Lima Tips Menghindari “ransomware” – Satupos News

by -0 views
malware - SatuPos.com



Jakarta (Satupos) – Tak sedikit pengguna komputer yang mengeluh menjadi korban ransomware, data mereka dikunci oleh hacker sehingga tidak bisa dibuka.

Ransomware, Kaspersky mengatakan dalam sebuah pernyataan resmi, adalah perangkat lunak perusak yang menyerang perangkat keras untuk mendapatkan informasi pengguna seperti dokumen, kemudian mengenkripsi semua yang ditemukan dan mengunci file.

Peretas menuntut korban untuk membayar untuk mendapatkan kembali file tersebut. Jika korban membayar uang tebusan, dalam beberapa kasus, peretas mengambil uangnya dan kemudian menghilang.

Ada juga peretas yang mengirim kunci deskripsi dengan serangkaian instruksi. Yang lebih parah, peretas tidak dapat memulihkan data, sehingga file rusak secara permanen.

Ransomware dapat memasuki perangkat dengan berbagai cara, seperti mencolokkan flashdisk, mengunduh file dari situs yang tidak dikenal, lampiran dalam email, dan tautan ke situs berbahaya.

Jika diserang perangkat lunak perusak, Kaspersky menyarankan untuk tidak membayar uang tebusan karena uang itu akan digunakan untuk mengembangkan perangkat lunak perusak baru. Membayar juga tidak menjamin data kembali.

Pengguna dapat menggunakan layanan Crypto Sheriff di situs web No More Ransom untuk mencari tahu perangkat lunak perusak apa yang menginfeksi perangkat. Situs terkadang juga menyediakan dekripsi untuk berbagai jenis ransomware.

Jika Anda belum menemukan dekripsi, tetap periksa secara berkala karena alat ini selalu diperbarui.

Baca juga: UMKM Masih Jadi Target Serangan Ransomware

Baca juga: Indonesia Target Ransomware Terbesar Kedua di Asia Tenggara H1 2020

Untuk dilindungi dari ransomware, pengguna dapat melakukan langkah-langkah berikut.

1. Cadangan data
Selalu cadangkan file penting ke penyimpanan cloud atau harddisk luar. Untuk photo bundle, backup data setiap minggu atau sebulan sekali.

Meskipun file itu penting, bisa setiap beberapa hari atau bahkan setiap hari. Kaspersky merekomendasikan untuk tidak menunda membuat cadangan atau cadangan untuk file penting karena ransomware bisa terjadi kapan saja.

Gunakan kata sandi yang kuat dan otentikasi dua faktor untuk penyimpanan awan. Hubungkan saja perangkat keras ke perangkat saat dibutuhkan. Jika diserang ransomware, setiap drive yang terhubung ke komputer akan dienkripsi.

2. Waspadai pesan masuk
Jika Anda menerima email, pastikan Anda tahu siapa pengirimnya. Jika Anda menerima file mencurigakan dari orang yang dikenal, hubungi mereka dengan cara lain seperti telepon karena bisa jadi akun email mereka telah disusupi.

Jika email tersebut dari seseorang yang tidak Anda kenal, abaikan pesan tersebut. Lampiran email dan tautan ke situs web adalah penyamaran yang paling umum untuk ransomware Troya.

3. Hindari situs yang mencurigakan
Penjahat dunia maya sering menggunakan berbagai trik untuk memanipulasi korban agar mengunduh ransomware, misalnya ketika mereka mengklik spanduk di situs web, mendorong mereka untuk mengunduh sesuatu.

4. Perbarui perangkat lunak
Penjahat mengeksploitasi kerentanan dalam perangkat lunak. Oleh karena itu, selalu perbarui perangkat lunak tepat waktu untuk mengurangi risiko keamanan siber.

Jika Anda bisa, aktifkan pembaruan otomatis untuk perangkat lunak.

5. Instal solusi keamanan
Solusi keamanan terbaru dapat mengidentifikasi dan memblokir perangkat lunak perusak sebenarnya.

Baca juga: 1.500 bisnis terkena serangan ransomware

Baca juga: Serangan besar ‘ransomware’ memaksa rantai toko Swedia ditutup

Baca juga: Biden memerintahkan penyelidikan atas serangan “ransomware” terbaru

Pewarta: Natisha Andarningtyas
Editor: Maria Rosario Dwi Putri
HAK CIPTA © Satupos 2021



Terimakasih sudah membaca artikel Lima Tips Menghindari “ransomware” – Satupos News

dari SatuPos.com

Nilai Kualitas Konten