Industri Kompetitif Global, Kemenperin Perkuat Sumber Daya Manusia Teknologi

by -8 views
Teknologi kertas - SatuPos.com


Industri Kompetitif Global, Kemenperin Perkuat SDM Teknologi Kertas
Industri Kompetitif Global, Kemenperin Perkuat SDM Teknologi Kertas


Jakarta, Itech – Kementerian Perindustrian berupaya meningkatkan kinerja industri kertas di tanah air melalui penyediaan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten. Langkah strategis ini untuk memacu perekonomian nasional.

Peran tersebut diwujudkan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kementerian Perindustrian yang menggandeng tujuh perusahaan industri kertas untuk membuka program setara D1 Teknologi Kertas. Lulusan akan ditempatkan bekerja di tujuh perusahaan yaitu PT Eco Paper Indonesia, PT Surabaya Mekabox, PT Kertas Padalarang, PT Enggal Subur Kertas, PT Pemalang Agro Wangi, PT Budi Makmur Perkasa, dan PT Indah Kiat Pulp and Paper Tbk Serang Mill.

“Kehadiran sumber daya manusia yang terampil menjadi faktor penting dalam mendukung pertumbuhan industri, dimana industri merupakan salah satu sektor yang menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar dan berharap para peserta program ini dapat memanfaatkan peluang ini,” kata Kepala Bidang BPSDMI Kementerian Perindustrian, Arus Gunawan.

Menurut Arus, penyelenggaraan Program Setara D1 Teknologi Kertas merupakan bagian dari program Kementerian Perindustrian yang memfasilitasi 899 mahasiswa untuk dapat menempuh pendidikan vokasi dan dapat bekerja langsung di industri. Mereka berasal dari 10 provinsi dan 12 kabupaten/kota di Indonesia.

“Kebutuhan tenaga kerja di industri kertas dan barang dari kertas sebanyak 241.651 pada tahun 2020, sedangkan kebutuhan pada tahun 2021 diperkirakan meningkat menjadi 10.563 orang,” ujarnya.

Industri bubur Indonesia mampu bersaing dengan menduduki peringkat ke-8 dunia, dan industri kertas berada pada peringkat ke-6 dunia. Daya saing tersebut selain didukung oleh ketersediaan bahan baku, juga didukung oleh keberadaan sumber daya manusia industri yang kompeten dan pemanfaatan teknologi.

Loading...

Apalagi perkembangan permintaan global akan produk industri pulp dan kertas, baik di dalam negeri maupun untuk ekspor masih cukup menjanjikan, antara lain produk kertas tisu, kertas kemasan dan sebagainya. Bahkan, dengan tren transaksi perdagangan elektronik yang semakin meningkat, juga dapat mendorong kebutuhan kertas untuk kemasan kertas dan karton sehingga industri dapat berkembang.

Kepala Pusat Pengembangan Pendidikan Vokasi Industri, Iken Retnowulan mengatakan, program perkuliahan ini diselenggarakan oleh Politeknik STMI Jakarta melalui Program Studi Teknik Kimia Polimer (TKP). “Peserta mengikuti perkuliahan selama dua semester dengan total 43 sks dengan kombinasi online dan offline disesuaikan dengan kondisi pandemi saat ini. Sedangkan untuk Praktek Kerja Industri akan dilaksanakan di masing-masing perusahaan dan ruang laboratorium di Pusat untuk Bubur Kertas dan Kertas (BBPK),” jelasnya.

Tidak hanya program D1 Setara Teknologi Kertas ini, lanjut Iken, pada tahun ini Politeknik STMI Jakarta juga telah menyelenggarakan Program Pendidikan Sederajat D1 bidang Alat Berat bekerjasama dengan PT. Komatsu Indonesia sebanyak dua angkatan dilaksanakan oleh Program Studi Teknik Industri Otomotif.

Direktur PT Indah Kiat Pulp and Paper Tbk Serang Mill, Heppy Moiras menjelaskan, pelaksanaan program setara D1 Paper Technology ini merupakan langkah awal bagi industri kertas untuk mendapatkan sumber daya manusia tertentu yang tidak dapat disuplai oleh pendidikan pada umumnya.

“Kami berharap kerja sama semacam ini dapat terus ditingkatkan untuk meningkatkan daya saing industri kertas nasional,” kata Heppy seraya mengingatkan bahwa kebutuhan tenaga kerja di sektor ini sangat besar sehingga hanya sebagian kecil yang terpenuhi.

Pada 2019, kapasitas produksi kertas nasional sebesar 10,1 juta ton dengan konsumsi 6,3 juta ton. Sementara itu, bubur tercatat sebagai salah satu komoditas yang memiliki potensi ekspor sebesar 5,3 juta ton. Bahkan di tengah pandemi Covid-19, permintaan bubur dan kertas secara global masih meningkat sekitar 2,1 persen. Sementara di dalam negeri, dalam lima tahun terakhir, permintaan tumbuh sebesar 63 persen. (DAF/rilis)



Terimakasih sudah membaca artikel Industri Kompetitif Global, Kemenperin Perkuat Sumber Daya Manusia Teknologi

dari SatuPos.com

0 Reviews

Write a Review

BACA JUGA :  by.U Memenangkan 2 Penghargaan di Penghargaan Seluler 2021

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *