Transformasi Digital Meningkat Perlu Keamanan Cyber

by -0 views
Screenshot 508 red - SatuPos.com


Screenshot 508 red - SatuPos.com


Jakarta, Itech- Pertumbuhan transformasi digital global dari 2019 hingga 2021 telah mencapai 44 persen. Pandemi Covid 19 yang melanda dunia telah memaksa orang untuk bekerja dari rumah, sehingga mempengaruhi adopsi digital. Bahkan perusahaan yang bergerak di bidang cloud computing sudah masif masuk ke Indonesia dan menyiapkan data centernya sehingga pertumbuhan sektor ini mencapai double digit 18 persen.

Menurut Country Director Fortinet Indonesia, Edwin Lim, transformasi digital telah menciptakan ekosistem baru, yang kesemuanya memiliki potensi ancaman dari perspektif keamanan digital.

“Misalnya work from home, bagaimana sistem keamanan untuk karyawan yang work from home, yang dulunya menggunakan modem router biasa, kemudian harus terkoneksi ke kantor menggunakan VPN. Kemudian mereka harus berbagi bandwidth dengan anak-anak di rumah yang melakukan online schooling, bermain game, menonton film, semua itu membuka potensi ancaman,” ujarnya dalam kegiatan Media Briefing Fortinet Indonesia, Rabu (8/9).

Edwin juga mengatakan bahwa kesenjangan pengetahuan tentang keamanan siber berbeda Satupos tingkat atas dan bawah. Namun, ketika semua karyawan diberhentikan, kondisinya menjadi sama.

“Di sinilah kita harus mengantisipasi dan mempertimbangkan sisi keamanan, seperti bagaimana arsitekturnya nanti.”

Laporan terbaru dari FortiGuard Labs Global Threat Landscape Report paruh pertama tahun 2021 menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam volume dan kecanggihan serangan yang menargetkan individu, organisasi, dan infrastruktur yang semakin kritis. Permukaan serangan yang meluas dari pekerja dan mahasiswa hibrida, masuk dan keluar dari jaringan tradisional, terus menjadi target.

Organisasi menghadapi lanskap risiko dan ancaman dengan serangan di semua lini. Namun, Kartu Skor Ketahanan Digital Asia/Pasifik IDC mengungkapkan bahwa hanya 34% organisasi di Indonesia yang memiliki pendekatan kuat terhadap keamanan siber.

BACA JUGA :  7 HP Pony Screen Murah Terbaru (Harga Dibawah 2 Jutaan)
Loading...

“Meski Indonesia sudah membaik, masih belum mencapai 50 persen. Tantangan bagi Chief Information Security Officers (CISOs) saat ini adalah bagaimana mendapatkan sumber daya manusia yang tepat di bidang keamanan siber.”

Meski membangun sistem keamanan membutuhkan investasi yang besar, Edwin menegaskan solusi tersebut tidak perlu diimplementasikan sekaligus.

“Solusinya kita punya berbagai macam dari bawah ke atas, jika kita ingin menerapkan satu solusi, kita harus melihatnya dari sudut pandang kritis karena bisa berbeda. Misalnya ada perusahaan yang menganggap email penting karena untuk transaksi, artinya email yang harus kita amankan. Tapi ada juga yang menggunakan email hanya untuk korespondensi.”

Menurutnya, mahal itu relatif karena jika sistem perusahaan diserang, kerugiannya tidak sebanding dengan investasi awal seperti kehilangan reputasi, bisnis menurun dan terpaksa membeli perangkat baru.

“Memang, prioritas bisnis dan kebutuhan teknologi tidak selalu berjalan beriringan. Bisnis ingin mengurangi biaya, sementara teknologi membutuhkan uang. Terjadi ketidakcocokan Satupos keduanya. Maka titik temu adalah tempat kritis. Apa bisnis kritisnya, dan apa teknologi kritisnya.”

Menurut penelitian IDC, CxOs menyebutkan membangun ketahanan/mengurangi risiko (61%) dan mengurangi/mengoptimalkan biaya (63%) sebagai prioritas bisnis utama. Untuk tim teknologi, investasi keamanan TI dan peralihan ke model cloud hybrid telah terbukti mengatasi risiko kontinuitas dan keamanan. Namun, IDC menemukan bahwa penerapan teknologi keamanan untuk mengurangi risiko (33%) adalah salah satu prioritas teknologi dengan peringkat terendah.

“Keamanan siber harus menjadi pusat perhatian, bukan pemandu sorak. Bukan sekedar good to have, bukan must have, tapi security itu must have,” pungkasnya.(red)



Terimakasih sudah membaca artikel Transformasi Digital Meningkat Perlu Keamanan Cyber

dari SatuPos.com

BACA JUGA :  HMD Global akan mengadakan acara pada 6 Oktober, Nokia G50 masuk

0 Reviews

Write a Review

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *