Indef: Literasi digital dasar bagi pelaku UMKM perlu dioptimalkan

by -4 views
pexels kampus production 7289719 - SatuPos.com



pexels kampus production 7289719 - SatuPos.com

Jakarta (Satupos) – Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Nailul Huda menilai pelatihan digital tingkat dasar untuk membantu UKM menjadi digital masih perlu diupayakan daripada hanya fokus pada level skill.

“Menurut saya, pelatihan yang sedang diupayakan perlu dilakukan secara bertahap. Kita bisa mulai dari rantai yang paling mudah yaitu penjualan,” kata Nailul Huda kepada Satupos, Senin.

“Penjualan tidak langsung ke perdagangan elektronik. Langkah paling mendasar yang bisa dilakukan oleh pelaku UMKM dengan memanfaatkan instant messaging untuk meningkatkan pemahaman digital karena penggunaannya relatif mudah,” lanjutnya.

Baca juga: Digital Marketing Potensi Optimalkan UMKM Indonesia

Ia menambahkan, jika penjualan produk melalui pesan instan sudah mapan, pelaku UMKM bisa mengambil langkah selanjutnya dengan memanfaatkan media sosial untuk berjualan. Setelah itu, pelaku UMKM bisa masuk ke platform perdagangan elektronik untuk mengembangkan saluran situs websendiri.

Nailul mengatakan literasi digital masyarakat Indonesia masih rendah, terutama di kawasan timur Indonesia, sehingga pelatihan dasar digital masih perlu diintensifkan untuk mencapai pemerataan akses pengetahuan.

Selain itu, dia menilai peran pendampingan pasca pelatihan yang dilakukan pemerintah belum optimal. Padahal, keberlangsungan UMKM sangat bergantung pada daya tahan dan daya saing setelah mengikuti pelatihan formal.

“Di UKM kuliner, persoalannya pelaku usaha mudah masuk tapi cepat keluar. Artinya mereka yang tidak bisa bersaing akan lebih mudah keluar. Ketika tidak ada perputaran bisnis yang cepat, mereka akan lebih cepat gulung tikar,” kata Nailul.

Menurut Nailul, UKM kuliner berpotensi menjadi salah satu andalan perdagangan elektronik di Indonesia. Ia juga memberikan rekomendasi kepada pemerintah untuk memprioritaskan sektor kuliner untuk makanan menjadi digital mengingat potensi pertumbuhannya jauh lebih besar dibandingkan komoditas lain di masa pandemi.

BACA JUGA :  Xiaomi Civi akan tetap eksklusif untuk China
Loading...

“Kita harus mencari sektor-sektor yang potensial untuk dimasuki perdagangan elektronik. Jika tidak fokus pada sektor tertentu, dalam hal ini sektor kuliner, sektor potensial justru akan tergerus oleh pasar luar negeri,” ujarnya.

Nailul memberikan contoh produk makanan beku (makanan beku) khas nusantara yang dijajakan di peron perdagangan elektronik peluang meraup keuntungan lebih besar karena memiliki jangkauan permintaan yang lebih luas dibandingkan dengan makanan siap saji yang harus dilakukan melalui jasa pesan antar.

Makanan beku dapat bertahan selama beberapa hari dalam perjalanan, sedangkan makanan siap saji tidak bisa. Namun, tantangannya makanan beku membutuhkan teknologi dan biaya yang tidak sedikit untuk memproduksinya. Selain itu, sumber daya manusianya juga belum memadai, terutama untuk UKM kuliner di kawasan timur Indonesia,” ujarnya.

Baca juga: Kemenparekraf: Teknologi dorong subsektor ekonomi kreatif “go digital”

Baca juga: Kisah UMKM Lokal Masuk Pasar Luar Negeri dengan Ekspor Shopee

Baca juga: Pupuk Kaltim bantu UMKM lokal go digital melalui aplikasi Mitros

Reporter: Rizka Khaerunnisa
Editor: Maria Rosario Dwi Putri
HAK CIPTA © Satupos 2021



Terimakasih sudah membaca artikel Indef: Literasi digital dasar bagi pelaku UMKM perlu dioptimalkan

dari SatuPos.com

Nilai Kualitas Konten

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *