Facebook Summit 2021 siap membahas perkembangan bisnis di era digital

by -3 views
pexels luca sammarco 6162932 - SatuPos.com



pexels luca sammarco 6162932 - SatuPos.com

Jakarta (Satupos) – Facebook bersiap menggelar acara tahunannya yang bernama Facebook Summit 2021 dan akan digelar pada Selasa (28/9) pekan depan guna membahas inovasi-inovasi yang dapat mendukung perkembangan bisnis di era digital yang semakin pesat.

Acara ini akan mempertemukan lebih dari 50 pemimpin global dan regional yang telah menetapkan standar baru di industri ini dengan memanfaatkan teknologi digital seperti Facebook, Instagram, WhatsApp, dan Messenger untuk terlibat lebih kreatif dan mengembangkan komunitas.

Baca juga: Bank Aladin Syariah dan Facebook berkolaborasi bantu digitalkan UMKM

“Kami memahami bahwa kecepatan pemulihan dari pandemi COVID-19 sangat bervariasi di setiap wilayah. Itulah sebabnya tim kami terus fokus untuk mempercepat pemulihan di seluruh Asia Tenggara dengan melakukan yang terbaik yang kami bisa — menyediakan akses dan koneksi, serta berbagi wawasan. membantu komunitas dan bisnis menavigasi realitas baru. Melalui Facebook Summit tahun ini, kami akan mengatasi ketahanan bisnis dengan mengeksplorasi tren yang muncul dan alat utama yang dapat menghemat waktu, mendorong kinerja, dan mempercepat digitalisasi,” kata Vice President untuk Asia Tenggara dan Pasar Berkembang di Facebook, Benjamin Joe mengatakan dalam sebuah pernyataan Kamis.

Acara tahunan ketiga ini juga akan menghadirkan kisah inspiratif para pelaku usaha dari berbagai skala yang telah berhasil menunjukkan ketangguhan dengan menata ulang model bisnis untuk beradaptasi dengan tantangan yang ada.

Contohnya adalah Mindvalley, sebuah perusahaan layanan pendidikan berbasis teknologi dengan lebih dari 18 juta siswa di seluruh dunia, yang bertujuan untuk mendemokratisasi pendidikan dengan menjanjikan sistem pendidikan terbaik, jaringan global, dan kurikulum bertenaga AI untuk siapa saja, di mana pun mereka berada.

Baca juga: Google dan Facebook Latih UMKM Indonesia Tumbuh Secara Digital

Mindvalley telah berhasil menavigasi bisnisnya melampaui tantangan dan memanfaatkan momentum untuk penemuan, inspirasi, dan keterlibatan pelanggan di tengah pandemi dengan beralih ke model bisnis berlangganan, mengintegrasikan kecerdasan buatan (AI) untuk personalisasi, dan mengalihkan kekuatan ke komunitas mereka. Kisah bisnis seperti Mindvalley ini adalah salah satu dari sekian banyak inspirasi yang bisa dipelajari di Facebook Summit.

BACA JUGA :  OPPO Umumkan Kolaborasi Reno6 Series dengan Bigetron Esports

Hasil studi Facebook menunjukkan bahwa digitalisasi menjadi kunci utama ketahanan bisnis dalam ekonomi pasca-COVID, seiring dengan peningkatan konsumsi dan gaya hidup yang “berpusat pada rumah“.

Menurut studi terbaru dari Facebook dan Bain & Company, sebanyak 70 juta orang di Asia Tenggara telah menjadi konsumen digital sejak awal pandemi. Hampir setengah dari mereka, atau sekitar 30 juta orang, sudah menjadi konsumen digital dari tahun 2020 hingga 2021. Pada tahun 2026, populasi konsumen digital Asia Tenggara diperkirakan akan mencapai sekitar 380 juta, atau 1,4 kali lebih besar dari tahun 2019.

Dalam studi meta-analisis oleh Kantar dan Facebook, yang meninjau 64 kampanye multi-media di enam negara Asia Tenggara selama 2016-2020, ditunjukkan bahwa saluran digital membantu bisnis menjangkau lebih banyak audiens (kesadaran), memfasilitasi hubungan emosional, dan menciptakan preferensi untuk merek (asosiasi), dan mengubah khalayak menjadi konsumen (motivasi).

Mengingat situasi COVID-19, 72 persen bisnis di Asia Tenggara menyatakan bahwa media sosial membantu mereka berinteraksi lebih baik dengan konsumen.

Loading...

Hasil penelitian ini dapat menjadi dasar dan menunjukkan fakta bahwa setiap momen adalah peluang untuk inovasi, inspirasi, dan koneksi baru. Namun, bagaimana menyelaraskan dengan aturan dan undang-undang bisnis sehingga bisnis dapat memberikan layanan sesuai keinginan pelanggan tetapi dapat menghormati privasi mereka masih menjadi pertanyaan.

“Ini adalah pertanyaan yang akan kami jawab dengan sistem yang kami sebut Discovery Commerce, dan ini juga akan dibahas lebih mendalam oleh tim kami bersama para pemimpin bisnis di Asia Tenggara pada Facebook Summit minggu depan,” pungkas Benjamin.

Facebook Summit ketiga juga akan menampilkan Matt Idema, VP Business Messaging di Facebook, yang akan berbagi tentang komitmen WhatsApp untuk mendukung usaha kecil dan mikro melalui inovasi produk seperti WhatsApp Storefront. Fitur baru ini akan memungkinkan bisnis untuk mendapatkan keuntungan dari perdagangan percakapan dan sekarang tersedia di beberapa negara, termasuk Indonesia dan Malaysia.

BACA JUGA :  Telkomsel Luncurkan IoT Envion, Solusi Berbasis AI untuk Otomatisasi dan Optimalisasi Sistem Manajemen Energi Perusahaan

Beberapa pembicara dari Asia Tenggara yang akan menghadiri Facebook Summit 2021 Satupos lain Sudarshan Saha yang merupakan Managing Director Mediacom Vietnam; Anisha Iyer Chief Product Officer OMG Thailand; dan Wahib Kazhim Presiden Direktur Photostory Indonesia.

Mereka akan berbagi tren bisnis digital terbaru, mengembangkan kreativitas di media sosial, dan berbagi kisah sukses mereka sebagai Usaha Mikro, Kecil dan Menengah yang berkembang di Asia Tenggara.

Bagi yang tertarik dengan topik dan pembahasan pengembangan bisnis, bisa mengunjungi situs https://fbsummitid.splashthat.com/ selama satu bulan terhitung mulai 28 September 2021.

Baca juga: Kemendag Gandeng Facebook Percepat Kemampuan Digital UMKM

Baca juga: Dukung Transformasi Digital UMKM, Instagram Luncurkan Fitur Belanja

Baca juga: Facebook Gabungkan Messenger dan Instagram di Aplikasi Baru untuk UKM

Reporter: Livia Kristianti
Redaktur: Ida Nurcahyani
HAK CIPTA © Satupos 2021



Terimakasih sudah membaca artikel Facebook Summit 2021 siap membahas perkembangan bisnis di era digital

dari SatuPos.com

Nilai Kualitas Konten

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *