Kampung Naga, Berkelanjutan Di Tengah Modernisasi

by -4 views
lokasi kampung naga - SatuPos.com


Kampung Naga merupakan salah satu bukti bahwa bumi Tatar Pasundan memiliki masyarakat yang memegang teguh tradisi nenek moyangnya, di tengah derasnya arus modernisasi.

desa naga
desa naga. peta google. sumber: Riyadi Tarabalaga

Kita tahu bahwa konsep peradaban maju di dunia sangat dipengaruhi oleh pelestarian budaya, pengetahuan, dan kesadaran akan sejarahnya.

Alasan meninggalkan budaya nenek moyang, terkadang atas nama modernisasi. Padahal, modernisasi tidak berarti harus menghilangkan kearifan lokal.

Kampung Naga membuktikan masih mampu menjunjung tinggi budaya, serta tradisi yang sudah ada sejak zaman nenek moyang, meski arus modernisasi kuat.

Kampung Naga adalah sebuah desa adat yang terletak di provinsi Jawa Barat. Perlu penulis sampaikan bahwa kunjungan ke tempat wisata di pulau jawa dan bali bisa dilakukan saat kebijakan PPKM dicabut kan… Termasuk kunjungan ke Kampung Adat Kampung Naga, Tasikmalaya.

Meski kebijakan PPKM akan dicabut, bukan berarti protokol kesehatan akan diabaikan, bukan?

Sejarah Kampung Naga

sejarah desa naga
sejarah desa naga. peta google. sumber: Kampung Naga

“Pareumeun Obor” adalah istilah yang tepat untuk menggambarkan sejarah Kampung Naga Tasikmalaya, Jawa Barat. Istilah Pareumeun Obor merupakan bahasa Sunda yang memiliki arti memutus mata rantai sejarah.

Saat itu, arsip sejarah tentang Kampung Naga diduga dibakar oleh kelompok DI/TII. Sehingga beberapa pihak terkait, sangat sulit menarik kesimpulan tentang sejarah Kampung Naga.

Bagi masyarakat Kampung Naga, sebagaimana dikatakan oleh para sesepuh Kampung Naga, bahwa mengikuti sejarah estafet obor tidak terlalu penting.

Menurutnya, yang terpenting saat ini adalah bagaimana masyarakat Kampung Naga mampu mempertahankan budaya, atau tradisi yang telah diturunkan oleh nenek moyangnya.

berkelanjutan di tengah modernisasi
berkelanjutan di tengah modernisasi. peta google. sumber: Dion Walks berlari

Kampung Naga bukan tempat wisata, juga bukan desa wisata seperti tempat wisata yang trendi.

Masyarakat asli Kampung Naga tidak ingin budayanya terpengaruh dengan kedatangan orang-orang yang bukan warga Kampung Naga.

Namun, orang-orang di luar tidak bisa dihentikan untuk datang ke Kampung Naga. Pada akhirnya, masyarakat Kampung Naga mulai terbiasa dengan kedatangan tamu dari luar, atau wisatawan.

Sejarah Penamaan Kampung Naga

sejarah penamaan desa naga
sejarah penamaan desa naga. peta google. sumber: Wiyoto Widhi

Secara pribadi, sebelum penulis mengetahui tentang sejarah penamaan Kampung Naga, saya sempat membayangkan tentang legenda naga.

Tapi ternyata salah. Sejarah penamaan Kampung Naga mengacu pada letak, atau letak geografis Kampung Naga yang berada di atas tebing.

Gawir adalah bahasa Sunda yang berarti tepi, atau sisi celah. Dalam bahasa Sunda, Kampung Naga diambil dari istilah Kampung Nagawir.

Yang artinya desa yang terletak di pinggir, atau dipinggir tebing. Kampung Naga merupakan singkatan dari istilah “Nagawir”.

Loading...

Atraksi Desa Naga

1. Arsitektur Bangunan

arsitektur bangunan desa naga
arsitektur bangunan desa naga. peta google. sumber: Dion Walks berlari

Daya tarik pertama Kampung Naga Tasikmalaya, Jawa Barat adalah arsitektur bangunannya yang masih terjaga keasliannya.

Bahan bangunan, hingga tata letaknya tidak asal-asalan. Ada aturan yang harus dipatuhi, dan ada nilai filosofis dari arsitektur bangunannya.

Ada 100 rumah di gedung itu. Bahan bangunan tidak boleh menggunakan bahan dinding. Bahan baku utamanya adalah bambu dan kayu. Sedangkan atapnya terbuat dari ijuk atau nipah.

Tata letak rumah harus menghadap ke selatan, atau utara, dan memanjang ke timur atau barat.

2. Gedung Umum

bangunan di desa naga
bangunan di desa naga. peta google. sumber: Muhammad Nur Yasin Ahmaduddin

Selain bangunan untuk masyarakat Kampung Naga, juga terdapat 3 bangunan umum yang diperuntukkan bagi masyarakat Kampung Naga. Diantara mereka:

  • Lumbung padi,
  • Masjid,
  • Tempat musyawarah, atau berkumpul.

3. Budaya, Atau Tradisi Masyarakat

alat tradisional desa naga
alat tradisional desa naga. peta google. sumber: KANG ICANG

Yang lebih menarik di Kampung Naga adalah tradisi atau budaya masyarakat yang memegang teguh tradisi nenek moyang. Suka:

  • Tidak ada listrik, apalagi internet,
  • Tidak ada teknologi modern.

Hal ini terlihat saat anda berkunjung ke Kampung Naga, khususnya di lokasi lumbung padi, alat untuk menumbuk padi masih menggunakan alat tradisional.

Agama masyarakat Kampung Naga adalah Islam. Sedangkan mata pencaharian masyarakatnya berasal dari pertanian, peternakan, dan berkebun. Dan Kampung Naga memiliki luas sekitar 1,5 hektar.

Di area tersebut juga terdapat lokasi yang dilarang keras untuk dimasuki oleh pengunjung. Nama lokasinya disebut Hutan Terlarang.

Lokasi dan Alamat Kampung Naga

Lokasi Kampung Naga terletak di Provinsi Jawa Barat, dekat perbatasan antara Tasikmalaya dan Garut. Alamat Kampung Naga berada di Desa Neglasari, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikaraya, Provinsi Jawa Barat.

lokasi desa naga
lokasi desa naga. peta google. sumber: membawa

Jalan menuju Kampung Naga sangat mudah, Anda bisa mengaksesnya dengan kendaraan pribadi, atau kendaraan umum.

Jarak Kampung Naga dari Alun-alun Kabupaten Garut hanya sekitar 29 kilometer, dengan waktu tempuh sekitar 1 jam perjalanan.

Jarak dari Alun-alun Kabupaten Tasikmalaya hanya sekitar 15 kilometer, dengan waktu tempuh hanya 30 menit.

Harga Tiket Masuk Dragon Village

Masuk ke Kampung Naga gratis. Pengunjung hanya disarankan untuk membeli oleh-oleh, atau kerajinan tangan yang dibuat oleh masyarakat Kampung Naga.

Jam Buka Kampung Naga

Kampung Naga buka 24 jam. Bagi pengunjung yang ingin menginap di Kampung Naga bisa mendapatkan izin terlebih dahulu dari pihak terkait di lokasi.

Fasilitas di Kampung Naga

Untuk fasilitas di Kampung Naga, jangan dibayangkan seperti fasilitas di tempat wisata pada umumnya. Namun, fasilitas utama sudah tersedia di Kampung Naga, seperti:

  • Area parkir,
  • Toilet,
  • Toko cendera mata.



Terimakasih sudah membaca artikel Kampung Naga, Berkelanjutan Di Tengah Modernisasi

dari SatuPos.com

0 Reviews

Write a Review

BACA JUGA :  Wisata keluarga sambil bersepeda didominasi oleh pengunjung TMII

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *