Taman Sriwedari, Taman Hiburan Rakyat Yang Tinggal Kenangan

by -0 views
Pintu Masuk Taman Sriwedari - SatuPos.com


Surakarta atau lebih dikenal dengan nama Solo merupakan salah satu kota di Jawa Tengah. Kota ini memiliki banyak unsur sejarah, budaya dan seni. Apalagi dengan keberadaan Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat yang menjadi identitasnya.

Selain itu, Solo juga memiliki Taman Hiburan Rakyat (THR) yang menjadi kebanggaannya yaitu Sriwedari. Taman Sriwedari dibangun sebagai tempat warga Solo sering menghabiskan waktunya untuk sekedar nongkrong atau menikmati fasilitas dan berbagai pertunjukan.

THR Sriwedari memang sangat cocok sebagai tempat mengenal budaya Solo dari dekat. Anda akan menemukan berbagai hal menarik dan unik di dalamnya.

taman hiburan rakyat yang hidup dalam kenangan
taman hiburan rakyat yang hidup dalam kenangan. peta google. sumber: Didik Susetyo Dwi Hartanto, SH

Sayang sekali Taman Sriwedari sekarang ditutup permanen, dan taman hiburan rakyat sekarang hanya tinggal kenangan.

Daftar Isi

Lokasi Taman Sriwedari

Taman Sriwedari terletak di pusat Kota Solo. Sedangkan alamat lengkapnya berada di Jalan Brigjen Slamet Riyadi No. 275, Kecamatan Laweyan, Kota Surakarta, Jawa Tengah.

Jaraknya sangat dekat dengan Stasiun Purwosari, yaitu hanya sekitar 2 kilometer. Jika sudah memasuki kawasan Kota Solo, akan mudah menemukannya.

Anda juga tidak perlu khawatir tentang transportasi. Anda dapat mencapai tujuan dengan menggunakan kendaraan pribadi atau umum. Angkutan umum sendiri juga banyak tersedia di Solo, misalnya bus.

Jangan takut tersesat karena Anda akan menemukan jalan Anda tanpa kesulitan.

selalu ramai di akhir pekan
selalu ramai di akhir pekan. peta google. sumber: Miftakhul Jannah

Baca juga: Review Taman Balekambang di Solo

Ada beberapa rute yang bisa Anda pilih untuk menuju THR Sriwedari. Baik dari kota Solo sendiri maupun luar kota. Berikut adalah beberapa titik akses:

Dari Kota Solo

Rute pertama adalah dari dalam kota. Patokan keberangkatan dari Masjid Agung Surakarta yaitu di sebelah barat Alun-Alun Lor.

Pertama-tama, mulai kendaraan Anda dari Masjid Agung ke Jalan Kalimosodo dengan melewati Jalan KH Hasyim Ashari dan Jalan Wijaya Kusuma III terlebih dahulu. Setelah sampai di Jalan Kalimosodo, belok ke Jalan Ronggowarsito.

Setelah Anda menemukan bundaran, ambil jalan keluar pertama ke Jalan Jenderal Sudirman. Kemudian lihat petunjuk arah menuju Taman Sriwedari.

Dari Kota Yogyakarta

Jika Anda memulai keberangkatan dari Yogyakarta dengan kendaraan pribadi, maka arahkan perjalanan Anda ke Kalasan menuju Candi Prambanan. Kemudian anda akan memasuki wilayah Kabupaten Klaten.

Ikuti rambu-rambu jalan menuju Solo. Setelah sampai di Solo, lanjutkan perjalanan menuju Jalan Brigjen Slamet Riyadi yang merupakan alamat lengkap Taman Sriwedari.

Lebih praktis bila Anda menggunakan aplikasi Maps di Smartphone Anda yang akan membantu Anda memilih rute tercepat.

pintu masuk taman sriwedari
Pintu masuk taman Sriwedari. peta google. sumber: Adri Gautama

Baca juga: Info Taman Satwa Taru Jurug

Dari Yogyakarta Menggunakan Transportasi Umum

Pilihan selanjutnya adalah dari Kota Yogyakarta menggunakan transportasi umum. Biasanya wisatawan yang ingin melakukan perjalanan dari Yogyakarta ke Solo atau sebaliknya lebih memilih transportasi umum berupa kereta api.

Selain terjangkau, kereta api juga bisa mengantarkan Anda ke sana dengan cepat. Salah satu jenis kereta api yang populer adalah Prameks (Prambanan Ekspres).

Anda hanya perlu membayar sekitar 8 ribu – 10 ribu rupiah sekali jalan. Namun, Anda harus bersiap berdiri karena KA Prameks menyediakan kursi yang terbatas.

Sebenarnya bisa juga naik kereta api biasa, tapi tarifnya tentu lebih mahal tergantung kelasnya. Nah, jika ingin merasakan sensasi berdesakan di Prameks menuju Solo, ambil jalur ke Stasiun Purwosari atau Stasiun Balapan.

Sebaiknya pilih saja Stasiun Purwosari yang lebih dekat dengan Taman Sriwedari. Kurang lebih 1 jam perjalanan Anda akan sampai di stasiun.

Kemudian keluar dari stasiun, berjalan ke halte bus dan naik bus Batik Solo Trans (BST) menuju Taman Sriwedari.

Loading...
tempat favorit pengunjung
tempat favorit pengunjung. peta google. sumber: Tolak Ogs

Atraksi Taman Sriwedari

Apa saja daya tarik Taman Sriwedari sehingga sangat spesial di hari raya masyarakat Solo dan wisatawan? Seperti deskripsi ini:

1. Sudah ada sejak lama

Daya tarik pertama Taman Sriwedari adalah sejarah berdirinya yang sudah ada sejak dahulu kala. Taman Sriwedari telah dibangun sejak zaman Sultan Pakubuwono X pada 1 Januari 1902.

Awalnya, taman ini dibangun sebagai tempat rekreasi dan hiburan bagi keluarga kerajaan. Konsep pembangunannya pun tidak sembarangan karena terinspirasi dari kisah keberadaan taman surga, sehingga disebut Taman Sriwedari.

Seiring dengan perkembangan zaman, Taman Sriwedari telah mengalami berbagai renovasi atau renovasi. Fungsinya pun bergeser dari tempat rekreasi dan istirahat keluarga kerajaan menjadi pusat hiburan bagi masyarakat Solo dan sekitarnya.

Kemudian di dalamnya juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas dan wahana yang mendukung. Orang bisa dengan bebas menikmatinya.

2. Gedung Wayang Orang (GWO)

wayang golek
wayang golek. peta google. sumber: Om GiL NgemiL

Anda akan menemukan Gedung Wayang Orang (GWO) di dalam kompleks Taman Sriwedari. Gedung ini digunakan untuk mengisi berbagai seni pertunjukan wayang orang. Biasanya cerita pertunjukannya diambil dari cerita Ramayanan dan Mahabharata.

Tidak berhenti sampai di situ, terkadang pementasan wayang dikolaborasikan dengan seniman wayang lain dari RRI Surakarta dan seniman dari luar kota, seperti Jakarta, Surabaya dan Semarang.

Ciri khas dari GWO ini adalah adanya ornamen lukisan berukuran besar di sisi kanan dan kiri dinding. Di sisi kanan terdapat lukisan yang menggambarkan seorang tokoh bernama Dewaruchi.

Sosok tersebut masih berkerabat dengan salah satu Pandawa Lima, yaitu Werkudara. Sedangkan di sisi kiri dinding bangunan terdapat lukisan yang menggambarkan tokoh Kresno Duto dari cerita Mahabharata.

Selain itu, GWO tidak hanya diperuntukkan sebagai tempat pertunjukan seni wayang. Namun juga disewakan sebagai gedung pertunjukan seni untuk anak sekolah dan upacara wisuda.

Beberapa bangunan masih dihiasi dengan kaca. Tujuan pemberian gelas ini agar masyarakat kurang mampu tetap bisa melihat pertunjukan di dalamnya.

3. Malam Selikuran

Daya tarik lain dari Taman Sriwedari adalah diadakannya acara bertajuk ‘Selikuran Night’. Kegiatan ini rutin dilakukan setiap bulan Ramadhan, yaitu pada malam ke-21. Kata ‘selicur’ jika diartikan dalam bahasa Indonesia memiliki arti 21. Karena itulah acara ini diadakan setiap malam ke-21.

Malam Selikuran merupakan bagian dari tradisi Keraton Kasunanan dan warga Surakarta untuk menyambut Lailatul Qadar. Sedangkan rangkaian acara diawali dengan karnaval 1000 tumpeng yang dimulai dari Keraton hingga Taman Sriwedari. Setelah itu diakhiri dengan doa bersama.

wahana di taman sriwedari
wahana di Taman Sriwedari. peta google. sumber: Daniel Sam Supit

4. Taman bermain

Selain atraksi di bidang seni dan budaya, Taman Sriwedari juga dilengkapi dengan berbagai taman bermain untuk anak-anak hingga orang dewasa. Siapapun bisa menaikinya. Namun, taman bermain ini dikelola oleh pihak swasta.

Selain itu, Anda juga bisa menemukan berbagai kios yang menjual oleh-oleh dan cinderamata berupa wayang, lukisan, dan lain sebagainya.

Harga Tiket Masuk Taman Sriwedari

Anda harus membayar tiket masuk ke Taman Sriwedari atau GWO. Kedua tiket ini dikenakan tarif yang berbeda, namun tetap terjangkau. Pengunjung diharapkan menyiapkan 7 ribu rupiah per orang untuk masuk ke THR Sriwedari.

Sedangkan jika ingin melihat pertunjukan di GWO, Anda harus membayar lagi 3 ribu rupiah per orang. Totalnya cuma 10 ribu rupiah kalau masuk GWO juga. Masih sangat murah bukan?

Jam Operasional Taman Sriwedari

Taman Sriwedari yang berkonsep sebagai taman hiburan dan pertunjukan ini memiliki jam operasional yang cukup jelas. Tempat wisata ini buka setiap hari mulai pukul 10 pagi hingga 10 malam.

Sedangkan jika pengunjung ingin menonton pertunjukan di GWO, jam bukanya hanya pukul 8-11 malam dan tutup pada hari Minggu.

Jadi, manfaatkan kesempatan Anda untuk mengenal lebih jauh tentang berbagai seni dan budaya Solo dengan mengunjungi Taman Sriwedari. Suasana akan terasa lebih hidup dan menyenangkan jika Anda datang pada malam hari.

Selamat berlibur!



Terimakasih sudah membaca artikel Taman Sriwedari, Taman Hiburan Rakyat Yang Tinggal Kenangan

dari SatuPos.com

Nilai Kualitas Konten

BACA JUGA :  Menikmati Senja Jakarta di 7 Kafe dengan Atap Estetika

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *