Tips memulai startup untuk menjadi “unicorn” yang sukses

by -2 views
image 3 - SatuPos.com



image 3 - SatuPos.com

Jika Anda tidak berani maju bagaimana Anda bisa mendapatkan hasil yang baik?

Jakarta (Satupos) – Rintisan menjadi salah satu bisnis yang berkembang pesat belakangan ini dan semakin pesat di masa pandemi yang mengandalkan setiap aktivitas di ruang digital.

Pendiri dan COO dari rintisan Xendit adalah Tessa Wijaya yang kini fokus pada bisnis gerbang pembayaran berbagi tips untuk pemula yang akan merintis rintisan untuk meraih predikat unicorn.

Hal pertama yang harus Anda miliki adalah keberanian untuk melangkah apakah Anda seorang wanita atau pria dan menganggap posisi Anda setara.

Baca juga: Ciri-ciri Startup yang Difavoritkan Investor

“Ada anggapan bahwa bidang matematika, sains, teknologi itu didominasi laki-laki. Jangan takut wanita. Kita semua sama. Jadi jalani saja, jangan takut. Kalau tidak berani maju, bagaimana bisa mendapatkan hasil yang baik?,” kata Tessa dalam jumpa pers virtual Gerakan Nasional “Ignition 1000 Digital Startups”, Sabtu.

Selanjutnya, sebagai pemula memulai bisnis rintisan Anda harus bisa memiliki ketahanan dan kemampuan beradaptasi yang baik.

Ketika Anda mengalami kegagalan, sebagai pionir bisnis rintisan digital Anda harus mengambil kegagalan itu sebagai pelajaran.

Asumsi bahwa kegagalan adalah akhir sudah tidak berlaku lagi, Tessa mengatakan butuh lebih dari dua poros untuk jenis layanan yang dia kembangkan untuk akhirnya berhasil dan mengubah perusahaannya Xendit menjadi unicorn seperti sekarang ini.

Rintisan Tentunya harus hadir untuk menghadirkan solusi nyata yang bisa digunakan oleh banyak orang sebagai tolak ukur untuk mempersiapkan bisnisnya menjadi matang.

Baca juga: Telkom Bangga Startup Nium yang Dibiayai MDI Ventures Jadi Unicorn

Loading...

Selama masa uji coba, Anda tidak perlu menghabiskan terlalu banyak waktu untuk mengembangkan produk dan cukup menyediakan produk atau layanan dengan standar minimum atau yang disebut Tessa sebagai Minimum Valueable Product (MVP).

BACA JUGA :  Realme 7 Pro, ponsel kelas menengah "unggulan"

“Momen pendiri startup Pembuatan produk uji coba membutuhkan waktu 6-8 bulan. Dia mungkin terlambat karena ternyata pada akhirnya ada banyak solusi yang sama. Jadi minimal produk harus ready minimal 1 bulan,” kata Tessa.

Setelah MVP diuji, Anda dapat lebih cepat mengetahui kelebihan dan kekurangan produk dari orang-orang yang mengikuti proses uji coba.

Dia menekankan bahwa pendiri rintisan tidak bosan mencari dan mendengarkan orang yang nantinya menjadi konsumen yang menggunakan produk tersebut rintisan.

Tidak ada yang bisa menggantikan peran mendengarkan dan berbicara kepada pelanggan. Anda pasti akan menghadapi banyak masalah dan tantangan. Namun agar produk berhasil, perlu ditanyakan berulang kali agar produk diterima dengan baik oleh pelanggan. Ini adalah hal yang paling penting untuk rintisan,” menutupi Tessa.

Xendit adalah rintisan terbaru di Indonesia mendapatkan predikat unicorn setelah mendapat suntikan dana dari investor senilai 150 juta dollar AS.

Baca juga: “Startup” Dinamis Jadi Incaran Pekerja Muda

Baca juga: “1000 Digital Startup” diharapkan hadirkan solusi dengan kearifan lokal

Baca juga: Program Inkubasi dan Akselerasi Startup Indigo “Rebranding” Telkom

Reporter: Livia Kristianti
Redaktur : Suryanto
HAK CIPTA © Satupos 2021



Terimakasih sudah membaca artikel Tips memulai startup untuk menjadi “unicorn” yang sukses

dari SatuPos.com

Nilai Kualitas Konten

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *