Toyota & Honda mengkritik insentif pajak EV untuk serikat pekerja AS

by -1 views
toyota bZ - SatuPos.com



toyota bZ - SatuPos.com

Jakarta (Satupos) – Toyota Motor Corp dan Honda Motor Co menentang dan mengkritisi usulan Partai Demokrat Amerika Serikat (DPR) yang mengusulkan penambahan insentif pajak senilai US$4.500 kepada pekerja di mobil listrik (EV) otomotif. sektor. .

Insentif pajak tambahan tersebut ternyata hanya diberikan kepada karyawan yang tergabung dalam serikat pekerja tetapi tidak diberikan kepada mereka yang tidak bergabung dengan serikat pekerja.

Toyota berpendapat bahwa rencana tersebut mendiskriminasi pekerja di industri otomotif yang memilih untuk tidak bergabung dengan serikat pekerja.

Baca juga: Tabrakan dengan Pejalan Kaki di Kampung Atlet, Toyota e-Pallet Berhenti Beroperasi

RUU tersebut akan dipilih pada hari Selasa dan akan menjadi bagian dari usulan RUU pengeluaran $3,5 triliun.

Jika semua anggota setuju, maka peraturan tersebut lebih menguntungkan bagi industri yang memiliki pabrik mobil dengan perwakilan serikat pekerja.

Honda merasa aturan itu tidak adil, perwakilan mereka mengatakan, “Hukum mendiskriminasi kendaraan listrik yang dibuat oleh pekerja di Amerika Serikat atas dasar apakah pekerja itu berserikat atau tidak. Rekan-rekan pekerja kami di Alabama, Indiana, dan Ohio akan membuat kendaraan itu. .listrik kita juga layak mendapatkan perlakuan yang adil dan setara dari Kongres.”

RUU itu diperkirakan menelan biaya 33 hingga 34 miliar dolar AS selama 10 tahun dan dapat meningkatkan kredit pajak maksimum menjadi 12.500 dolar AS untuk kendaraan listrik.

Nilai tersebut naik dari angka sebelumnya sebesar 7.500 dollar AS, nilai 12.500 dollar AS tersebut sudah termasuk insentif senilai 500 dollar AS untuk penggunaan baterai yang diproduksi di Amerika Serikat.

Faktanya, RUU tersebut merupakan bagian penting dari tujuan Presiden Joe Biden untuk memastikan penjualan kendaraan listrik sebesar 50 persen pada tahun 2030 dan meningkatkan lapangan kerja serikat pekerja di Amerika Serikat.

BACA JUGA :  Kesiapan infrastruktur mendorong harga mobil listrik lebih terjangkau

Kehadiran RUU itu juga menghapus kredit pajak pembuat mobil setelah mereka mencapai 200.000 kendaraan listrik yang terjual.

Loading...

Rancangan tersebut, yang akan diajukan minggu depan, membantu menciptakan kredit baru yang lebih kecil untuk kendaraan listrik bekas hingga $2500.

Tiga produsen mobil listrik besar di Amerika Serikat, yakni GM, Ford Motor Co, dan Stellantis NV yang tergabung dalam Chrysler tentu diuntungkan dengan aturan tersebut karena mereka diwakili oleh serikat pekerja United Auto Workers (UAW).

Produsen mobil asing yang beroperasi di Amerika Serikat, termasuk Tesla yang tidak memiliki serikat pekerja, mewakili pekerjanya dengan berkoordinasi dengan UAW untuk mengatur pabrik di Amerika Serikat.

Toyota yang merupakan perusahaan non-AS terus berupaya agar insentif tersebut juga dapat diperoleh para pekerjanya.

“Kami akan berjuang untuk memfokuskan uang muka untuk membuat kendaraan listrik dapat diakses oleh konsumen Amerika yang tidak mampu membeli mobil dan truk dengan harga tinggi,” kata perwakilan Toyota.

Baca juga: Toyota memangkas target produksi karena kekurangan suku cadang dan chip

Baca juga: Toyota akan membuat mobil listrik 50 persen lebih murah

Baca juga: Toyota diperkirakan menghabiskan $ 13,5 miliar untuk mengembangkan baterai EV

Wartawan: L010
Redaktur: Alviansyah Pasaribu
Hak Cipta © Satupos 2021



Terimakasih sudah membaca artikel Toyota & Honda mengkritik insentif pajak EV untuk serikat pekerja AS

dari SatuPos.com

Nilai Kualitas Konten

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *