Danau Kelimutu, Danau Tiga Warna Anugerah Dewa untuk Flores

by -4 views
Menikmati Keindahan Danau Kelimutu - SatuPos.com


Danau Kelimutu adalah sebuah danau “ajaib” di Flores, tepatnya di Kabupaten Ende. Keajaiban itu ditunjukkan dengan hadirnya tiga danau dengan warna berbeda.

Sehingga danau ini juga dikenal dengan sebutan Danau Tiga Warna, dengan keunikannya Danau Kelimutu diabadikan dalam Rp. 5.000,- beberapa tahun yang lalu.

Danau yang berada di ketinggian sekitar 1.639 meter di atas permukaan laut ini menyuguhkan panorama alam yang luar biasa indah, sehingga tak heran jika selalu dikunjungi wisatawan dari dalam maupun luar negeri.

keindahan alam yang dihadirkan
keindahan alam yang disajikan. peta google. sumber: Nova Veronica

Berdasarkan catatan dari pengelola Taman Nasional Kelimutu, danau ini mengalami penurunan sekitar 5 meter. Saya tidak tahu apa yang menyebabkan ini, tetapi keindahan danau tidak berubah.

Saat ini tempat wisata di Indonesia sudah mulai beroperasi seperti biasa, namun tetap harus mematuhi protokol kesehatan yang telah dicanangkan pemerintah.

Lokasi dan Alamat Danau Kelimutu

Lokasi Danau Kelimutu berada di kawasan Taman Nasional Kelimutu, alamat lengkapnya berada di Desa Pemo, Kecamatan Kelimutu, Kabupaten Ende, Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

berada di kawasan taman nasional kelimutu
berada di kawasan taman nasional kelimutu. peta google. sumber: NINA KORDA

Jalur menuju Danau Kelimutu hanya bisa dilalui kendaraan pribadi, karena tidak ada kendaraan umum yang melintasi kawasan sekitar objek wisata ini. Jalan yang dilalui sangat bagus, mudah dilalui kendaraan roda dua dan roda empat.

Yaitu dengan mengarahkan kendaraan anda ke kota Ende, perkiraan waktu yang ditempuh sekitar 2 jam perjalanan. Ada rambu-rambu jalan yang akan mengarahkan Anda ke lokasi wisata ajaib ini.

Harga Tiket Danau Kelimutu

  • Tiket masuk Danau Kelimutu cukup membayar Rp. 5.000,- saja
  • Sedangkan wisatawan asing harus membayar Rp. 150.000,-
  • Parkir motor bayar Rp. 5.000,-
  • Parkir mobil dengan membayar Rp. 10.000,-

Jam Buka Danau Kelimutu

Jam operasional Danau Kelimutu buka setiap hari Senin hingga Minggu selama 24 jam penuh. Mengingat Anda harus melakukan trekking ke danau, sebaiknya Anda datang berkunjung saat matahari masih bersinar.

Waktu terbaik untuk mengunjungi Danau Kelimutu adalah pada pagi dan sore hari.

senja di danau kelimutu
sunset di danau kelimutu. peta google. sumber: Sinta Novizah

Fasilitas Danau Kelimutu

Fasilitas di sekitar Danau Kelimutu Satupos lain:

  • Area parkir kendaraan
  • Toilet
  • gazebo
  • Toko makanan dan minuman sederhana

Akomodasi

Di sekitar Danau Kelimutu terdapat beberapa penginapan atau hotel, bagi anda yang berasal dari luar daerah Ende. Akomodasi ini meliputi:

  • Homestay Tokek,
  • Ecolodge Danau Kawah Kelimutu,
  • Palm Bungalows, dan banyak lainnya.

Harga yang ditawarkan per malam berkisar Rp. 200.000 sampai Rp. 500.000,-

menikmati keindahan danau kelimutu
Menikmati keindahan Danau Kelimutu. peta google. sumber: Faliq Hukma A

Sejarah Danau Kelimutu

Belum ada literatur ilmiah yang menyebutkan proses terjadinya Danau Kelimutu ini, yang pasti Gunung Kelimutu sendiri merupakan bagian dari rangkaian gunung seribu.

Yaitu pegunungan yang memiliki ketinggian di atas 1.000 meter. Gunung Kelimutu berada sekitar 1,64o mdpl di kaldera atau tubus Sokonia bersama dengan Gunung Kelido dan Gunung Kelibara.

Gunung Kelimutu merupakan gunung kerucut tertua yang masih memiliki aktivitas vulkanik hingga saat ini, tercatat gunung ini terakhir meletus sekitar tahun 1968.

Danau yang kini disebut danau tiga warna ini merupakan kawah yang terjadi akibat letusan Gunung Kelimutu. Dan pertama kali mengalami perubahan warna yaitu pada tahun 1886, setelah letusan yang cukup dahsyat dari Gunung Kelimutu.

Jadi berdasarkan hal tersebut, Danau Kelimutu merupakan danau vulkanik yang terbentuk akibat aktivitas vulkanik. Luas yang dimiliki Danau Kelimutu sekitar 1.050.000 meter persegi dan mampu menampung 1.292 juta meter kubik air.

mengabadikan keindahan alam
mengabadikan keindahan alam. peta google. sumber: Entabun Sayuti

Nama Kelimutu sendiri berasal dari dua suku kata, yaitu Keli yang berarti Gunung dan Mutu yang berarti Mendidih. Sehingga bila digabungkan menjadi gunung yang mendidih.

Keindahan Danau Kelimutu pertama kali ditemukan oleh seorang warga negara Belanda bernama Van Such Telen pada tahun 1915. Kemudian sekitar tahun 1929, seorang seniman bernama Y. Bournan melukis dan menulis tentang danau tersebut.

Sehingga banyak yang penasaran dengan keindahan danau tersebut, dan ingin melihatnya secara langsung. Tak sedikit ilmuwan yang datang untuk meneliti fenomena perubahan warna yang terjadi di Danau Kelimutu.

Pada tanggal 26 Februari 1992, kawasan tempat danau ini berada ditetapkan sebagai kawasan konversi alam nasional yang saat ini dikenal sebagai Taman Nasional Kelimutu.

Loading...

Legenda dan Mitos Danau Kelimutu

Sejarah terbentuknya Danau Kelimutu tidak terlepas dari legenda dan mitos yang berkembang di masyarakat dan menyebar dengan cepat dari mulut ke mulut.

Konon dahulu, di Gunung Kelimutu, conde ratu tinggal bersama rakyatnya. Mereka hidup dalam damai. Konon ada dua orang bernama Ata Polo dan Ata Bupu.

Ata Polo terkenal sebagai penenun yang jahat dan suka memangsa manusia, sedangkan Ata Bupu merupakan tokoh masyarakat yang penyayang dan selalu menghalau kesaktian Ata Polo.

Suatu hari, dua anak yatim datang dan meminta perlindungan Ata Bupu dari Ata Polo. Permintaan tersebut disetujui oleh Ata Bupu, dengan syarat mereka tidak boleh meninggalkan lapangan.

Kemudian, Ata Polo datang dan meminta Ata Bupu untuk menyerahkan kedua anaknya. Ata Bupu juga minta datang lagi kalau sudah dewasa.

Singkat cerita, ketika mereka dewasa, mereka meminta izin Ata Bupu untuk meninggalkan ladang dan bersembunyi di sebuah gua. Tak lama kemudian, Ata Polo kembali dan ingin merebutnya dari tangan Ata Bupu.

jalur trekking yang dilalui
jalur trekking. peta google. sumber: Info Atourin

Ata Bupu tidak menyerah begitu saja, sehingga terjadilah pertempuran yang cukup sengit. Menyadari bahwa dia tidak bisa mengalahkan Ata Polo, dia melarikan diri ke perut bumi.

Ata Polo tidak tinggal diam, dan mengikuti Ata Bupu hingga akhirnya mereka ditelan bumi akibat gaya yang dikeluarkan oleh Ata Polo. Sedangkan dua remaja yang bersembunyi di dalam gua terkubur hidup-hidup akibat gempa yang sangat dahsyat.

Tempat pelarian Ata Bupu ke perut bumi memunculkan genangan air berwarna biru bernama Tiwu Ata Bupu. Sementara itu, tempat terbunuhnya Ata Polo keluar dengan air berwarna merah yang akhirnya diberi nama Tiwu Ata Polo.

Sementara itu, tempat di mana kedua remaja itu dikubur hidup-hidup memunculkan air hijau tenang yang kemudian diberi nama Tiwu Nuwa Muri Kofai.

Masyarakat setempat percaya bahwa perubahan yang terjadi di Danau Kelimutu adalah sebuah pertanda. Jika danau berubah menjadi merah itu berarti akan ada bahaya. Sehingga warga sekitar akan mengadakan upacara ritual untuk menangkal bencana yang akan terjadi.

Tidak berhenti sampai di situ, ada juga mitos yang mengatakan bahwa Danau Kelimutu merupakan tempat berkumpulnya arwah orang yang sudah meninggal.

tiwu nuwa muri kofai
tiwu nuwa muri kofai. peta google. sumber: Denis Aditya

Tiwu Ata Bupu dipercaya sebagai tempat berkumpulnya arwah para sesepuh, Tiwu Ata Polo dipercaya sebagai tempat berkumpulnya arwah orang-orang yang selalu berbuat jahat semasa hidupnya, sedangkan Tiwu Nuwa Muri Kofai merupakan tempat berkumpulnya untuk arwah orang-orang muda yang telah meninggal.

Pesona Danau Kelimutu

Keindahan Danau Kelimutu telah bergema hingga ke mancanegara, dimana ciri khasnya adalah warna danau yang bisa berubah menjadi merah, biru, dan putih.

Untuk menuju lokasi danau, Anda harus melakukan trekking menyusuri jalan yang sudah tertata rapi, dari area parkir menuju Tiwu Ata Polo dan Tiwu Ata Bupu selama kurang lebih 15 menit.

Anda akan disuguhkan pemandangan alam yang menakjubkan, angin bertiup cukup kencang dan udara yang sangat sejuk.

jalannya tertata dengan baik
jalannya tertata dengan baik. peta google. sumber: Info Atourin

Jadi pastikan untuk membawa jaket atau pakaian hangat lainnya, memakai alas kaki yang nyaman dan membawa minuman yang cukup.

Ketika mereka tiba di dekat dua danau, rasa kagum dan takjub muncul. Tangan Tuhan sungguh luar biasa, dan tidak ada yang bisa menandinginya.

Untuk sampai ke danau terakhir yang bernama Tiwu Nuwa Muri Kofai, Anda harus melanjutkan trekking sekitar 5 hingga 10 menit.

Di dekat danau terdapat tempat duduk dan bersantai sambil menikmati sunset yang sangat indah. Danau ini berwarna hitam dan memiliki kedalaman sekitar 127 meter.

Sementara itu, Tiwu Ata Polo memiliki kedalaman kurang lebih 64 meter dengan luas sekitar 4,5 ha, dan untuk Tiwu Ata Bupu memiliki kedalaman kurang lebih 67 meter dengan luas hingga 4 ha.



Terimakasih sudah membaca artikel Danau Kelimutu, Danau Tiga Warna Anugerah Dewa untuk Flores

dari SatuPos.com

Nilai Kualitas Konten

BACA JUGA :  Lokal Creative Festival 2021 menjadi peluang bagi UKM untuk memajukan usahanya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *