang memperburuk gangguan kognitif.

Untuk mengatasi masalah depresi pada lansia, dr. Anastasia menyarankan untuk memberikan antidepresan dan melihat perkembangannya. Jika tidak membaik, orang tua mungkin benar-benar menderita demensia, jadi harus berkonsultasi dengan ahli saraf untuk manajemen demensia.

Sedangkan untuk gangguan tidur dapat dilakukan edukasi tidur kebersihan, yaitu sebelum tidur misalnya mengatur kondisi kamar tidur agar tetap sejuk dan tenang, mandi air hangat dan gosok gigi. Jika Anda masih sulit tidur, Anda bisa membantu dengan obat tidur, karena jika tidak, dampaknya bisa lebih parah.

“Kemudian dievaluasi apakah ada gangguan perilaku yang signifikan mengganggu. Misalnya jika ada gangguan seperti pasien tidak mau minum obat, kecurigaan keluarga dapat dipertimbangkan untuk memberikan antipsikotik dosis kecil. Untuk pasien, psikoterapi harus dilakukan,” kata dr. Anastasia.

Baca juga: Alasan Tidur pada Lansia Lebih Sedikit Dari Orang Dewasa

Baca juga: Akupunktur Medis Bisa Bantu Atasi Gangguan Tidur

Reporter: Maria Cicilia
Redaktur : Suryanto
HAK CIPTA © Satupos 2021



Terimakasih sudah membaca artikel Gangguan tidur pada lansia dapat menyebabkan depresi

BACA JUGA :  Koki Ubah Menu McDonalds Jadi Makanan Mewah, Netizen Akui Langsung Sakit

dari SatuPos.com

Nilai Kualitas Konten

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *