Temukan 18 Kosmetik dengan Bahan Berbahaya, BPOM ke Produsen: Tarik dan Hancurkan!

by -2 views
23607 ilustrasi kosmetik bekas pexelsfree creative stuff - SatuPos.com



23607 ilustrasi kosmetik bekas pexelsfree creative stuff - SatuPos.com

SatuPos.com – Badan Pengawas Obat Makanan (BPOM) Republik Indonesia menemukan 18 produk kosmetik yang mengandung bahan terlarang.

Temuan ini diperoleh melalui hasil sampling dan pengujian yang dilakukan selama periode Juli 2020 hingga September 2021. Bersamaan dengan 53 obat tradisional dan satu suplemen kesehatan yang mengandung bahan kimia obat berbahaya (BKO).

Kosmetik yang mengandung bahan berbahaya tersebut menjadi perhatian dan fokus BPOM, karena dapat mengancam kesehatan. Mayoritas bahan yang dilarang dalam kosmetik yang ditemukan adalah hidrokuinon dan pewarna terlarang yaitu K3 merah dan K10 merah.

“Penggunaan kosmetik yang mengandung hidrokuinon dapat menyebabkan iritasi kulit, kulit merah dan rasa terbakar, serta ochronosis atau kulit menghitam. Pewarna Merah K3 dan K10 merupakan bahan yang berisiko menyebabkan kanker karena bersifat karsinogenik,” kata Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen. Badan Kesehatan dan Kosmetika POM, Reri Indriani, dalam keterangan pers, Rabu (13/10/2021).

Baca juga:
Pertumbuhan Industri Kosmetik Peluang Cuan Baru

Temuan ini didapat setelah BPOM RI menindaklanjuti laporan dari BPOM di negara lain, yang menemukan ada 202 obat tradisional dan suplemen kesehatan yang mengandung BKO, serta 97 produk kosmetik yang mengandung bahan terlarang atau berbahaya.

Semua produk yang dilaporkan melalui mekanisme pelaporan otoritas pengawas obat dan makanan negara lain, adalah produk yang tidak terdaftar di BPOM.

Loading...

Total temuan obat tradisional dan suplemen kesehatan ilegal atau yang mengandung BKO ditemukan di 3.382 fasilitas produksi dan distribusi obat tradisional dan suplemen kesehatan. Semua temuan tersebut memiliki nilai ekonomi sebesar Rp. 21,5 miliar.

Sedangkan nilai ekonomis ditemukannya kosmetik ilegal atau mengandung bahan terlarang karena berbahaya adalah Rp 42 miliar, berdasarkan pemeriksaan di 4.862 fasilitas produksi dan distribusi kosmetik.

BACA JUGA :  Taeyong SuperM Memainkan Game Fashion Dengan Sepatu Hak Merah Muda : Berita K-Pop

Sebagai tindak lanjut pengawasan, pemilik nomor izin edar telah diperintahkan untuk menarik produk dari peredaran dan memusnahkannya. BPOM juga mencabut izin edar obat tradisional, suplemen kesehatan, dan kosmetika tersebut.

Baca juga:
Asyiknya, belanja kosmetik kini bisa dilakukan melalui vending machine

“Produsen yang memproduksi dan importir yang memasukkan produk yang mengandung bahan berbahaya atau ilegal ke dalam wilayah Indonesia diperintahkan untuk menarik produknya dari peredaran untuk dimusnahkan. Jika ditemukan indikasi pidana, maka akan dilakukan proses pro justitia oleh Penyidik ​​Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Badan POM,” kata Reri.





Terimakasih sudah membaca artikel Temukan 18 Kosmetik dengan Bahan Berbahaya, BPOM ke Produsen: Tarik dan Hancurkan!

dari SatuPos.com

Nilai Kualitas Konten

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *