Kiat kemandirian finansial untuk generasi “sandwich”

by -1 views
pexels alexandr podvalny 7459470 - SatuPos.com



pexels alexandr podvalny 7459470 - SatuPos.com

Jakarta (Satupos) – Kemandirian finansial menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK) adalah kondisi di mana seseorang merasa aman dan tidak khawatir akan masa depan berkat investasi dan tabungan yang telah disiapkannya, seperti ketersediaan dana darurat. , pendidikan anak, dan menikmati masa pensiun. nanti.

Namun, di kalangan masyarakat, khususnya generasi milenial, seringkali terjebak dalam siklus generasi sandwich, yaitu dimana seseorang harus mampu memenuhi kebutuhan ekonomi dan memikul tanggung jawab finansial secara lintas generasi, biasanya dimulai dari generasi pendahulu (orang tua) yang terus berlaku pada generasi berikutnya (anak-anak).

Istilah generasi sandwich sendiri sebenarnya bukan hal baru. Istilah tersebut bahkan sudah dikenal sejak tahun 1981 yang diperkenalkan oleh Dorothy Miller. Beliau adalah profesor dan direktur praktikum di University of Kentucky, Lexington, Amerika Serikat (AS). Dia memperkenalkan istilah generasi sandwich dalam jurnalnya “The ‘Sandwich’ Generation: Adult Children of the Aging.”

Tak jauh dari pajangan roti berisi irisan daging, sayuran, keju, dan aneka saus yang diapit roti di kedua sisinya, sandwich generation merupakan istilah yang menggambarkan posisi keuangan seseorang yang terjepit di Satupos dua generasi, yaitu generasi generasi atas dan generasi bawah.

Baca juga: Lima Langkah Cerdas Kelola Keuangan untuk “Generasi Sandwich”

Baca juga: Cara Keluar dari Generasi Sandwich

Menurut Indonesia Millennial Report 2020 dan Data LIPI (Pusat Penelitian Kependudukan), populasi milenial di Indonesia sebanyak 63,5 juta orang, dimana hampir 68 persennya mengalami penurunan pendapatan sejak pandemi COVID-19 berlangsung.

Dampak pandemi membuat sekitar 25 persen populasi milenial harus menjual aset untuk bertahan hidup dan bertanggung jawab atas kesejahteraan anggota keluarga lintas generasi, atau sekadar meletakkan beban. sandwich.

Steffano Ridwan, Direktur Community Financial Services, Maybank Indonesia mengatakan untuk dapat bertahan di tengah pandemi, perencanaan dan pengelolaan keuangan individu harus disesuaikan dengan kondisi yang dihadapi, terutama bagi generasi muda. sandwich Milenial yang juga memikul tanggung jawab keuangan lintas generasi.

BACA JUGA :  Virus! Pasien Covid-19 Mengaku Rindu Anak, Perawat Ini Melakukan Hal Menyentuh

“Semangat dan kedisiplinan untuk mewujudkan cita-cita kemandirian finansial harus tetap menjadi komitmen dan faktor terpenting bagi nasabah,” ujarnya dalam keterangannya, Selasa.

Berikut adalah beberapa tips jitu untuk mencapai kemandirian finansial menurut Staffano:

1. Evaluasi kondisi keuangan
Evaluasi dengan hati-hati arus kas dan kondisi keuangan sebagai langkah awal untuk mengukur tingkat kesejahteraan, kebijakan dalam mengelola keuangan, dan mulai menentukan porsi dana yang harus disimpan atau diinvestasikan untuk mencapai kemandirian finansial di masa depan.

2. Seimbangkan keuangan Anda dan siapkan dana darurat
Belajar dari pandemi, siapkan dana darurat untuk skenario bencana atau malapetaka di rekening terpisah. Ada juga rumus umum yang digunakan oleh perencana keuangan terkenal, yaitu nilai tabungan harus minimal 6 kali jumlah pengeluaran bulanan.

Loading...

Maybank Indonesia memiliki beberapa solusi tabungan baik dengan prinsip Syariah maupun Reguler, Satupos lain Tabungan Maybank MyPlan/MyPlan iB yaitu tabungan yang secara rutin memisahkan sejumlah dana dari sumber rekening utama ke rekening yang hanya dapat dipantau oleh Nasabah dalam jangka waktu tertentu, misalnya 12 bulan atau bahkan sampai 36 bulan. . Terdapat suku bunga/imbal hasil yang berlaku sehingga pada saat kontrak berakhir, nilai dana Nasabah juga meningkat.

Selain itu, Maybank Indonesia akan segera meluncurkan solusi modern untuk anak muda yaitu tabungan U by Maybank yang memberikan keleluasaan bagi nasabah khususnya generasi digital untuk mengikuti tren gaya hidup masa kini dan juga menyiapkan dana darurat dan dana pensiun.

3. Diversifikasi risiko untuk keuntungan jangka panjang
Selain produk tabungan untuk memulai kemandirian finansial, produk investasi reksa dana Maybank Indonesia juga bisa menjadi pilihan untuk melengkapi perencanaan keuangan masa depan.

Investasi reksa dana Maybank Indonesia ini juga mudah diakses oleh nasabah melalui M2U ID App dan bisa dimulai dari hanya Rp. 100.000 dan nasabah dapat membeli dan menjual reksa dana serta memantau perkembangan nilainya melalui aplikasi yang satu ini.

BACA JUGA :  Louis Vuitton meluncurkan sepatu ramah lingkungan

4. Tetapkan prioritas
Hal ini merupakan upaya penting untuk menentukan skala prioritas dalam menangani keuangan untuk kemandirian finansial. Terapkan mode pengoptimalan nilai dan hemat lebih banyak untuk semua aspek manajemen keuangan. Mode ini akan mendorong pelanggan untuk mendapatkan nilai lebih (Nilai ditambahkan) terhadap pengeluaran kebutuhan hidup agar Nasabah tetap dapat menyisihkan dana untuk kemandirian finansialnya.

Salah satu metode untuk mengontrol pengeluaran bulanan adalah 50/20/30[8] diprakarsai oleh Elizabeth Warren, senator Amerika Serikat, yang 50 persennya disisihkan untuk kebutuhan (kebutuhan), 20 persen untuk tabungan (tabungan), serta 30 persen untuk ingin (keinginan) dan jika kita menerapkannya saat ini ada sesuatu yang bisa disisihkan untuk sumbangan atau sedekah biasa.

5. Investasi properti
Berdasarkan Q2. data[9] Pada 2021, Indeks Pasar Properti Indonesia (IPMI) mencatat kenaikan indeks harga properti dari Q1 ke Q2 adalah 2,24 persen dan 1,97 persen YoY, menggambarkan tingginya pertumbuhan biaya properti di masa depan.

Berkaca pada kondisi pasar properti yang mulai membengkak di tahun 2021, generasi milenial dan masyarakat pada umumnya dapat memperoleh nilai investasi yang meningkat dari waktu ke waktu dan memberikan kemandirian finansial di masa depan. Tentunya calon pemilik hunian juga harus jeli melihat prospek investasi rumah di masa depan, seperti rawan bencana dan akses rumah hunian.

Baca juga: Menjaga kesehatan mental generasi sandwich

Baca juga: Tips Mengelola Keuangan untuk “Generasi Sandwich”

Baca juga: Psikolog: Generasi “Sandwich” Rentan Stres

Oleh Ida Nurcahyani
Editor: Maria Rosario Dwi Putri
HAK CIPTA © Satupos 2021



Terimakasih sudah membaca artikel Kiat kemandirian finansial untuk generasi “sandwich”

dari SatuPos.com

Nilai Kualitas Konten

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *