Facebook mengumumkan kebijakan baru untuk memerangi kelompok jahat

by -0 views
joshua hoehne Uo2ZXh4XOLY unsplash - SatuPos.com



joshua hoehne Uo2ZXh4XOLY unsplash - SatuPos.com

Jakarta (Satupos) – Facebook mengumumkan kebijakan baru pada Kamis (16/9) waktu setempat yang menyasar kelompok berbahaya yang mendukung kekerasan atau konspirasi, dimulai dengan menghapus jaringan yang menyebarkan misinformasi COVID-19 di Jerman.

Mengutip laporan AFP pada hari Jumat, kepala kebijakan keamanan Facebook, Nathaniel Gleicher, mengatakan kebijakan itu ditujukan untuk mendeteksi ancaman kejahatan terorganisir yang tidak termasuk kebijakan komunitas standar yang sebelumnya telah ada.

Baca juga: Facebook Luncurkan Fitur Baru untuk Bisnis

Facebook telah berada di bawah tekanan tanpa henti untuk mencegahnya menjadi situs untuk informasi yang salah dan komentar kebencian, sementara pada saat yang sama tetap menjadi ruang bagi pengguna untuk berbicara dengan bebas.

Di bawah kebijakan baru, Facebook akan menutup akun pengguna yang bekerja sama untuk memperkuat perilaku jahat dan berulang kali melanggar aturan platform.

Facebook sedang mencari kelompok pengguna yang melakukan hal-hal seperti “brigade” atau mengeroyok akun lain dengan tujuan membanjiri komentar atau keluhan.

“Kami menyadari tantangan ini kompleks,” kata Kepala Ancaman Gangguan Global Facebook, David Agranovich dalam konferensi pers.

“Kita perlu berhati-hati dan berhati-hati untuk membedakan Satupos orang-orang yang secara organik berkumpul untuk mengatur perubahan sosial, dan jenis jaringan permusuhan yang dapat menyebabkan kerusakan sosial,” tambahnya.

Di bawah kebijakan baru, Facebook telah menghapus kurang dari 150 akun, halaman, atau grup yang dioperasikan oleh orang-orang yang terkait dengan gerakan Querdenken, yang menentang tindakan anti-COVID-19 seperti mengenakan masker dan karantina.

Loading...

Menurut Facebook, orang-orang di balik akun, beberapa di antaranya ada di Instagram, mendorong konten yang menggambarkan kekerasan sebagai cara untuk membatalkan upaya pemerintah Jerman memerangi virus.

Facebook juga mengutip laporan publik bahwa kelompok tersebut mengambil bagian dalam kekerasan terhadap jurnalis, polisi, dan praktisi medis di Jerman.

BACA JUGA :  Anies menilai layanan 5G akan membantu percepatan Program Smart City

Gleicher mengatakan Facebook telah mengembangkan kebijakan baru ini sebelum awal tahun karena peningkatan kampanye jahat di media sosial.

Dia menyebutkan bahwa aktor jahat sengaja mengaburkan batas Satupos orang nyata yang mengekspresikan ide mereka dengan akun yang sengaja dimanipulasi agar lebih sulit ditangkap.

Baca juga: Rusia Denda Facebook dan Twitter Karena Tidak Hapus Konten

Baca juga: Facebook diperiksa di Italia untuk kacamata pintar

Baca juga: Facebook Rancang Chip Berbasis Machine Learning

Penerjemah: Rizka Khaerunnisa
Redaktur: Ida Nurcahyani
HAK CIPTA © Satupos 2021



Terimakasih sudah membaca artikel Facebook mengumumkan kebijakan baru untuk memerangi kelompok jahat

dari SatuPos.com

Nilai Kualitas Konten

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *