Pantai Batu Hiu, Tempat Wisata di Pangandaran Penuh Legenda

by -0 views
pantai batu hiu - SatuPos.com


Pantai merupakan salah satu tempat wisata yang paling disukai oleh sebagian besar orang di dunia. Sedangkan Indonesia sendiri merupakan negara yang memiliki garis pantai yang cukup panjang, sehingga memiliki potensi wisata bahari yang melimpah. Meski begitu, dari sekian banyak objek wisata pantai di Tanah Air, masih banyak tempat yang belum terungkap keberadaannya. Oleh karena itu, kita harus melestarikan semua objek wisata yang ada.

Jika Anda kebetulan sedang berwisata di daerah Ciamis, Jawa Barat, ada satu lokasi wisata yang wajib dikunjungi. Namanya Pantai Batu Hiu.

Pantai yang terletak di selatan Pulau Jawa ini berbatasan langsung dengan Samudera Hindia. Banyak yang bilang kalau pantai ini adalah ‘Tanah Lot’ Jawa Barat, karena memang mirip.

Lalu kenapa pantai ini dinamakan Batu Shark? Langsung saja kita bahas bersama.

pantai batu hiu
gambar dari https://www.instagram.com/himitanv/

Legenda Pantai Hiu Batu

Cerita tentang nama Pantai Batu Hiu tidak lepas dari legenda pada zaman dahulu. Berdasarkan informasi yang disampaikan warga sekitar, sekitar abad ke-11 ada pasukan yang diusir dari Kerajaan Mataram. Pasukan tersebut dikomandoi oleh dua orang bernama Aki Gede dan Nini Gede. Mereka semua meninggalkan tanah airnya, yang kemudian sampai di Pantai Batu Hiu melalui jalur laut.

Sesampainya di daratan, mereka memutuskan untuk beristirahat dan tinggal di daerah perbukitan di sekitar pantai. Suatu hari, Nini Gede mengirim pasukannya untuk mencari makanan untuk mereka. Salah satu pasukan bernama Ki Braja Lintang berinisiatif mencari makan di pantai. Akhirnya ia berhasil menangkap seekor Hiu. Setelah Aki Gede dan Nini Gede mengetahui hasil tangkapannya, mereka menyuruh Ki Braja Lintang untuk mengembalikan ikan tersebut ke laut.

Ketika Ki Braja Lintang melepaskannya, hiu itu berubah menjadi batu hitam yang cukup besar.

Keberadaannya masih dapat dilihat hingga saat ini. Karena itulah pantai ini diberi nama Pantai Batu Hiu. Sayangnya, bentuk batu sudah berubah, tidak seperti Hiu lagi. Hal ini disebabkan oleh erosi air laut yang telah terjadi selama berabad-abad.

Baca juga: Wisata Pantai Pangandaran

Lokasi Pantai Batu Shark

Pantai legendaris ini terletak di Desa Ciliang, Kecamatan Parigi, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Tepatnya terletak kurang lebih 14 kilometer dari Pantai Pangandaran di selatan. Tempat ini menjadi salah satu tempat wisata populer di Ciamis. Pengunjung akan datang setiap hari dan meningkat saat akhir pekan dan hari libur panjang.

Jika ingin merasakan suasana yang lebih tenang, silakan datang di hari biasa bersama teman dan keluarga. Disini juga terdapat berbagai fasilitas yang akan menunjang kenyamanan para wisatawan.

pasir batu hiu
gambar melalui https://www.instagram.com/reallylala/

Jam Buka Pantai Hiu

Tidak ada aturan khusus yang menentukan jam berapa objek wisata ini dibuka. Sebenarnya pantai ini bebas dikunjungi kapan saja. Termasuk Pantai Batu Hiu. Secara implisit, objek wisata ini buka selama 24 jam. Namun, petugas yang bekerja di pantai ini tidak akan tinggal selama waktu tersebut.

Umumnya orang akan berkunjung dari pagi hari untuk menikmati matahari terbit hingga sore hari hingga matahari terbenam.

Apalagi jika Anda berkunjung pada malam hari, angin pantai yang datang dari daratan hingga lautan akan berhembus sangat kencang. Langit menjadi gelap dan pemandangan laut lepas yang eksotis tidak akan terlihat.

Jadi lebih baik datang pada waktu-waktu pada umumnya.

Baca juga: Wisata Pantai Madasari

Untuk menuju Pantai Batu Hiu, rute yang Anda tempuh tergantung dari jenis transportasinya. Apakah Anda menggunakan transportasi umum seperti bus atau kendaraan pribadi.

Jika Anda memutuskan untuk menggunakan transportasi umum, silakan naik bus di terminal kota tujuan Pantai Pangandaran. Namun jika memulai perjalanan dari Tasik, naik bus dengan tujuan yang sama, kemudian berhenti di sekitar Pantai Pangandaran. Lanjutkan perjalanan menuju Pantai Batu Hiu dengan transportasi menuju Cijulang. Kemudian Anda bisa naik ojek ke tempat tujuan Anda.

Sedangkan jika menggunakan kendaraan pribadi dari Pantai Pangandaran, ambil arah menuju Jalan Baru Bulak Laut dengan jarak tempuh kurang lebih 16 kilometer. Kemudian lanjutkan perjalanan hingga Jalan Merdeka atau Jalan Raya Cijulang.

Lihat tanda-tanda Pantai Batu Hiu yang mengharuskan Anda belok kiri. Masuk saja kurang lebih 1 kilometer dan sudah sampai di pos retribusi Pantai Batu Hiu.

Biaya Masuk Pantai Batu Shark

Tempat wisata ini telah menetapkan harga tiket masuk yang berbeda. Pengelompokan tersebut didasarkan pada jenis transportasi yang digunakan.

Loading...

Berikut rinciannya:

  • People Walking – 3.300 rupiah per orang.
  • Sepeda Motor – 7.000 rupiah.
  • Jeep atau Sedan – 19.500 rupiah.
  • Car Carry – 36.000 rupiah.
  • L300 – 51.500 rupiah.
  • Bus kecil – 68.000 rupiah.
  • Bus (sedang) – 106.000 rupiah.
  • Bus Besar – 172.000 rupiah.

Harga masih bisa berubah sewaktu-waktu. Namun jika kenaikannya tidak terlalu signifikan. Oleh karena itu, Anda tidak perlu khawatir, karena tarifnya terjangkau.

matahari terbenam di batu hiu
gambar via https://www.instagram.com/eris_wah28/

Baca juga: Wisata Green Canyon Pangandaran

Daya Tarik Pantai Batu Shark

Saat Anda memasuki objek wisata, Anda akan disambut oleh sebuah gerbang goa dengan aula dengan bangunan mulut hiu. Gerbang ini seolah menggambarkan identitas Pantai Batu Hiu dan menegaskan legenda yang beredar. Bentuk ini cukup nyata karena dilengkapi dengan gigi tajam seperti hiu.

Para wisatawan akan menemukan wahana lain di ujung gua. Sebenarnya masih ada beberapa gua yang indah di sekitarnya. Penduduk setempat juga percaya bahwa salah satu gua itu terhubung dengan gua di Pantai Utara Cirebon.

Selain goa mulut hiu dan pemandangan batu karang yang terlihat mirip ikan hiu, daya tarik tempat wisata ini adalah panorama hamparan luas Samudera Hindia. Anda bisa menyaksikan deburan ombak yang kuat menghantam bebatuan dan birunya laut yang menenangkan hati dan pikiran.

Pemandangan ini akan semakin menakjubkan ketika Anda datang di musim kemarau, dimana langit berwarna biru cerah tanpa awan dan memantulkan keindahannya di lautan.

Untuk menikmati segala kebesaran ciptaan Tuhan, kamu harus mendaki bukit kecil yang ada disana. Tempat ini juga merupakan spot foto terbaik dengan background laut.

Di sekelilingnya akan terlihat struktur tebing yang juga memanjakan mata. Anda juga bisa berjalan di sepanjang area pantai, tetapi berenang sangat dilarang. Ombak pantai selatan yang berbatasan langsung dengan Samudera Hindia dikenal ganas dan ombaknya tinggi. Sangat berbahaya dan risikonya tinggi jika Anda berenang di sana. Belum lagi bebatuan di sekitarnya yang cukup tajam.

Sensasi lain yang tidak boleh Anda lewatkan adalah pemandangan matahari terbenam di ufuk barat. Momen seperti inilah yang ditunggu-tunggu oleh para wisatawan.

Dengan mendaki bukit, Anda bisa mengabadikan momen indahnya matahari terbenam. Warna biru langit yang perlahan berubah menjadi jingga tentu sangat mengesankan. Jangan lupa untuk mengabadikannya dengan mengambil foto atau mengambil video.

Masih ada atraksi lain di sekitar objek wisata ini yang jarang dinikmati oleh masyarakat awam, yaitu konservasi penyu hijau.

Tahukah Anda bahwa ada penangkaran penyu 15 kilometer sebelah barat Pantai Batu Hiu? Anda berkesempatan mengunjungi penangkaran ini secara gratis alias gratis. Pengunjung juga diperbolehkan menyentuh dan memberi makan penyu.

Jika beruntung, Anda juga bisa melepaskan bayi penyu ke pantai ke laut lepas.

Silahkan lihat juga video pantai batu hiu di bawah ini ya?

sumber: youtube.com

Bagaimana? Tempat wisata Pantai Batu Hiu yang sangat menarik bukan? Tambahkan tempat ini ke daftar kunjungan Anda saat berlibur.

Selain menikmati pemandangan laut, Anda akan mendapatkan pengalaman baru dengan mengunjungi konservasi penyu hijau yang sudah langka.





Terimakasih sudah membaca artikel Pantai Batu Hiu, Tempat Wisata di Pangandaran Penuh Legenda

dari SatuPos.com

Nilai Kualitas Konten

BACA JUGA :  Istana Maimun, Dari Sejarah, Hingga Legenda Meriam Pantat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *